Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Maret 2017

Kartanu provides 20% rebate for heath care costs

Jakarta, Santriwati Pintar. Nahdliyin (NU followers) having NU membership cards (Kartanu) will get a 20% rebate for their health care costs at Surabayas Islamic hospitals.

Minister of Education and Culture M. Nuh, made the remarks while opening the National Working Meeting 2013 of Maarif NU Education Institute (LP Maarif NU) at Syahida Inn Building, Sharif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta, Monday (21/1).

Kartanu provides 20% rebate for heath care costs (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu provides 20% rebate for heath care costs (Sumber Gambar : Nu Online)


Kartanu provides 20% rebate for heath care costs

"Every district in the city of Surabaya will get a special schedule that serves people who want to make Kartanu NU," said M. Nuh while presenting the 2013 curriculum development by the Department of Education and Cultuce.

Santriwati Pintar

M. Nuh added that, Nahdliyin should pay the Kartanus administration expenses amounted to Rp 8000 and the process of making it would be covered live by TV 9, a local television station owned by the East Javas Regional Board of Nahdlatul Ulama (PWNU).

The cards could be used by Nahdliyin to offset their health care costs at Islamic hospitals in Surabaya which have data of those who make the cards, added M. Nuh.

The NU intellectual also called for the importance of Nahdliyin to have the cards in addition to fostering awareness of data and such awareness-raising activity could be built from an early age through educational institutions.

Santriwati Pintar

The literacy of data can foster scientific and critical attitudes. Because, those who are literate of data can be responsibble for their problems in addition to giving them sense of security.

Editor: Sudarto Murtaufiq

Author: Alhafiz Kurniawan

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41985/kartanu-provides-20-rebate-for-heath-care-costs

Santriwati Pintar

Kamis, 02 Maret 2017

Puluhan Korps Pelajar NU Sekaresidenan Pati Buat Simulasi Tanggap Bencana

Kudus, Santriwati Pintar. Sebanyak 70 anggota Corp Brigade Perjuangan (CBP) IPNU dan Korp Kepanduan Putri (KKP) IPPNU sekaresidenan Pati mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) di lapangan desa Rendeng Kota Kudus, Selasa-Rabu (13-14/10). Mereka mendirikan perkemahan selama dua hari. Peserta yang datang dari Kudus, Pati, Blora, Rembang, Grobogan, dan Lasem ini mendapat bekal latihan khusus tanggap dan penanganan bencana.

Ketua panitia M Ramadlan mengatakan, kegiatan Latgab dimaksudkan mengisi liburan tahun baru 1437 Hijriyah yang bertujuan mempersiapkan kader-kader CBP-KKP menghadapi adanya bencana dengan berbagai keterampilan khusus.

Puluhan Korps Pelajar NU Sekaresidenan Pati Buat Simulasi Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Korps Pelajar NU Sekaresidenan Pati Buat Simulasi Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)


Puluhan Korps Pelajar NU Sekaresidenan Pati Buat Simulasi Tanggap Bencana

"Mereka akan menjadi kader inti berkualitas yang siap diterjunkan sebagai relawan manakala terjadi bencana. Sekaligus mempersiapkan diri menjelang musim hujan, daerah-daerah biasanya rawan bencana banjir," kata Ramadlan kepada Santriwati Pintar, usai acara (14/10).

Santriwati Pintar

Pada acara yang dibuka oleh Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi ini, para peserta mendapat gemblengan dan latihan tentang pelatihan dapur umum, pemadaman kebakaran, manajemen posko, dan simulasi bencana. Mereka mendapat bimbingan dari instruktur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Korp Peduli Bencana Alam Nahdlatul Ulama (KPBANU) Kudus.

Santriwati Pintar

"Kita juga ada simulasi bencana dan praktik dapur umum. Peserta mampu menanak nasi dan lauk pauknya dengan jumlah besar yang kemudian dibagikan kepada warga masyarakat maupun tukang becak," imbuh Ramadlan.

Komandan CBP Kudus Abu Hasan Asyari mengharapkan setiap CBP-KKP di masing daerah nantinya mampu mendirikan posko sendiri pada waktu terjadi bencana. Kepada peserta, ia menekankan untuk siap terjun mengatasi berbagai macam bencana alam baik kebakaran maupun banjir. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62817/puluhan-korps-pelajar-nu-sekaresidenan-pati-buat-simulasi-tanggap-bencana

Santriwati Pintar

Sabtu, 11 Februari 2017

Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor

Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, tak akan memberi izin pengukuhan dan pelantikan Aliansi Nasional Anti-Syiah yang akan digelar pada Ahad, 22 November 2015, di Aula KONI Gelanggang Olahraga Kota Bogor.

Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor
Bima Arya Larang Pelantikan Pengurus Anti-Syiah Bogor


Bima juga menyangkal akan hadir membuka acara tersebut seperti tertera dalam selebaran ANNAS. Dalam pamflet itu, Bima disebut akan memberi keynote speech bersama anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Didin Hafiduddin. “Tidak benar isi selebaran itu, saya tidak pernah memberi konfirmasi akan hadir,” kata Bima kepada Tempo pada Kamis, 19 November 2015.

Surat undangan dan permohonan acara itu, kata Bima, dikirim pengurus ANNAS beberapa hari lalu ke kantornya. “Undangan saya terima tapi tidak saya respon,” katanya. "Dan tidak akan saya izinkan."

Bima menyayangkan acara tersebut dan selebaran yang memuat nama dan fotonya sebagai pembicara. Menurut dia, dalam situasi saat ini sangat penting menjaga kebersamaan dan menguatkan silaturahmi. “Demi kesejukan Kota Bogor,” kata dia.

Bima sedang menghadapi somasi masyarakat atas pelarangan Asyura, peringatan gugurnya Hussain bin Ali, cucu Nabi Muhammad, oleh umat Syiah tiap 10 Muharam pada pertengahan Oktober lalu. Bima Arya mengeluarkan surat edaran larangan peringatan Asyura dengan alasan menjaga keamanan.

Surat edaran itu segera memicu kontroversi karena Bima dinilai tak menghargai keragaman keyakinan. Bima kian dikecam karena memberikan pidato dalam Konferensi Wali Kota Sedunia di Florence, Italia, tentang persatuan dalam keberagaman. Surat edaran itu membuat responden dalam survei Setara Institute menobatkan Bogor sebagai kota paling tak toleran se-Indonesia.

Dalam wawancara dengan Tempo pekan lalu, Bima mengaku belajar dari keputusannya membuat edaran larangan Asyura yang menimbulkan kegaduhan. “Dalam konteks dimensi dan ruang yang lebih luas, larangan itu melanggar konstitusi,” katanya. (Bagja Hidayat)

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/bima-arya-larang-pelantikan-pengurus.html

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia

Santriwati Pintar - Judul diatas tentu terkesan aneh, masak orang berqurban kok bisa dholim. Begini, dulu sekitar 40 tahun yang lalu, sebelum marak bermunculannya panitia-panitia Qurban, ketika itu siapa pun yang berqurban maka dia harus mengurus sendiri qurbannya, mulai dari beli hewan, merawatnya sebelum penyembelihan, proses penyembelihan yang melelahkan, sampai membagikannya kepada yang berhak menerima.

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia
Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia


Sungguh ketika itu Qurban merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kerja keras yang sangat melelahkan, dan disitulah makna Qurban itu begitu terasa, sehingga kata Qurban ْقُرْبَان yang aslinya bermakna dekat/mendekat dalam bahasa arabnya, tapi dalam bahasa kita berubah pengertian menjadi upaya berat atau kerja keras yang sulit dan melelahkan. Kemudian muncullah kalimat-kalimat seperti; 'sukses butuh pengorbanan' atau 'kita harus berkurban demi orang banyak'.

Atau ketika itu jika orang yang berqurban tidak sanggup, maka Qurban diserahkan kepada seorang kiai atau guru ngaji yang punya santri, tentunya disertai pemberian uang sebagai rasa terimakasih. Atau cara yang lain adalah orang yang berqurban itu menyuruh beberapa orang untuk mengurusi qurbannya hingga selesai dibagikan, seraya membayar tenaga mereka dengan uang.

Lalu sekarang ini, bermunculannya panitia-panitia Qurban itu sebenarnya adalah hal baru yang tidak wajib ada, tetapi itu sangat baik dan membantu sekali terhadap kita yang hendak berqurban, disamping menjadi syiar agama.

Maka pantaskah kiranya, jika kita yang beribadah Qurban, kita yang mengharap pahala Qurban, nama kita yang disebut saat penyembelihan Qurban, lalu ada orang lain yang tidak ikut Qurban, tetapi mereka dengan suka rela ikhlas membantu ibadah kita, dari awal hingga akhir, yang itu sungguh sangat melelahkan.

Selanjutnya kita hanya menyerahkan hewan Qurban saja kepada mereka, tanpa uang ongkos, tanpa uang lelah atau tanpa uang terimakasih. Bahkan semua biaya konsumsi, akomodasi dan distribusi, kita biarkan saja mereka yang menanggungnya, mereka yang memikulnya.

Tidak jarang mereka itu urunan (patungan), padahal bisa jadi mereka itu perekonomiannya di bawah kita sebagai orang yang berqurban. Terbayang kah dalam benak kita, ada orang kaya yang berqurban tapi ibadahnya itu dibiayai oleh orang miskin? Astaghfirullohal adhim.

Maka jangan salahkan, jika mereka terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban kita, meski itu dilarang Rasulullah. Dalam hadits yang lain, beliau menyatakan lebih tegas lagi, bahwa yang menjual kulit Qurban berarti tidak dianggap Qurban.

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَتِهِ فَلَا أُضْحِيَةَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa menjual kulit hewan qurbannya maka tidak ada qurban baginya"

Karena itulah, solusi atas semua ini: 1). Cukupilah kebutuhan mereka panitia-panitia Qurban itu yang telah membantu ibadah kita. 2). Tanyakan juga kepada mereka berapa kira-kira biaya yang mereka keluarkan untuk mengurusi Qurban kita.

3). Berikan tambahan uang sebagai hadiah terimakasih kita kepada mereka, meskipun mereka tidak meminta dan mengharapkannya. 4). Setelah tercukupi maka Panitia jangan lagi terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban, sebab itu bukan hak mereka. Mereka hanya menjadi wakil dalam menyembelih dan menyalurkan Qurban, sebagaimana yang tertera dalam spanduk-spanduk itu. Bukan wakil menjual, karena pemilik Qurban saja dilarang menjualnya. Bagaimana mungkin sah, seseorang mewakilkan sesuatu yang dirinya sendiri saja tidak sah melaksanakannya.

5). Berikan saja kulit dan lain-lain yang biasa dijual itu kepada panti asuhan atau orang fakir miskin. Biarkan saja mereka yang menjualnya. Atau jika mereka itu minta tolong mewakilkan kepada panitia untuk menjualkannya, maka itu baru boleh dan sah. Sebab dari tiga kelompok yang bisa menerima Qurban yakni yang berqurban (sunnah untuk mengambil keberkahan), orang kaya (boleh sebagai hadiah) dan fakir miskin (wajib mendapatkannya).

Maka mereka yang fakir miskin (termasuk anak yatim) itulah yang sah menjual dari Qurban yang mereka terima, karena apa yang mereka terima itu otomatis menjadi hak milik mereka, mau dimakan, diberikan kepada orang lain atau dijual, semuanya adalah sah. Menjadi sah pula mereka itu mewakilkannya.

Sedangkan pemilik Qurban dan orang kaya itu, mereka itu bukan memilikinya, karena sudah diqurbankan jika ia yang punya hewan, atau karena mereka itu termasuk kaya yang hanya boleh memanfaatkannya saja, yaitu dengan memakannya atau memberikan lagi kepada yang lain. Mereka berdua tidaklah berhak menjualnya, karena apa yang mereka terima itu tidak menjadi milik bagi mereka berdua.

6). Adapun hielah/rekayasa hukum, dengan cara kulit - kepala dan kaki itu diberikan kepada salah satu panitia yang fakir atau yang miskin, lalu ia menjualnya, kemudian uangnya diberikan kepada kepanitiaan guna menutupi kekurangan biaya. Meskipun cara ini adalah sah secara fiqih, tapi tetap saja itu tidak mengurangi kedhaliman kita kepada mereka yang telah membantu kita.

25 Agustus 2016, Sidoarjo, Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/silakan-yang-tertib-ketika-berqurban-jangan-dhalim-kepada-panitia.html

Rabu, 08 Februari 2017

Kampanye Save Aleppo Hanya Kedok Menutupi Kemerdekaan Suriah

Santriwati Pintar - Aleppo adalah di antara kota penting di Suriah dan termasuk kota tertua di dunia. Sudah ada sejak 2000 tahun sebelum masehi. Letaknya yang strategis sebagai pusat perdagangan menjadikan kota ini sering menjadi rebutan dan pernah dibawah kekuasaan bangsa yang beragam. Mulai dari Hitit (2000 M), Mesir dan Asiria (abad ke 8 SM), Persia (abad ke 6 SM), Macedonia (332 SM), Romawi (64 SM), Arab (635 M), Tartar (1260), Mongol (1398) Kesultanan Ustamaniyah (1517 M) dan Perancis (1920) dan menjadi bagian negara Suriah sejak tahun 1944.

Kampanye Save Aleppo Hanya Kedok Menutupi Kemerdekaan Suriah
Kampanye Save Aleppo Hanya Kedok Menutupi Kemerdekaan Suriah


Pernah ditaklukkan bangsa yang beragam menjadikan negara ini memiliki banyak bangunan dan situs bersejarah. Termasuk kebaragaman penduduknya, dari agama, suku dan tradisi. Dibawah pemerintahan Suriah setidaknya sampai tahun 2011, warga Aleppo hidup dalam keadaan damai dan harmonis.

Tahun 2011 kelompok pemberontak yang diback up negara-negara Barat termasuk Turki masuk ke Aleppo dan menguasainya. Kelompok pemberontak tersebut kemudian mendeklarasikan Aleppo bagian dari negara Islam. Dari situlah kepedihan dan penderitaan warga Aleppo bermula.

Kelompok pemberontak memaksakan hukum Islam versi mereka untuk diterapkan pada warga Aleppo yang heterogen. Mereka menjadikan tawanan bahkan menjadi rampasan perang warga Aleppo yang non muslim. Mereka menjadikan tawanan sebagai budak-budak mereka. Tidak jarang warga yang melawan dan tidak kooperatif akan dengan mudah mereka bunuh. Mereka menyebarkan video-video saat mengeksekusi dengan sadis warga yang tidak pro mereka untuk meneror warga. Tidak jarang, warga umum dipaksa untuk menyaksikan aksi eksekusi tersebut.

Hidup dalam ketakutan dan kecemasan, serta harapan hidup layak yang nyaris tidak ada di bawah kekuasaan pemberontak, siapakah yang simpatik pada warga Aleppo? Apakah saat-saat itu ada gerakan kampanye save Aleppo di Indonesia?

Sebagai bagian teritorialnya, yang kemudian direbut paksa, wajar jika Suriah menjalankan misi merebut kembali Aleppo. Namun mengapa misi pembebasan itu memakan waktu yang berlarut-larut? Itu karena keberadaan warga sipil. Keberadaan warga sipillah yang membuat militer Suriah kesulitan untuk menyerang kelompok pemberontak di Aleppo. Bahkan sudah menjadi fakta yang tidak bisa dibantah, pemberontak menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup ketika militer Suriah melancarkan serangan. Hasil investigasi PBB dan lembaga HAM Internasional menyebutkan itu.

Keterlibatan Rusia membantu misi pembebasan itu sedikit memberikan harapan. Tapi tetap saja, upaya pembebasan Aleppo memakan waktu yang tidak sedikit. Kalau Suriah dan Rusia tidak mau peduli dengan nasib warga sipil Aleppo, beberapa RS-28 Sarmat (rudal canggih jelajah) milik Rusia sudah cukup untuk menghancur leburkan Aleppo dalam 2 detik sekaligus menewaskan semua teroris di dalamnya. Ketika Rusia dan Suriah menahan diri untuk tidak menggunakan rudal-rudal dengan daya ledak dasyhat selama itu, maka mungkinkah mereka dengan sengaja menjadikan warga sipil, perempuan dan anak-anak sebagai target untuk mereka turut habisi juga?

Kalau memang sejak awal, isu bahwa Bashar Assad hendak membunuhi warganya yang Sunni itu benar, tentu untuk merebut kembali Aleppo harusnya militer Suriah tidak perlu peduli pada nasib warga Aleppo. Berlarut-larutnya misi pembebasan Aleppo, menjadi fakta, Suriah berusaha membebaskan Aleppo dengan meminimalisir korban dari warga sipil. Itulah yang menjadikan misi tersebut menjadi sulit. Ketika ada korban dari warga sipil berjatuhan, itu hal yang tidak bisa dihindari dalam perang. Dan logiskah, warga yang ribuan tahun hidup secara harmonis ditengah banyaknya perbedaan yang ada, tiba-tiba terhasut saling bunuh karena beda mazhab?.

Media-media pendukung teroris di Indonesia tidak pernah memperlihatkan militer Suriah yang secara dramatis melakukan safety corridor, membantu ribuan warga Aleppo mengungsi sembari tetap membalas serangan-serangan pemberontak. Tidak pernah memperlihatkan warga Aleppo yang melarikan diri dari cengkraman pemberontak. Tidak pernah memperlihatkan suasana kehidupan warga Aleppo yang damai dan hidup layak sebelum pemberontak memasuki kota mereka dan tidak pula memperlihatkan adanya aksi besar-besaran warga Aleppo mendukung Bashar Assad di awal-awal terjadinya konflik berdarah di Aleppo.

Yang mereka blow up adalah foto anak-anak dan warga sipil yang menjadi korban dalam perang. Siapakah yang lebih dulu menjadikan Aleppo sebagai ajang pertempuran? Siapakah yang lebih dulu memasuki Aleppo dengan memanggul senjata dan menyebar teror kepada warga? Siapakah yang dengan mudah menghabisi nyawa warga di jalan-jalan yang kemudian mendokumentasikan dan menyebarnya untuk menakut-nakuti warga? Selama diserang tentara Suriah dan Rusia apakah ada upaya dari pemberontak untuk menyelamatkan warga sipil agar tidak menjadi korban perang? Apa ada kamp pengungsian yang dibuat oleh pemberontak untuk warga Aleppo?

Ketika Suriah telah hampir mencapai targetnya membebaskan Aleppo, tiba-tiba dengan massif media-media propagandis teroris menunjukkan simpatiknya pada warga Aleppo dengan mengkampanyekan tagar save Aleppo di media-media sosial. Di saat yang sama mengutuk dan mengecam Suriah dan Rusia sebagai biang keladi tragedi kemanusiaan di Aleppo.

Siapakah yang sakit hati ketika Aleppo kembali di pangkuan Suriah? Jawabannya adalah kelompok pendukung pemberontak: Turki dan sekutunya di Timur Tengah, sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat bahkan Israel, yang menyempatkan melakukan serangan udara ke kota Damaskus untuk mengalihkan perhatian militer Suriah ketika meraih keberhasilan besar di Aleppo. Apakah itu bukan bukti nyata adanya keterlibatan negara-negara pro Zionis itu dalam tragedi kemanusiaan di Suriah?.

Dan siapakah yang berbahagia? Anda tidak akan menemukan video dan foto-foto selebrasi suka cita dan kegembiraan warga Aleppo ketika akhirnya pemberontak takluk dan Aleppo kembali berada dalam kontrol sepenuhnya Suriah pada media-media yang mengkampanyekan gerakan simpatik save Aleppo.

Aleppo kembali kepangkuan Suriah, meski dalam keadaan hancur lebur. Namun setidaknya, masih banyak warganya yang bisa diselamatkan. Bagaimanapun di setiap perang, warga sipil lah yang paling merasakan penderitaan dari jahatnya perang.

Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk warga sipil Aleppo yang telah gugur, juga untuk para pejuang yang telah menebus nyawanya dalam misi pembebasan kota Aleppo.

Turut berbahagia atas direbutnya kembali Aleppo dari tangan pemberontak. Selamat untuk Suriah, selamat untuk warga Aleppo. Puing-puing kota Aleppo akan menjadi saksi, siapa sebenarnya yang membangunnya, siapa yang sebenarnya menghancurkannya. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kampanye-save-aleppo-hanya-kedok-menutupi-kemerdekaan-suriah.html

Senin, 05 Desember 2016

Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme

Demak, Santriwati Pintar. Dalam mengantisipasi kelompok Radikalis, Majelis Ulama Kabupaten Demak membekali pengurusnya dari pengurus tingkat kabupaten sampai tingkat kecamatan dengan menyelenggarakan dialog intern umat Islam di Gedung Bina Praja Setda Demak Jl Kyai Singkil N 7 Demak, Sabtu (15/8) lalu.

Dialog dengan tema Islam dan Nasionalisme dalam Mengatasi Radikalisme tersebut agar pengurus MUI disemua tingkatan waspada terhadap kegiatan gerakan radikalisme yang mulai bergerilya dipelosok desa, baik yang bersifat gejala maupun sampai pada tingkatan teknis gerakan karena hal sekecil apapun perlu kewaspadaan.

Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)


Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme

Kami menganggap ini sangat penting, hal sekecil apapun kita tidak boleh lengah dan semua pengurus kami harap untuk meningkatkan koordinasi pada pimpinan, ujar sekretaris umum MUI Demak KH Arie Cholil.

Santriwati Pintar

Kiai Arif menambahkan pihaknya menilai gerakan radikalisme mulai merambah ke daerah-daerah pelosok termasuk kabupaten Demak yang mayoritas ahlussunnah wal jamaah yang dimungkinkan juga kena wabah. Dalam hal ini, MUI Demak selalu berkoordinasi dengan aparat terkait termasuk sistim komunikasi yang perlu disiapkan pada pengurus dan tokoh masyarakat.

Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, POLRI, dan Kesbangpolinmas kabupaten Demak, dengan saling tukar informasi dan mengambil kebijakan jika terjadi hal yang tidak diinginkan tambah pengasuh pesantren Al-Fattah tersebut.

Santriwati Pintar

Sementara itu, Bupati Demak KH Moch Dachirin Said dalam sambutannya sebelum membuka dialog meminta untuk kerjasama berkesinambungan antara para kiai ulama dan umara dalam mengatasi aliran radikalisme di daerahnya.

Kami minta pada panjenengan (kiai dan ulama) semua untuk berjuang bersama-sama agar kabupaten Demak tidak kecolongan Islam garis keras, pinta Dachirin.

Dialog yang dibarengkan halalbihalal ini selain diikuti 100 peserta ulama dan kiai, juga dihadiri Kapolres, Dandim Demak dan Muspida lainnya. (A Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61649/tangkal-radikalisme-mui-demak-gelar-dialog-islam-dan-nasionalisme

Santriwati Pintar

Senin, 28 Oktober 2013

Isyarah Apa atas Foto Wan Sehan Duduk di Kursi yang Diangkat 2 Prajurit Ini, ya Allah?

Santriwati Pintar - Lihatlah foto di atas. Konon (dugaan kuat) bapak yang ada di tengah itu, berbaju warna merah hati, bercelana biru (seragam lari lapangan) dan duduk di kursi adalah Wan Sehan, seorang habib yang sudah dikenal sebagai wali Allah serta majdzub. Nama lengkapnya Habib Syaikhon bin Musthofa Al Bahar.

Beberapa hari ini (2-4 Februari 2017), foto itu beredar di grup-grup WhatsApp Netizen NU. Karena terkenal wali jadzab, foto di atas jelas bukan foto selfie, namun isyarah kuat tentang akan adanya peristiwa besar yang cukup menyita perhatian masyarakat luas di negeri ini.

Isyarah Apa atas Foto Wan Sehan Duduk di Kursi yang Diangkat 2 Prajurit Ini, ya Allah? - Santriwati Pintar
Isyarah Apa atas Foto Wan Sehan Duduk di Kursi yang Diangkat 2 Prajurit Ini, ya Allah? - Santriwati Pintar


Isyarah Apa atas Foto Wan Sehan Duduk di Kursi yang Diangkat 2 Prajurit Ini, ya Allah?

Bacalah, apa makna laki-laki berbaju doreng yang mengangkat kursi Wan Sehan di atas? Apa makna wajah beliau yang dilumuri, diloreng-loreng hitam? Kata apa yang tertulis di peci putih beliau itu? Mengapa tangan beliau dicoret hitam hingga nampak begitu pekat? Tebak, lokasinya foto di rumah ibadah atau di museum?

Sebelum bencana besar Tsunami Aceh yang memilukan dulu terjadi, beliau pernah mengepakkan telapak tangan ke air laut sembari tiba-tiba berkata, "wan banjir wan". Kini, tangan dan wajah beliau dilumuri, seperti tentara siap tempur ke medan perang.

Santriwati Pintar

Redaksi Santriwati Pintar tidak berani dan tidak bisa menafsirkan tegas beberapa pertanyaan di atas. Selain tidak bisa tabayun, foto simbolik tersebut memang penuh makna, apalagi kondisi politik di negeri ini makin tak karuan isunya, entah ke mana arahnya. Mbah Wali sumber Santriwati Pintar pun belum berani menafsirkan.

Santriwati Pintar

Yang pasti, husnudzan perlu dijadikan pedoman. Jangan seperti wartawan Republika yang sembarangan menulis ketika beliau disebut dalam berita sebagai "orang stres", hanya karena melempari gedung SD Bintara Jaya 6 Bekasi Barat, (Jumat, 27 Januari 2011). Menulis tanpa iman, akan melahirkan kesombongan.

Setiap wali jadzab laiknya Wan Sehan (yang selalu berpindah-pindah tempat, atau tidak selalu menetap), memberikan isyarah ketika akan terjadi sesuatu. Cara yang digunankan beliau ini unik. Kadang memang memancing kesabaran objek. Yang diam, tidak mengomel, berbaik sangka, akan menemukan hikmah. Semoga kita dalam golongan yang cinta kekasih Allah.

Kisah Wali Jadzab Wan Sehan

Diceritakan, Wan Sehan pernah mendorong gerobak bakso hingga terbalik. Ternyata, ada narkoba dibalik gerobak tersebut. Itulah hikmahnya. Pernah pula Wan Sehan dimaki-maki habis oleh merbot mushalla di depan rumah karena teriak-teriak sambil main gitar saat jamaah akan melangsungkan Shalat Maghrib. Ditariklah leher merbot itu oleh Wan Sehan, dibenamkan kepalanya ke dalam ketiak, lalu sang merbot menangis minta ampun karena ia menyebut telah melihat Kakbah. Masyallah.

Tukang es cendol di Madrasah al-Whataniyah Klender (Jaktim) juga pernah menyaksikan jadzabnya Wan Sehan ini. Es-nya diambil segelas oleh Wan Sehan, tanpa permisi tanpa bayar. Tukang es itu hanya geleng-geleng kepala karena Satpam di sana memberitahu kalau itu adalah wali Allah. Tak berapa lama, ada rombongan yang datang membeli semua dagangan es-nya dengan harga lebih, langsung habis, tanpa berjualan hingga malam.

Pernah pula tiba-tiba masuk ke sebuah rumah. Tanpa permisi, Wan Sehan menyantap semua hidangan yang ada di meja makan. Setelah selesai, beliau pulang sambil mengucapkan salam serta terimakasih. Tak butuh waktu lama, keluarga itu mendapatkan limpahan rejeki dari Allah hingga menjadi orang kaya. Konon, kalau saja ketika Wan Sehan masuk ke rumah itu dimarahi shabihul bait, akibatnya akan lain.

Begitulah cara wali Allah menyejahterakan umat Nabi Muhammad Saw. Cara yang tidak umum dilakukan oleh waliyullah, di luar nalar awam, biasa disebut kalangan santri sebagai Khariqul 'Adah. Namun semua akan terbukti pada waktunya.

Lalu, foto Wan Sehan di atas bagaimana? Pesan rahasia apa yang ingin disampaikan Habib Syakhon bin Musthafa itu? Kita tunggu saja. Jika Anda mau menafsirkan, silakan ketik di kotak komentar di bawah ini. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/isyarah-apa-atas-foto-wan-sehan-duduk-di-kursi-diangkat-2-prajurit-ini-ya-allah.html

Selasa, 27 Agustus 2013

Habib Muhammad: Perbedaan itu Lumrah

Solo, Santriwati Pintar. Jika ditelaah lebih jauh, teks-teks keagamaan seperti Al-Quran dan hadits, kita akan mengerti bahwa perbedaan tidak hanya terdapat pada kehidupan manusia saja, bahkan para makhluk pilihan seperti para Malaikat, Nabi dan sahabat nabi pun tak lepas dari perbedaan pendapat.

Salah satunya termaktub dalam Surah Shad ayat 67-69, yang artinya Katakanlah: "Berita itu adalah berita yang besar, Yang kamu berpaling daripadanya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang Al malaul ala (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.

Ayat tersebut membuktikan bahwa Malaikat yang tercipta dengan tanpa hawa nafsu dan selalu taat kepada perintah Allah SWT pun ternyata mengalami perbedaan pendapat satu sama lain, terang pengasuh Majelis Bismillah MWCNU Pasar Kliwon, Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, Ahad (14/9) kemarin.

Habib Muhammad: Perbedaan itu Lumrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Muhammad: Perbedaan itu Lumrah (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Muhammad: Perbedaan itu Lumrah

Tidak hanya itu, dalam ayat lain juga dikisahkan ketika terjadi dialog antara Nabi Khidhr a.s. dan Nabi Musa a.s. Nabi Musa pun memprotes apa yang dilakukan oleh Khidhr as sehingga akhirnya Khidhr as pun memutuskan untuk berpisah dengan Nabi Musa, tuturnya.

Lebih lanjut diterangkan oleh cucu Habib Anis Al-Habsyi itu, perselisihan pendapat yang dikisahkan di dalam Al-Quran dan hadits di atas menunjukkan bahwa perbedaaan pendapat adalah sebuah hal yang sangat lumrah.

Jika para malaikat yang tercipta tanpa hawa nafsu, para nabi yang menerima wahyu, masih mengalami perbedaan perspektif (pandangan) di antara mereka, maka sangatlah wajar apabila orang-orang setelah mereka pun mengalami perbedaan pendapat,

Santriwati Pintar

Namun, perlu digaris bawahi bahwa semua perbedaan itu muncul atas dasar taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, dengan ijtihad (penggalian hukum) yang mempunyai dasar kuat bukan menuruti hawa nafsu belaka.

Oleh karena itu, sebagian ulama menyatakan bahwa perbedaan yang dimaksud sebagai rahmat adalah perbedaan para ulama dalam permasalahan furuiyyah bukan perbedaan yang berasal dari pernyataan orang awam yang tanpa dasar atau ngawur, tegasnya.

Masalah akan muncul apabila kita melakukan hal tersebut tanpa berdasar pada sebuah ilmu atau ijtihad dari ulama. Berbeda jika kita mengikuti (taqlid) pada Imam yang mampu menjelaskan dasar-dasar kebolehannya dengan terperinci dan bisa dipertanggung jawabkan. Di sinilah nilai kerahmatan dalam sebuah perbedaan, pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54484/habib-muhammad-perbedaan-itu-lumrah

Santriwati Pintar

Selasa, 30 Juli 2013

PBNU Serukan Umat Islam Tingkatkan Kualitas dalam Beragama

Jakarta, Santriwati Pintar. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj atau yang akrab disapa Kiai Said mengatakan, umat Islam tidak perlu teriak sana-sini untuk menunjukkan bahwa Islam itu agama baik.

Menurutnya, citra Islam akan baik sendiri manakala pemeluknya menunjukkan sikap yang sejalan dengan nilai-nilai luhur agama yang dibawa Nabi Muhammad tersebut. Begitupun sebaliknya, citra Islam akan buruk kalau kelakuan pengikutnya tidak baik.

PBNU Serukan Umat Islam Tingkatkan Kualitas dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Umat Islam Tingkatkan Kualitas dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Serukan Umat Islam Tingkatkan Kualitas dalam Beragama

Kalau seandainya umat Islam baik, maka itu akan meningkatkan citra umat Islam itu sendiri. Tingkatkan kualitas agama kita. Jangan malah menghina agama lain, katanya di Lantai 3 Gedung PBNU Jakarta, Senin (3/4).

Baginya, umat Islam juga tidak perlu mengancam non-muslim agar mereka mau masuk agama Islam. Jika itu terjadi, terang Kiai Said, maka mereka tidak akan mendekat dan malah akan lari. Ia mengumpamakan hal itu dengan seseorang yang naik bis karena kualitasnya, bukan karena ancaman dari supir atau kondekturnya.

Santriwati Pintar

(Ibarat) Kita naik bis kalau bisnya bagus. Bukan karena diancam kondekturnya. Kalau diancam, lari kita, urainya.

Santriwati Pintar

Lebih jauh, Kiai Said juga meminta kepada semua masyarakat Indonesia untuk mengedepankan sikap saling menghormati, bukan malah saling mencaci. Ia juga meminta semuanya untuk terus menjaga keutuhan dan kesatuan negara Indonesia.

Soal (perbedaan) agama, kita saling menghormati. Sama seperti (menghargai perbedaan) etnik, katanya.

Ia mengatakan, umat Islam jangan terjebak kepada formalisme agama. Menurutnya, menerapkan nilai-nilai Islam di dalam kehidupan sehari-hari itu lebih penting. Misal saya Menteri. Saya bekerja dengan bersih, tidak korupsi, amanah, tanggung jawab. Itu lebih Islami dari pada yang ngaku Islam tapi kelakuannya tidak mencerminkan Islam, tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76688/pbnu-serukan-umat-islam-tingkatkan-kualitas-dalam-beragama

Kamis, 29 Desember 2011

Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal

Santriwati Pintar - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, mengerahkan 35 ribu personel Barisan Ansor Serba Guna (Banser) se Jawa Tengah, untuk membantu aparat keamanan pada pelaksanaan perayaan Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Sejumlah 35 ribu personel Banser tersebut tersebar di 35 Kabupaten dan Kota yang dikoordinasi oleh masing-masing Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se Jateng.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwanuddin mengatakan, sesuai instruksi Ketua Umum PP GP Ansor, KH Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Tutut, bahwa Banser harus turut serta menjaga kondusifitas keamanan, dengan catatan jika diminta oleh pihak kepolisian setempat.

Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal - Santriwati Pintar
Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal - Santriwati Pintar


Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal

“Kita mengerahkan sekitar 35 ribu personel Banser. Masing-masing Kabupaten dan Kota juga telah diminta oleh pihak kepolisian untuk membantu mengamankan sesama warga negara yang akan menjalankan ibadah,” kata Ikhwan, Jumat (23/12/2016).

Ikhwan juga mengimbau pada seluruh personel Banser, agar dalam menjaga keamanan, untuk selalu berkoordinasi dengan aparat Polri dan TNI. Jangan bertindak dengan individu tanpa adanya komando.

Santriwati Pintar

“Kami mengimbau pada sahabat-sahabat Banser di lapangan, semua langkah yang dilakukan harus melalui komando pimpinan masing-masing, dan harus berkoordinasi dengan aparat,” tegasnya.

Selain ikut membantu aparat menjaga keamanan lingkungan tempat ibadah, juga diimbau untuk tetap menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing. Utamanya di lingkungan yang warganya juga sedang merayakan Hari Raya.

Santriwati Pintar

“Sebab mereka juga merayakan di rumah masing-masing. Ini juga perlu jadi perhatian bersama,” katanya.

Ikhwan juga mengimbau pada masyarakat untuk selalu menjaga toleransi antarumat beragama. Dalam hidup di tengah masyarakat bisa saling menghargai satu sama lain, agar tercipta suasana yang tenteram dan saling mengasihi.

“Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, memberikan kasih sayang pada alam raya. Banser NU harus bisa mewujudkan itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain mengerahkan personel lapangan dalam kegiatan pengamanan umat lain yang menjalankan ibadah, juga telah menyiagakan personel yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan informasi.

“Melalui Ansor Cyber Media, telah diinstruksikan untuk patroli di dunia maya, pihak-pihak yang melakukan provokasi dan penebar kebencian di dunia maya dalam momentul Natal ini, akan kita hajar dan laporkan ke pihak berwajib,” tandasnya.

Ikhwan juga menegaskan, sikap Banser tersebut bukan menjaga Gereja maupun terlibat dalam kegiatan agama lain, namun menjaga kebhinekaan yang menjadi kewajiban tiap warga negara. [Santriwati Pintar/ hudSantriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/bantu-aparat-35-ribu-banser-jateng-siap-hajar-provokator-selama-natal.html

Minggu, 30 Januari 2011

Kirim Pahala Bacaan Al-Quran Kepada Orang Mati

Santriwati Pintar - Kirim pahala Al-Quran untuk Nabi dan orang yang sudah meninggal terjadi khilaf di antara para ulama. Namun umat Islam Indonesia mengamalkan berdasar fatwa Imam Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafii:

وَمَا اُعْتِيدَ فِي الدُّعَاءِ بَعْدَهَا مِنْ جَعْلِ ثَوَابِ ذَلِكَ أَوْ مِثْلِهِ مُقَدَّمًا إلَى حَضْرَتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ زِيَادَةً فِي شَرَفِهِ جَائِزٌ كَمَا قَالَهُ جَمَاعَاتٌ مِنْ الْمُتَأَخِّرِينَ بَلْ حَسَنٌ مَنْدُوبٌ إلَيْهِ خِلَافًا لِمَنْ وَهَمَ فِيهِ ؛ لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذِنَ لَنَا بِأَمْرِهِ بِنَحْوِ سُؤَالِ الْوَسِيلَةِ لَهُ فِي كُلِّ دُعَاءٍ لَهُ بِمَا فِيهِ زِيَادَةُ تَعْظِيمِه (تحفة المحتاج في شرح المنهاج - ج 24 / ص 421)

Kirim Pahala Bacaan Al-Quran Kepada Orang Mati - Santriwati Pintar
Kirim Pahala Bacaan Al-Quran Kepada Orang Mati - Santriwati Pintar


Kirim Pahala Bacaan Al-Quran Kepada Orang Mati

“Kebiasaan dalam doa setelah membaca Al-Quran dengan menjadikan pahalanya atau yang sepadan dengan bacaan tersebut yang dihaturkan kepada Nabi Saw, atau sebagai tambahan bagi kemuliaan beliau adalah diperbolehkan, sebagaimana disampaikan banyak para ulama di kalangan mutaakhirin, bahkan hal itu adalah baik dan dianjurkan. Berbeda dengan ulama yang tidak sependapat. Sebab Nabi Saw memberi izin kepada kita dengan memerintahkan meminta pangkat Wasilah (di surga) dalam setiap doa dengan tujuan menambah keagungannya” (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfat al-Muhtaj, 24/421)

Bukan sekedar fatwa, namun para ulama juga ada yang mengamalkan khatam Al-Quran untuk Nabi:

وَقَالَ إِسْحَاقُ الْمَوْلَى: اِقْتَدَيْتُ بِأَبِي الْعَبَّاسِ فَحَجَجْتُ عَنِ النَبِّيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعَ حِجَجٍ، وَخَتَمْتُ عَنْهُ سَبْعَمِائَةِ خَتْمَةٍ. (تاريخ الإسلام للذهبي - ج 5 / ص 79)

“Ishaq al-Maula berkata: Saya meniru Abu al-Abbas, maka saya melakukan haji atas nama Rasulullah Saw sebanyak 7 kali, dan saya mengkhatamkan untuk beliau sebanyak 700 kali khataman” (al-Hafidz adz-Dzahabi dalam Tarikh al-Islam 5/79)

Adapaun menghadiahkan pahala Al-Quran kepada mayit, menurut madzhab Syafiiyah dapat sampai dan manfaat bagi mayit:

ﻭﻣﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﻣﻦ ﻣﺸﻬﻮﺭ اﻟﻤﺬﻫﺐ ﻣﺤﻤﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺇﺫا ﻗﺮﺃ ﻻ ﺑﺤﻀﺮﺓ اﻟﻤﻴﺖ ﻭﻟﻢ ﻳﻨﻮ ﺛﻮاﺏ ﻗﺮاءﺗﻪ ﻟﻪ ﺃﻭ ﻧﻮاﻩ ﻭﻟﻢ ﻳﺪﻉ

Apa yang disampaikan (oleh Imam Nawawi) bahwa pendapat populer dari madzhab Syafii tidak sampai, adalah diarahkan jika tidak di baca di depan mayit, tidak diniatkan kirim pahala untuk mayit atau diniatkan namun tidak dibacakan doa (Fathul Wahhab 2/23).

Dengan demikian, apa yang kita amalkan dengan niat "khushushan ila hadlrati..." dan dibacakan doa adalah sampai kepada mayit. [Santriwati Pintar]

Ma'ruf Khozin, anggota Aswaja NU Center PWNU Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/kirim-pahala-bacaan-al-quran-kepada-orang-mati.html

Kamis, 11 November 2010

Bareskrim Polri Mengaku Punya Bukti GNPF-MUI Tilap Dana Aksi 212 dari Umat Islam

Santriwati Pintar - Bareskrim Polri telah mengidentifikasi penyimpangan dana yang digalang dari masyarakat untuk membiayai Aksi 212 dan 411. Temuan penyidik Bareskrim menunjukkan adanya dana publik melalui Yayasan Justice For All yang diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

Bareskrim Polri Mengaku Punya Bukti GNPF-MUI Tilap Dana Aksi 212 dari Umat Islam - Santriwati Pintar
Bareskrim Polri Mengaku Punya Bukti GNPF-MUI Tilap Dana Aksi 212 dari Umat Islam - Santriwati Pintar


Bareskrim Polri Mengaku Punya Bukti GNPF-MUI Tilap Dana Aksi 212 dari Umat Islam

"Kami tahu ada penghimpunan dana dari umat. Nah, kami sedang pastikan bahwa penyimpangan penggunaan dana itu. Ini kami sedang proses," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya di kantor sementara Bareskrim di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (8/2).

Agung mengaku memiliki banyak bukti sebagai bahan identifikasi penyimpangan dana. Namun, Agung merahasiakannya. "Banyak bukti, tapi tidak boleh disampaikan," kata dia sembari tertawa.

Dalam kasus itu, Bareskrim mencurigai adanya penyimpangan untuk menguntungkan individu atau kelompok. Karenanya, tambah Agung, pihaknya memerlukan keterangan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir.

Menurut Agung, dugaan penyimpangan dana yang kini diusut Bareskrim itu bukan berdasar delik aduan. Bareskrim justru menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK).

"Data dari macam-macam. Dari PPATK juga ada. Kami dalami dulu, nanti disampaikan semua," tandas Agung. [Santriwati Pintar]

Source: JPPN.com (Mg4/jpnn)

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/bareskrim-polri-mengaku-punya-bukti-gnpf-mui-tilap-dana-aksi-212-dari-umat-islam.html

Jumat, 23 Juli 2010

Beredar Surat Gubernur Jabar Larang Tiup Terompet Tahun Baru

Santriwati Pintar - Menjelang pergantian tahun baru 2017, beredar sebuah surat yang tertulis "ditandatangani" oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Santriwati Pintar belum mendapatkan copy teks resmi dengan kop surat lengkap dengan nomor suratnya, namun di akhir edaran surat yang diberi judul "Konsep Surat Edaran Gubernur Jawa Barat" tersebut tertulis 01041438 H/30122016, sebuah angka yang merujuk pada 1 Jumadil Awal 1438 H/ 30 Desember 2016.

Beredar Surat Gubernur Jabar Larang Tiup Terompet Tahun Baru
Beredar Surat Gubernur Jabar Larang Tiup Terompet Tahun Baru


Dalam edaran tersebut, seluruh warga Jabar diajak untuk istirahat lebih awal agar tidak kesiangan bangun untuk shalat Subuh. Itu tertulis di poin yang pertama. Sementara, pada poin kedua, edaran yang bersifat himbauan tersebut mengajak untuk tidak meniup terompet dan tidak membakar petasan. Ini berlaku untuk seluruh muslim dan non muslim.

Selain itu, gubernur juga mengajak agar "tidak mengganggu tetangga yang istirahat dan tidak menggangu orang yang sakit termasuk orang yang kepayahan dengan cara apa pun termasuk budaya tiup terompet dan bakar petasan," tertulis di poin 3 edaran.

Pada poin ke empat, ia mengajak untuk mengentikan budaya meniup terompet di tahun baru. "Saya yakin seluruh warga se-Jawa Barat bahkan seluruh warga NKRI bisa menghentikan budaya niup terompet dan menghentikan membakar petasan ketika pergantian tahun," demikian bunyi di edaran yang viral di grup-grup WhatsApp tersebut.

Himbauan di atas diberi keterangan oleh pembuat pesan sebagai "larangan berlaku mubadzir". Katanya, jika warga jabar mengikuti himbauan ini, masyarakat akan jadi maju. Pesan diakhiri dengan tiup takbir. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/beredar-surat-gubernur-jabar-larang-tiup-terompet-tahun-baru.html

Minggu, 14 Februari 2010

Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran

Jakarta, Santriwati Pintar. Rais Majelis Ilmi Jamiyyatul Qurra wal-Huffaz Nahdlatul Ulama (JQHNU) KH Akhsin Sakho Muhammad memaparkan tiga aspek Al-Quran, yaitu sebagai bacaan, tulisan, dan makna. Ia memaparkan itu pada peluncuran mushaf Al-Quran An-Nahdlah di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (21/6).

Menurut Kiai Ahsin, bahwa Al-Quran itu terdiri dari bacaan. Bacaan tersebut harus dibaca sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para Sahabat, Harus sesuai ikhfanya, idghamnya, gunnahnya, madnya, katanya.

Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)


Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran

Yang kedua, kata dia, Al-Quran menyangkut aspek tulisan. Tulisan Al-Quran harus ditulis dengan huruf Arab sebagaiamana yang telah dilakukan sahabat, tabiin, atbaith tabiin.

Kemudian Al-Quran juga ada yang berkaitan dengan makna, dan inilah yang telah dilakukan para mufasirin (para penafsir Al-Quran).

Santriwati Pintar

Mushaf Al-Quran bernama An-Nahdlah d tersebut diterbitkan PBNU melalui PT Hati Emas yang menggandeng Asia Pulp & Paper (APP).

Penulis: Abdullah Alawi

Santriwati Pintar

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45309/rais-majelis-ilmi-paparkan-tiga-aspek-al-quran

Sabtu, 06 Februari 2010

Makin Meluas, Setelah Lombok, Kini Ribuan Massa di Ngawi Tuntut FPI dan HTI Dibubarkan

Santriwati Pintar - Aksi menuntut pembubaran organisasi masyarakat (ormas) yang dianggap radikal tidak sesuai dengan faham nasionalisme kian melebar diberbagai daerah. Kini, ribuan massa yang tergabung Aliansi Kebangsaan Ngawi (Akang) di Ngawi, Jawa Timur, menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jum’at (27/01/2017).

Sambil berorasi sekitar pukul 13.30 WIB massa bergerak dari alun-alun Ngawi menyusuri beberapa jalan protokol dengan mendapatkan pengawal ketat dari aparat Polres Ngawi. Sambil membawa spanduk bertuliskan ‘Tolak FPI Di Kabupaten Ngawi’ ribuan massa ini melakukan orasi dibeberapa titik seperti depan Pendopo Wedya Graha, DPRD Ngawi dan terakhir di Perempatan Kartonyono Ngawi.

Ribuan massa Akang yang terdiri dari Pemuda Ansor, Banser, kader PDIP dan beberapa komunitas motor baik dari jeep maupun komunitas trail menuntut kepada pemerintah untuk membubarkan kedua ormas baik FPI dan HTI yang dinilai mempunyai agenda terselubung merongrong pemerintah yang sah. Mereka meminta agama jangan sampai dijadikan alat politik apalagi secara jelas mengarah dan berpotensi pada perpecahan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Makin Meluas, Setelah Lombok, Kini Ribuan Massa di Ngawi Tuntut FPI dan HTI Dibubarkan - Santriwati Pintar
Makin Meluas, Setelah Lombok, Kini Ribuan Massa di Ngawi Tuntut FPI dan HTI Dibubarkan - Santriwati Pintar


Makin Meluas, Setelah Lombok, Kini Ribuan Massa di Ngawi Tuntut FPI dan HTI Dibubarkan

“Kita tidak mau di Ngawi yang tenang dan nyaman ini dirusak oleh faham-faham yang bertentangan dengan kehidupan bernegara yang sah sesuai ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945. Maka apapun bentuknya jika ada ormas yang berbau radikalisme serta bertentangan dengan faham negara kami minta pemerintah harus tegas dan membubarkanya jangan sampai rakyat terpecah belah,” ujar Ahmad dilokasi demo, Jum’at (27/01).

Pengunjuk rasa menilai keberadaan FPI secara umum di tanah air dapat mengancam persatuan suku dan etnis di Indonesia. Karena itu, mereka menuntut dan mendesak pemerintah segera membubarkan ormas tersebut. Selain itu pembubaran ormas harus dilakukan terhadap HTI berpaham radikal-salafi-wahabi di Indonesia. Maka apapun alasanya tegas pengunjuk rasa ini NKRI dan Pancasila tetap harga mati.

Santriwati Pintar

Terkait aksi ribuan massa Akang ini, Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi menegaskan, untuk mengantisipasi keamanan baik pengunjuk rasa maupun warga masyarakat telah mengerahkan ratusan personel yang ditempatkan dibeberapa titik lokasi unjuk rasa. Dia membenarkan, tuntutan pembubaran FPI dan HTI dilakukan sekitar 2 ribu massa Akang yang datang dari seluruh penjuru wilayah Ngawi.

Santriwati Pintar

“Untuk mengantisipasi sesuatu hal khususnya keamanan pada pelaksanaan aksi demo di Ngawi ini pihak kami menerjunkan ratusan personel mengingat aksi massa yang datang pada kesempatan ini luar biasa jumlahnya mencapai ribuan orang,” pungkas Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/makin-meluas-setelah-lombok-kini-ribuan-massa-di-ngawi-tuntut-fpi-dan-hti-dibubarkan.html

Minggu, 31 Mei 2009

Sebut Pancasila Soekarno Ketuhanan Ada di Pantat, Habib Rizieq Dipolisikan Sukma

Santriwati Pintar – Puteri Proklamator Bung Karno Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq ke Bareskrim Polri atas tuduhan pelecehan Pancasila.‎ Dugaan pelecehan terhadap Pancasila dilakukan Habib Rizieq saat‎ gelaran Tabligh Akbar FPI.

“Saya datang sebagai ketua umum PNI Marhaenisme melaporkan Habib Rizieq perihal penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila. Serta menghina kehormatan martabat Dr. Ir Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Republik Indonesia,” jelas Sukma di Gedung KKP Bahari II Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Sebut Pancasila Soekarno Ketuhanan Ada di Pantat, Habib Rizieq Dipolisikan Sukma - Santriwati Pintar
Sebut Pancasila Soekarno Ketuhanan Ada di Pantat, Habib Rizieq Dipolisikan Sukma - Santriwati Pintar


Sebut Pancasila Soekarno Ketuhanan Ada di Pantat, Habib Rizieq Dipolisikan Sukma

Sebuah rekaman video berisi pernyataan Habib Rizieq yang menyebut ‘Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala’ menjadi barang bukti yang diajukan Sukma ke polisi.

Video Habib Rizieq

Santriwati Pintar

Rekaman itu sebenarnya sudah beredar sejak dua tahun lalu, namun Sukma mengaku baru melihatnya pada Juni 2016 lalu‎ atau tepat saat peringatan Hari Lahir Pancasila.

“Ya, saya baru terima di bulan Juni ketika itu bulan lahir Pancasila. Saat itu, teman saya teringat rekaman tentang komentar atau pernyataan Rizieq tentang Pancasila tersebut yang terkait dengan Proklamator Bung Karno,” tutur Sukma.

“Sebagai anak saya marah sekali. Tersinggung karena kata-katanya sangat tidak santun, tidak hormat sebagai pimpinan ormas FPI,” jelas puteri ketiga Bung Karno itu.

Santriwati Pintar

‎Untuk itu, Sukma mendesak kepolisian segera memanggil Habib Rizieq agar pentolan FPI itu bisa memberikan klarifikasi kepada masyarakat. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/sebut-pancasila-soekarno-ketuhanan-ada-di-pantat-habib-rizieq-dipolisikan.html

Selasa, 05 Mei 2009

Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar

Santriwati Pintar - Polda Jabar menetapkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila. Penetapan HRS sebagai tersangka berdasarkan hasil rangkaian gelar perkara tahap penyidikan yang dilakukan tim penyidik Ditreskrimum Polda Jabar.

"Penyidik meningkatkan status Rizieq Syihab dari saksi terlapor menjadi tersangka," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (30/1/2017), sebagaimana diberitakan Detikcom.

Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar - Santriwati Pintar
Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar - Santriwati Pintar


Akhirnya Habib Rizieq Ditetapkan Tersangka Penodaan Pancasila oleh Polda Jabar

Gelar perkara ketiga ini berlangsung hari ini selama tujuh jam atau sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, pagi hari tadi, penyidik minta keterangan tambahan kepada satu saksi ahli. Tercatat, menurut Yusri, sebanyak 18 saksi sudah didengarkan keterangannya oleh penyidik berkaitan dengan kasus tersebut.

Yusri menjelaskan pihak penyidik Ditreskrimum Polda Jabar melakukan analisis dan evaluasi dalam gelar perkara. Tim penyidik, lanjut Yusri, bekerja mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti untuk menguatkan sangkaan terhadap HRS.

Santriwati Pintar

HRS disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal. "Perkara penistaan Pancasila dan pencemaran proklamator ini seluruhnya sudah masuk unsur dan alat bukti yang cukup," tutur Yusri.

Santriwati Pintar

Kasus yang menjerat Rizieq merupakan buntut dari pelaporan Sukmawati Soekarnoputri. Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme tersebut menganggap Rizieq melakukan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila serta menghina kehormatan martabat Sukarno selaku proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Indonesia.

Bareskrim Mabes Polri semula menerima laporan Sukmawati, lalu melimpahkan perkara tersebut kepada Polda Jabar. Alasannya, tempat kejadian atau area ceramah HRS yang dianggap melecehkan Pancasila ini berlokasi di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, atau masuk wilayah hukum Polda Jabar. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/akhirnya-habib-rizieq-ditetapkan-tersangka-penodaan-pancasila-oleh-polda-jabar.html

Minggu, 22 Maret 2009

ISNU: Diversity becomes nations strength

Sukoharjo, NU Oline

Diversity could be the nations spirit and strength in materializingits ideals and objectives, Chairman of the Honorary Board ofNahdlatul Ulama Scholars Association (ISNU) Moh. Mahfud MDwhen giving a speech at the 28th Graduation Ceremony of the Surakartas State Institute of Islamic Studies (IAIN).

ISNU: Diversity becomes nations strength (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU: Diversity becomes nations strength (Sumber Gambar : Nu Online)


ISNU: Diversity becomes nations strength

"Indonesia is a country with a high degree of plurality, threatsof conflict and hostility are very vulnerable," he said here on Saturday (12/4).

According to him, every person has rights, the fulfillment of thehuman rights are prone to possible conflict on account ofthe level of sensitivity and willingness of each person to toleratedifferences.

Santriwati Pintar

In this regard, he added, the diversity became one of the nations strengths in realizing social harmony and unity.

While the harmony could only be achieved when the rights of every citizen are met, and each group is free of all forms ofdiscrimination and acts of intolerance. Therefore, in this respectpluralism and human rights are inseparable things in achieving the nations ideals and objectives.

Santriwati Pintar

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/51426/isnu-diversity-becomes-nation039s-strength

Santriwati Pintar

Rabu, 12 April 2006

Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan

Selangor, Santriwati Pintar. Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70, Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia menyelenggarakan malam Gebyar Kemerdekaan di kampung Payajaras Hilir, Sungai Buloh, Malaysia pada Ahad (16/8).

Ketua Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih, beserta jajarannya mempersembahkan tumpeng kemerdekaan. Ia mengaku sangat senang sekali dengan diadakannya acara ini. Ia menilai kegiatan semacam itu sebagai salah satu sarana untuk tetap mempertahankan nasionalisme bagi warga Indonesia di Malaysia.

Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan

Meski sempat diguyur hujan, kegiatan kerja sama dengan Ikatan Komunitas Merah Putih (IKMP) dan Paguyuban Solidaritas Masyarakat Jawa (PASOMAJA) tersebut, tidak menyurutkan ratusan masyarakat Indonesia untuk turut serta.

Santriwati Pintar

Dalam sambutan, ketua panitia acara Yandi Purnama menegaskan bahwa acara ini tidak hanya sebagai peringatan kemerdekaan saja, tetapi juga sebagai ajang silaturahim dan memperkokoh ukhuwah masyarakat Indonesia di Malaysia.

Santriwati Pintar

Selain untuk memperingati hari kemerdekaan dan mengenang jasa para pahlawan, kita jadikan acara malam hari ini sebagai sarana untuk bersilaturahim dan menguatkan ukhuwah antara kita, katanya.

Acara yang disponsori AURA JPS Cargo dan Telekomunikasi Indonesia itu dimulai pukul 14.30 dengan lomba karaoke lagu kebangsaan, Hari Merdeka. Lomba tersebut diikuti 18 peserta dari berbagai tempat seperti Seremban, Ipoh, Perak, kampung sekitar.

Dewan juri yang terdiri dari seorang guru kesenian di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan dua orang staf KBRI memutuskan Junaidi, perwakilan dari IKMP, sebagai juara pertama. Sementara Putri, dari masyarakat sekitar sebagai juara dua. Dan Sri Maya, perwakilan Muslimat NU juara ketiga. Masing-masing juara mendapatkan hadiah uang tunai sebesar RM 300, RM 200 dan RM 150.

Ketua IKMP Sarof Namat berpesan dalam pidatonya untuk tetap memupuk rasa solidaritas sesame WNI dan menjaga nama baik bangsa di negeri jiran ini.

Acara terus berlanjut sampai tengah malam yang diisi dengan istighasah dan pebacaan doa bersama serta hiburan rakyat. Sebagai acara puncak yaitu pemotongan tumpeng kemerdekaan tepat pukul 24.00 yang dihiasi dengan gelegar kembang api. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61647/muslimat-nu-malaysia-persembahkan-tumpeng-pada-ldquogebyar-kemerdekaanrdquo

Santriwati Pintar

Sabtu, 12 November 2005

NU: Saudi will have problems if Prophets tomb removed

Jakarta, Santriwati Pintar. Member of the Supreme Council of Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi warned that Saudi Arabia could face destruction if Prophet Muhammads tomb was removed as called for by a certain group.

"Saudi Arabia will be destroyed if it complies with the proposal and removes the tomb," he said when speaking at an Islamic Boarding School and Islamic Educators Forum on Wednesday night.

NU: Saudi will have problems if Prophets tomb removed (Sumber Gambar : Nu Online)
NU: Saudi will have problems if Prophets tomb removed (Sumber Gambar : Nu Online)


NU: Saudi will have problems if Prophets tomb removed

He made the remarks in response to a report by London-based The Independent on Monday, September 1, 2014, on a proposal by a leading Saudi academic to remove the Prophets grave.

Santriwati Pintar

A Saudi academic had made the proposal through a 61-page document, which calls for the removal of the Prophet Mohammads remains to the nearby Al-Baqi cemetery, where it should be interred anonymously.

Santriwati Pintar

Muzadi said the Indonesian government; Indonesian Islamic organizations, such as the Indonesian Ulamas Council (MUI); and every Indonesian Muslim cleric should condemn the proposal. He urged that Muslims in the world should oppose the plan to remove the Prophets grave.

According to him, the proposal which is based on Wahhabi thoughts--had indeed also emerged several years ago.

Muzadi expressed hope that Saudi Arabia would not follow the consultation documents call. He said the Saudi government could be destroyed if it followed the wishes of Wahhabis or the willingness of any group who wanted to remove the Prophets tomb from Al-Nabawi Mosque to another place.

"It is possible that the plan is a maneuver launched by a certain group to create unrest among the Muslim communities," Muzadi, secretary general of the International Conference of Islamic Scholars, said on Wednesday.

The same criticism was also voiced by NU General Chairman KH Said Aqil Siroj, popularly known as Kang Said.

"We have rejected the plans since a long time ago," he said in Jakarta on Wednesday.

He noted that in the past, the Hijaz Committee, which was the precursor of the establishment of NU, had also campaigned for rejecting the removal of Prophet Muhammads grave and other holy sites in Saudi Arabia.

"If the Saudi government actually carries out the plans, it will witness its own ruin," Kang Said noted.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54303/nu-saudi-will-have-problems-if-prophet039s-tomb-removed

Santriwati Pintar

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock