Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2017

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia

Santriwati Pintar - Judul diatas tentu terkesan aneh, masak orang berqurban kok bisa dholim. Begini, dulu sekitar 40 tahun yang lalu, sebelum marak bermunculannya panitia-panitia Qurban, ketika itu siapa pun yang berqurban maka dia harus mengurus sendiri qurbannya, mulai dari beli hewan, merawatnya sebelum penyembelihan, proses penyembelihan yang melelahkan, sampai membagikannya kepada yang berhak menerima.

Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia
Silakan yang Tertib Ketika Berqurban, Jangan Dhalim Kepada Panitia


Sungguh ketika itu Qurban merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kerja keras yang sangat melelahkan, dan disitulah makna Qurban itu begitu terasa, sehingga kata Qurban ْقُرْبَان yang aslinya bermakna dekat/mendekat dalam bahasa arabnya, tapi dalam bahasa kita berubah pengertian menjadi upaya berat atau kerja keras yang sulit dan melelahkan. Kemudian muncullah kalimat-kalimat seperti; 'sukses butuh pengorbanan' atau 'kita harus berkurban demi orang banyak'.

Atau ketika itu jika orang yang berqurban tidak sanggup, maka Qurban diserahkan kepada seorang kiai atau guru ngaji yang punya santri, tentunya disertai pemberian uang sebagai rasa terimakasih. Atau cara yang lain adalah orang yang berqurban itu menyuruh beberapa orang untuk mengurusi qurbannya hingga selesai dibagikan, seraya membayar tenaga mereka dengan uang.

Lalu sekarang ini, bermunculannya panitia-panitia Qurban itu sebenarnya adalah hal baru yang tidak wajib ada, tetapi itu sangat baik dan membantu sekali terhadap kita yang hendak berqurban, disamping menjadi syiar agama.

Maka pantaskah kiranya, jika kita yang beribadah Qurban, kita yang mengharap pahala Qurban, nama kita yang disebut saat penyembelihan Qurban, lalu ada orang lain yang tidak ikut Qurban, tetapi mereka dengan suka rela ikhlas membantu ibadah kita, dari awal hingga akhir, yang itu sungguh sangat melelahkan.

Selanjutnya kita hanya menyerahkan hewan Qurban saja kepada mereka, tanpa uang ongkos, tanpa uang lelah atau tanpa uang terimakasih. Bahkan semua biaya konsumsi, akomodasi dan distribusi, kita biarkan saja mereka yang menanggungnya, mereka yang memikulnya.

Tidak jarang mereka itu urunan (patungan), padahal bisa jadi mereka itu perekonomiannya di bawah kita sebagai orang yang berqurban. Terbayang kah dalam benak kita, ada orang kaya yang berqurban tapi ibadahnya itu dibiayai oleh orang miskin? Astaghfirullohal adhim.

Maka jangan salahkan, jika mereka terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban kita, meski itu dilarang Rasulullah. Dalam hadits yang lain, beliau menyatakan lebih tegas lagi, bahwa yang menjual kulit Qurban berarti tidak dianggap Qurban.

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَتِهِ فَلَا أُضْحِيَةَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa menjual kulit hewan qurbannya maka tidak ada qurban baginya"

Karena itulah, solusi atas semua ini: 1). Cukupilah kebutuhan mereka panitia-panitia Qurban itu yang telah membantu ibadah kita. 2). Tanyakan juga kepada mereka berapa kira-kira biaya yang mereka keluarkan untuk mengurusi Qurban kita.

3). Berikan tambahan uang sebagai hadiah terimakasih kita kepada mereka, meskipun mereka tidak meminta dan mengharapkannya. 4). Setelah tercukupi maka Panitia jangan lagi terpikir menjual kulit, kepala dan kaki hewan Qurban, sebab itu bukan hak mereka. Mereka hanya menjadi wakil dalam menyembelih dan menyalurkan Qurban, sebagaimana yang tertera dalam spanduk-spanduk itu. Bukan wakil menjual, karena pemilik Qurban saja dilarang menjualnya. Bagaimana mungkin sah, seseorang mewakilkan sesuatu yang dirinya sendiri saja tidak sah melaksanakannya.

5). Berikan saja kulit dan lain-lain yang biasa dijual itu kepada panti asuhan atau orang fakir miskin. Biarkan saja mereka yang menjualnya. Atau jika mereka itu minta tolong mewakilkan kepada panitia untuk menjualkannya, maka itu baru boleh dan sah. Sebab dari tiga kelompok yang bisa menerima Qurban yakni yang berqurban (sunnah untuk mengambil keberkahan), orang kaya (boleh sebagai hadiah) dan fakir miskin (wajib mendapatkannya).

Maka mereka yang fakir miskin (termasuk anak yatim) itulah yang sah menjual dari Qurban yang mereka terima, karena apa yang mereka terima itu otomatis menjadi hak milik mereka, mau dimakan, diberikan kepada orang lain atau dijual, semuanya adalah sah. Menjadi sah pula mereka itu mewakilkannya.

Sedangkan pemilik Qurban dan orang kaya itu, mereka itu bukan memilikinya, karena sudah diqurbankan jika ia yang punya hewan, atau karena mereka itu termasuk kaya yang hanya boleh memanfaatkannya saja, yaitu dengan memakannya atau memberikan lagi kepada yang lain. Mereka berdua tidaklah berhak menjualnya, karena apa yang mereka terima itu tidak menjadi milik bagi mereka berdua.

6). Adapun hielah/rekayasa hukum, dengan cara kulit - kepala dan kaki itu diberikan kepada salah satu panitia yang fakir atau yang miskin, lalu ia menjualnya, kemudian uangnya diberikan kepada kepanitiaan guna menutupi kekurangan biaya. Meskipun cara ini adalah sah secara fiqih, tapi tetap saja itu tidak mengurangi kedhaliman kita kepada mereka yang telah membantu kita.

25 Agustus 2016, Sidoarjo, Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/silakan-yang-tertib-ketika-berqurban-jangan-dhalim-kepada-panitia.html

Kamis, 09 Februari 2017

Menuduh Memuji Nabi Berlebihan, Itu Justru Berlebihan (Ghuluw)

Santriwati Pintar - "Al-Masajid" adalah bab yang kami baca dari kitab Bulughul Maraam di Masjid Al-Akbar Surabaya. Satu persatu hadis saya jelaskan, termasuk hadis Sayidina Hassan bin Tsabit yang melantunkan syair di masjid pada masa Sayidina Umar. Saya juga menjelaskan kegemaran Nabi membaca syair, dan Nabi juga berkenan membalas syair dari para Sahabat (HR Bukhari dan Muslim)

Menuduh Memuji Nabi Berlebihan, Itu Justru Berlebihan (Ghuluw)
Menuduh Memuji Nabi Berlebihan, Itu Justru Berlebihan (Ghuluw)


Kemudian ada jamaah yang sangat rajin dan aktif mengikuti kajian, beliau bertanya, "ada banyak kitab syair memuat pujian kepada Rasulullah, seperti Diba' dan Barzanji, yang isinya memuji Nabi berlebihan (ghuluw). Apa benar demikian?" Tanya bapak yang rambutnya banyak memancar kilau perak ini.

Saya mencoba menjawab dengan sebuah hadits tentang Sahabat yang berlebihan memuji Nabi dan beliau menegurnya:

ﻗﺎﻟﺖ اﻟﺮﺑﻴﻊ ﺑﻨﺖ ﻣﻌﻮﺫ، : ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻲ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻏﺪاﺓ ﺑﻨﻲ ﻋﻠﻲ، ﻓﺠﻠﺲ ﻋﻠﻰ ﻓﺮاﺷﻲ ﻛﻤﺠﻠﺴﻚ ﻣﻨﻲ، ﻭﺟﻮﻳﺮﻳﺎﺕ ﻳﻀﺮﺑﻦ ﺑﺎﻟﺪﻑ، ﻳﻨﺪﺑﻦ ﻣﻦ ﻗﺘﻞ ﻣﻦ ﺁﺑﺎﺋﻬﻦ ﻳﻮﻡ ﺑﺪﺭ، ﺣﺘﻰ ﻗﺎﻟﺖ ﺟﺎﺭﻳﺔ: ﻭﻓﻴﻨﺎ ﻧﺒﻲ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﻓﻲ ﻏﺪ. ﻓﻘﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻻ ﺗﻘﻮﻟﻲ ﻫﻜﺬا ﻭﻗﻮﻟﻲ ﻣﺎ ﻛﻨﺖ ﺗﻘﻮﻟﻴﻦ»

Artinya: Rabi' binti Muawwidz berkata: "Nabi datang saat pernikahanku di pagi hari, beliau duduk di tempatku seperti dudukmu di dekatku. Wanita-wanita kecil menabuh terbang, mereka memuji bapak-bapak mereka yang gugur saat perang Badar. Sampai ada wanita yang berkata: "Ada Nabi di antara kita yang mengetahui apa yang terjadi esok". Nabi bersabda: "Jangan kamu katakan seperti itu. Katakanlah seperti engkau ucapkan" (HR Al-Bukhari)

Dalam hadits yang seakan melarang memuji Nabi ini, Nabi tidak berkenan jika dipuji mengetahui hal ghaib yang belum terjadi. Meski terkadang Nabi diberi tahu melalui wahyu apa yang akan terjadi, seperti hadist tentang kemunculan seorang Tabi'in terbaik bernama Uwais Al-Qarni (HR Muslim)

Ketika kita memuji dengan kata-kata pujian kepada Rasulullah, tidak sampai menjadikan beliau sebagai Tuhan. Pujian kita kepada Nabi masih dalam koridor pujian Allah kepada Rasulullah yang terdapat dalam ayat berikut yang artinya:

"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, ia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, ia amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (At-Tawbah: 128)

Bahkan seorang Sahabat Amr bin 'Ash yang tak sanggup mengurai sifat Nabi dalam barisan kata-kata:

ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﺣﺪ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻭﻻ ﺃﺟﻞ ﻓﻲ ﻋﻴﻨﻲ ﻣﻨﻪ، ﻭﻣﺎ ﻛﻨﺖ ﺃﻃﻴﻖ ﺃﻥ ﺃﻣﻸ ﻋﻴﻨﻲ ﻣﻨﻪ ﺇﺟﻼﻻ ﻟﻪ، ﻭﻟﻮ ﺳﺌﻠﺖ ﺃﻥ ﺃﺻﻔﻪ ﻣﺎ ﺃﻃﻘﺖ؛ ﻷﻧﻲ ﻟﻢ ﺃﻛﻦ ﺃﻣﻸ ﻋﻴﻨﻲ ﻣﻨﻪ

Artinya: "Tak ada seorang pun yang aku cintai dibanding Rasulullah dan tidak ada yang lebih agung di mataku. Aku tak mampu memenuhi mataku dari beliau, karena keagungannya. Jika aku ditanya tentang sifat beliau, maka aku tak berdaya. Sebab aku tak mampu memenuhi pandanganku dari beliau" (HR Muslim)

Hampir semua kitab-kitab sejarah, kepribadian dan apapun yang menyangkut Baginda Rasulullah, adalah pujian yang tak pernah keluar dari aturan yang dilarang dalam agama kita. [Santriwati Pintar]

Ma'ruf Khozin, pemateri kitab Buluughul Maraam di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/menuduh-memuji-nabi-berlebihan-itu-justru-ghuluw.html

Rabu, 08 Februari 2017

Catat, 26 Tahun Lagi, NU Akan Menjadi Ormas Penyangga Perdamaian Dunia

Santriwati Pintar - Nahdlatul Ulama (NU) itu organisasi paling aneh. Ketika seorang peneliti dari Australia mencari data arsip tentang jangka waktu organisasi di AD/ART paling awal, dia menemukan teks bahwa organisasi ini (NU), didirikan pada tahun 1926 hingga 29 tahun berikutnya.

Catat, 26 Tahun Lagi, NU Akan Menjadi Ormas Penyangga Perdamaian Dunia
Catat, 26 Tahun Lagi, NU Akan Menjadi Ormas Penyangga Perdamaian Dunia


Tentu ia marasa aneh. Sebab pada umumnya, tidak ada satupun organisasi yang membatasi waktu berdirinya hingga dibatasi kapan waktu ditutup. Contoh: jika sebuah organisasi didirikan pada tahun 1980, tidak ada aturan yang menyebut kapan organisasi tersebut dibubarkan. Biasanya, hanya ditulis "hingga waktu yang tak terbatas."

Hanya NU saja yang menurut peneliti tersebut membatasi waktu hidupnya. Peneliti itu pun kemudian menanyakan hal ini kepada Gus Dur, "ini apa maknanya?". Gus Dur pun kaget dan menjawab sekenanya, "mana saya tahu maksudnya, yang merumuskan sudah wafat semua," katanya.

Baca juga: NU Itu Lucu, Sudah Tua Tapi Masih Terlihat Belia

Kemudian Gus Dur mengamati sendiri dari prespektif sejarah NU. Tenyata setiap 29 tahun, NU selalu mengalami perubahan. Pada 1926, NU bergerak sebagai organisasi sosial keagamaan. Lalu, 29 tahun berikutnya, yakni 1955, ia menjadi partai politik dan menjadi organisasi yang berafiliasi dengan partai saat itu. Sempat menang sebagai partai politik agama.

Diamati lagi, 29 tahun berikutnya, yakni pada 1984, NU berubah lagi menjadi organisasi sosial keagamaan, dengan jargon kembali ke khittah 1926, yang mengonsentrasikan diri kembali kepada dakwah dan pendidikan.

Setelah 29 tahun pasca khittah, pada 2013 lalu, NU dan kader-kadernya menjadi basis gerakan besar civil society (penggerak kekuatan sipil) dimana sebelum itu, Gus Dur selalu memerintahkan NU agar lebih banyak membicarakan lokalitas. Dan hasilnya, kita bisa melihat, NU kini mampu menginspirasi gerak peradaban dunia berbasis lokalitas dan kultur, dengan jargon "Islam Nusantara".

NU sebagai gerakan civil society merupakan persiapan Gus Dur dalam rangka menghadapi perubahan 29 tahun berikutnya (pada 2042) dengan tantangan yang tentu lebih kompleks dari sekarang. Kala itu, NU diprediksi sebagai organisasi massa besar yang akan menjadi penyangga perdamaian dunia. Insyaallah.

Dari peristiwa ini, dapat kita sebut bahwa para pendiri NU dan sekaligus pendiri bangsa dan negara ini, bukanlah orang sembarangan. Mereka adalah kiai-kiai yang memiliki nur ma'rifat billah. Mereka sudah mengetahui bahwa setiap 29 tahun sekali, NU akan mengalami perubahan sesuai tuntutan zaman.

Oleh karena itulah, NU tidak bisa dihanguskan dari bumi ini oleh kekuatan rezim manapun. Lambangnya saja menggunakan simbol jagad. Hanya NU yang menggunakan jagad lalu diikat kendor. Lihat makna lambang NU pada foto di atas. Kini, sudah ada 194 Cabang NU yang berdiri di negara-negara dunia. Siap menjadi penyangga perdamaian dunia, bukan hanya Indonesia.

Jika para kiai memutuskan hidup bernegara di NKRI ini cukup dengan Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Pancasila, dengan pilihan paling final, sekali lagi, itu bukan sembarang keputusan, yang diambil berdasarkan nafsu, tapi benar-benar atas dasar ma'rifat billlah.

Bagaimana dengan ramalan pendiri gerakan khilafah yang katanya sekian tahun akan terwujud? Tidak ada kan? . Anda bisa menilai sendiri darimana gagasan itu muncul. Dari makrifat billah atau dari makrifat syaithoniyyah. Wallahu a'lam. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/catat-26-tahun-lagi-nu-akan-menjadi-ormas-penyangga-perdamaian-dunia.html

Sabtu, 09 Agustus 2014

Menpora: Kalau Atlet dari Pesantren, Pasti Lebih Berprestasi

Jember, Santriwati Pintar. Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi menegaskan, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang komplet. Di dalamnya tidak hanya diajarkan ilmu umum dan agama, tapi juga ada sistem pembentukan karakter yang kuat.

Imam Nahrawi menegaskan hal itu di aula Pondok Pesantern Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, akhir pekan lalu (15/3). Menurutnya, pesantren memiliki sistem tersendiri untuk mengajarkan budi pekerti, sehingga akhlak santri sangat menonjol. Makanya, saya yakin kalau atlet itu berasal dari pesantren, pasti akan lebih berprestasi karena dia sehat jasmani dan rohani, ucapnya di hadapan ratusan santri.

Menpora: Kalau Atlet dari Pesantren, Pasti Lebih Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora: Kalau Atlet dari Pesantren, Pasti Lebih Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Menpora: Kalau Atlet dari Pesantren, Pasti Lebih Berprestasi

Lelaki asal Madura tersebut menambahkan, lulusan pesantren tidak perlu berkecil hati untuk bersaing di dunai usaha ataupun berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Sebab, santri sudah mempunyai bekal kemandirian yang cukup, ilmu yang cukup lengkap, dan tentu saja kepasrahan (tawakkal) yang dalam.

Santriwati Pintar

Kalau misalnya, banyak pejabat yang berasal dari pesantren, insyaallah Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur. Saya sendiri juga pernah jadi santri. Dan saya merasa, saya bisa jadi menteri karena salah satuya berkat dukungan Kiai Muhyiddin (pengasuh Pesantren Nuris), urainya.

Santriwati Pintar

Dalam kesempatan itu, kedatangan Imam Nahrawi di Nuris disambut oleh para kiai dan pengurus NU serta sejumlah poltisi dari NU. Ia yang sudah beberapa kali mengunjungi Pesantren Nuris itu, juga berkenan melaksanakan shalat magrib berjamaah masjid Nuris. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58224/menpora-kalau-atlet-dari-pesantren-pasti-lebih-berprestasi

Santriwati Pintar

Minggu, 05 Januari 2014

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Jakarta, Santriwati Pintar. Mahasiswa NU yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PTNU Nusantara Kota Tangerang menggalang dana untuk membantu korban banjir di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Kegiatan yang dilakukan pada Senin, (9/2) ini menerjunkan para mahasiswa di jalan-jalan untuk menampung dana dari para pengguna jalan untuk disalurkan kepada korban banjir di kawasan Kapuk Muara, Jakarta Utara, salah satu kawasan terparah banjir Jakarta.

Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)


Mahasiswa NU Galang Dana Bantu Korban Banjir

Alhamdulilah kami bisa memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir setelah seharian kami melakukan penggalangan dana di jalanan di tengah guyuran hujan, ujar Idrus Steven Maulana Yusuf, Presiden BEM PTNU Nusantara melalui rilis yang diterima Santriwati Pintar.

Santriwati Pintar

Dia mengatakan, bantuan dana ini berupa uang tunai,beras dan pakaian yang disumbangkan dari para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa PTNU Nusantara yang disalurkan melalui Posko Peduli Banjir di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Idrus berpendapat, musibah bisa menimpa kepada siapa saja, tidak terkecuali warga Kapuk, karena itu setiap manusia memiliki kewajiban untuk saling menolong.

Santriwati Pintar

Siska Uliyana, Sekjen BEM PTNU menambahkan, bencana banjir yang menimpa warga Ibu Kota kali ini tentu menyisakan penderitaan dan kesedihan yang mendalam.

Akibat banjir itu, tambahnya, warga kehilangan harta benda mereka, karena itu sudah sepantasnya Mahasiswa PTNU Nusantara turun ke masyarakat untuk membantu warga yang sedang membutuhkan bantuan.

Sebab, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh mereka dari aksi sosial kita bersama, paparnya.

Anggota BEM PTNU lainnya, Maya Afandi mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga yang tertimpa musibah. Semoga aksi ini dapat menumbuhkan kepedulian kita bersama dari seluruh lapisan masyarakat, harapnya. (Red: Fathoni)

Foto: Kondisi banjir di daerah Kapuk, Jakarta Utara (@BPBDJakarta).

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57526/mahasiswa-nu-galang-dana-bantu-korban-banjir

Rabu, 11 Desember 2013

Amalan Malam Hari Raya Ied Wasiat KH Abdul Karim Lirboyo

Santriwati Pintar - Berikut ini amalan pada malam Hari Raya (Idul Adlha dan Idul Fitri), seperti disebut dalam kitab Kanzun Najah Was Surur, karya Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dan riwayat dawuh Syaikh Abdul Karim Lirboyo (Mbah Manab) oleh Syaikhina KH.Maimoen Zubair.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب” رواه الطبراني في الكبير والأوسط.

Amalan Malam Hari Raya Ied Wasiat KH Abdul Karim Lirboyo - Santriwati Pintar
Amalan Malam Hari Raya Ied Wasiat KH Abdul Karim Lirboyo - Santriwati Pintar


Amalan Malam Hari Raya Ied Wasiat KH Abdul Karim Lirboyo

Dari Ubadah Ibn Shomit r.a. Sungguh Rosulullah SAW bersabda: Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adlha, hatinya tidak akan mati, di hari matinya hati. HR.Thobaroni

عن أبي أمامه رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : “من قام ليلتي العيدين محتسباً لم يمت قلبه يوم تموت القلوب”. وفي رواية “من أحيا” رواه ابن ماجه

Santriwati Pintar

Dari Abi Umamah r.a, dari Nabi SAW, bersabda: Barangsiapa menegakkan dua malam Hari Raya dengan hanya mengharap Allah, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati. HR. Ibnu Majah.

Santriwati Pintar

Bagaimana cara menghidupkan/ menegakkan dua hari raya itu? Telah disebutkan oleh Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dengan mengamalkan beberapa amalan:

1. Syaikh Al Hafni berkata: Ukuran minimal menghidupkan malam bisa dengan Sholat Isya’ berjama’ah dan meniatkan diri untuk jama’ah Sholat Shubuh pada besoknya. Atau memperbanyak sholat sunnah dan bacaan-bacaan dzikir.

2. Syaikh Al Wanna’i dalam risalahnya: Barangsiapa membaca istighfar seratus kali (100×) setelah Sholat Shubuh di pagi Hari Raya, maka akan dihapus dosa-dosanya di dalam buku catatannya, dan pada hari kiamat akan aman dari siksa.

3. Masih dari Syaikh Al Wanna’i: Barangsiapa membaca ,

سبحان الله وبحمده

Subhaanallah wa bihamdihi 100× pada hari raya, dan menghadiahkan pahalanya untuk ahli kubur, maka para ahli kubur berkata,”Wahai Dzat Yang Maha Penyayang, rahmatilah ia, dan jadikanlah ia ahli surga”.

4. Syaikh Al Fasyni berkata dalam Tuhfatul Ikhwan: Dari Sahabat Annas, dari Nabi SAW, dawuh (yang artinya): Hiasilah dua hari raya dengan tahlil, taqdis, tahmid dan takbir”. Nabi juga dawuh: Barangsiapa yang membaca:

سبحان الله وبحمده

Subhaanallah wabihamdihi 300× dan ia menghadiahkan untuk muslimin yang sudah wafat, maka seribu cahaya akan masuk di setiap kuburan, dan Allah akan memasukkan seribu cahaya ke kuburnya jika ia meninggal.

5. Syaikh Az Zuhri berkata: Sahabat Anas r.a. berkata, Nabi SAW dawuh (yang artinya): Barangsiapa di dua hari raya mengucapkan:

لا اله الا الله وحده لا شريك له، له الملك و له الحمد يحي و يميت و هو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيئ قدير

sebanyak 400× sebelum Sholat ‘Ied, maka Allah SWT akan menikahkannya dengan 400 bidadari, seakan memerdekakan 400 budak, dan Allah SWT mewakilkan para malaikat untuk membangun kota-kota dan menanam pohon-pohon untuknya di hari kiamat.

Beliau Syaikh Az Zuhri berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Sahabat Anas r.a. Dan Anas r.a. dahulu juga berkata: “Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Nabi SAW.”

Diriwayatkan dari Syaikhina Wa Murobbi Ruuhina KH.Maimoen Zubair, dari Syaikh Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, beliau berkata:

“Sak makendut-makendute santri ojo nganti ora ngurip-urip malem rioyo loro, kanthi sholat ba’diyah Isya’ rong rakaat ditambah sholat witir sak rakaat”.

Artinya: “Senakal-nakalnya santri jangan sampai tidak menghidupkan dua malam hari raya (Idul Fithri dan Idul Adlha) dengan melaksanakan sholat sunah minimal dua rokaat setelah Isya’ dan satu rokaat witir” [Santriwati Pintar]

Yang mengamalkan, silakan tulis "Qobiltu" atau "Saya terima" di kotak komentar Facebook atau Bloger di bawah ini. Agar lebih banyak yang mengamalkan, silakan share post ini ke teman-teman lain. Supaya takbiran tidak hanya di isi dengan takbir keliling yang kadang melupakan esensi dzikir kepada Allah.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/amalan-malam-hari-raya-ied-wasiat-kh-abdul-karim-lirboyo.html

Minggu, 01 Desember 2013

Lahirkan Upaya Kongkrit Dorong Perdamaian

Perdamaian yang dicita-citakan oleh umat manusia selalu mendapat hambatan dari para ekstrimis dan mereka yang menginginkan tidak adanya perdamaian, namun demikian, upaya ini tidak boleh lelah harus terus diupayakan.

Nahdlatul Ulama selama ini telah terus menggelorakan kampanye perdamaian dengan berbagai cara, pada tanggal 15-17 Oktober mendatang, bersama dengan Global Peace Festival akan menggelar global peace festival di Jakarta, dengan berbagai ragam acara. Mukafi Niam dari Santriwati Pintar melakukan wawancara dengan H Slamet Effendy Yusuf, yang menjadi ketua panitia acara ini untuk mengetahui lebih lanjut penyelenggaraanya.

Lahirkan Upaya Kongkrit Dorong Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Lahirkan Upaya Kongkrit Dorong Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)


Lahirkan Upaya Kongkrit Dorong Perdamaian

Dari (Wawancara) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/24938/lahirkan-upaya-kongkrit-dorong-perdamaian

Santriwati Pintar

Santriwati Pintar

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock