Tampilkan postingan dengan label Sanad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanad. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

GP Ansor Surakarta Adakan PKD-Diklatsar

Boyolali, Santriwati Pintar. Pengurus GP Ansor Kota Surakarta sukses menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar), Jumat-Ahad (14-16/10) di Gedung Kampus UNU Mojosongo, Surakarta.

Dari pantauan Santriwati Pintar, puluhan peserta tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan para instruktur. Mereka juga mendapatkan beberapa pemaparan materi dari sejumlah narasumber.

GP Ansor Surakarta Adakan PKD-Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Surakarta Adakan PKD-Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Surakarta Adakan PKD-Diklatsar

Semalam para peserta sudah mendapatkan materi ke-NUan yang dipandu Katib Syuriyah PCNU Solo Kiai Abdul Aziz Ahmad dan ke-Banseran, terang Anwar, saat ditemui Santriwati Pintar, Ahad (16/11).

Anwar menambahkan, sedangkan untuk sesi terakhir, akan hadir narasumber dari Kepolisian dan TNI yang akan memaparkan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.

Santriwati Pintar

Sementara itu salah satu instruktur kegiatan Muh Abdullah menerangkan, PKD dan Diklatsar kali ini menggunakan standar 1, antara lain meliputi kedisiplinan, penguasaan medan, dan kepemimpinan.

Para kader yang mengikuti kegiatan ini, kita siapkan untuk menjadi kader penggerak dan pemimpin NU di masa depan, terangnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Santriwati Pintar

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55772/gp-ansor-surakarta-adakan-pkd-diklatsar

Senin, 23 November 2015

Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS

Pasca bom Sarinah, sebuah telegram langsung dari pemimpin tertinggi ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, secara rahasia berhasil dibongkar. Telegram itu ditujukan kepada Abu Wardah yang dikenal dengan nama Santoso, cabang ISIS di Poso.

Kami berhasil menterjemahkan surat tersebut dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Gerakan teror yang dilancarkan di Jakarta sebagai pemanasan untuk mengembangkan khilafah Daulah Islamiyah ternyata gagal di awal.

Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS - Santriwati Pintar
Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS - Santriwati Pintar


Ini Surat Ancaman Abu Bakar ISIS

Saya meminta pada kelompok di Indonesia untuk menata ulang pola serangan dengan baik, supaya kesuksesan Daulah Islamiyah di Indonesia berhasil setahap demi setahap.

Saya tidak tahu apa penyebab kegagalan itu. Tetapi dari media sosial yang saya dapatkan ternyata orang Indonesia tidak takut dengan ISIS. Malah mereka mengejek kita dengan memanggil Sis. Memangnya kita dagang online apa? "Sis, cek harga di inbox... PM, ya say...."

Saya tahu itu, karena dulu saya jualan online. Malah re-seller saya sudah 12 orang. Ah, maaf saya ngelantur. Terkadang memori lama memang mengasyikkan.

Kembali pada pokok permasalahan. Data yang masuk kepada kami kurang akurat. Indonesia ternyata bukan Perancis. Kami melihat orang Indonesia tidak ada takutnya. Malah ketika tembak-tembakan, masih ada yang jual sate segala. Ini teror apa pasar kaget? Coba di teliti ulang.

Data yang masuk kepada kami di pusat, orang Indonesia hanya takut pada satu hal, yaitu emak-emak naik motor matic karena sein-nya ke kanan, dia-nya kekiri. Ini bisa menjadi masukan bagus. Strategi berikutnya kita akan menyamar jadi emak-emak naik motor matic. Coba telusuri bagaimana caranya dan infokan ke kami.

Kegagalan kemarin sangat mengecewakan. Kenapa kalian tidak mampu membunuh banyak orang? Saya sempat mau kirimkan Boko Haram menggantikan posisi kalian. Hanya ada staf saya yang mengingatkan, di Indonesia harus dapat sertifikat dari MUI dulu baru halal. Ini maksudnya apaan? Masak namanya berubah jadi Boko Halal?

Kami memang salah mengira bahwa Indonesia mudah ditaklukkan. Ketika sedang santai, saya membaca lagi komik Asterix. Ternyata Indonesia itu mirip desa Galia. Sejarahnya memang bangsa Indonesia keturunan dari kerajaan Majapahit atau dulu dikenal dengan nama Majapahitix.

Di sana pasti ada ramuan ajaib. Mereka meminum ramuan yang dulu dibuat dukun Panoramix. Coba teliti lagi, saya dengar disana ada beberapa orang yang perlu diwaspadai. Data yang saya dapat, namanya Fadli Zonix, Fahri Hamzahix dan Nikita Mirzanix. Yang terakhir itu wanita. Dia sekali operasi mahal bayarannya, sekitar 60 juta. Dekati dia dan tawar, bisa tidak diskon 20%, ini sudah dekat mau lebaran.

Saya juga mendapat surat cinta dari yang bernama Denny Siregar. Dia sebut-sebut dalam suratnya Sumber Kencono, Kopaja dan Metromini. Kedengarannya menakutkan sekali. Mereka terbiasa diteror dengan itu sampai sudah tidak takut lagi. Saya tidak bisa menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa arab "Rapat belakang.. Tareeek..." Tolong saya dibantu menterjemahkan. Siapa tahu itu senjata rahasia.

Yang berikut saya akan pakai bahasa sandi supaya telegram ini tidak bocor:

[Santoso.. So... Aku Suroto, so.. Nang arab ae jenengku Abu Bakar Al Baghdadi. Aku iki wong Jowo, podo karo awakmu so.. Yak opo kabare Birin? Sek ngangon kambing? Gabung ae karo awakmu, So.. Lumayan, de'e oleh penghasilan. Sakno, so... Emak'e wis mati..]

Semoga bahasa sandi itu tidak bisa diterjemahkan semisal telegram ini bocor.

Saya lanjutkan kembali, Susun kembali pola serangan dengan baik. Kemarin itu polanya 4-3-3. Coba 3-6-1 atau 3-5-2. Kurangi bek-nya, perkuat pertahanan di tengah. Gelandang kiri jangan selalu kosong. Tolong kode ini dipahami dengan baik.

Saya rasa cukup telegram ini dan kalau sudah selesai dibaca, telegram ini akan hancur sendiri. Iya, saya niru film Mission Impossible. Kalau gak hancur, bisa dibakar pake korek api. Tetap semangat berjuang saudaraku. Semoga cepat terlaksana janji Tuhan untuk memberikan kita 72 bidadari. Tegakkan khilafah! Tegakkan khilafah!

Big Hug and Love,

Abu Bakar Al Baghdadi NB: So, awakmu isok ngguyu karo split? Aku kok ora isok ya, so? Bokongku suwek. [ed]

#KamiTidakTakutTeroris #KamiLawanTeroris

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/01/ini-surat-ancaman-abu-bakar-isis.html

Jumat, 05 September 2014

IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar

Grobogan, Santriwati Pintar. Upaya mensukseskan Ujian Nasional, Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Grobogan mengadakan Istighosah Akbar di Masjid Agung Baiturrohim Kecamatan Wirosari. Sabtu (14/4). Kegiatan yang bertajuk Pelajar Berdzikir itu yang dimulai pukul 09.00 pagi itu diikuti oleh ratusan pelajar SMA/SMK/MA se-Kecamatan Wirosari.

Ketua PC.IPNU Kabupaten Grobogan Fathoni memberikan motivasi kepada para peserta istighosah yang sebagian besar pelajar kelas XII. "Mari kita bersama-sama untuk menata hati dan fikiran melalui berdoa maupun berdzikir untuk meraih kelulusan dalam ujian mendatang," ujarnya saat sambutan.

Ia menambahkan kelulusan merupakan awal dari perjalanan untuk menghadapi tantangan yang sesungguhnya, yaitu bersosialisasi dengan masyarakat.

IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar

"Termasuk mengimplementasikan ilmu yang kita peroleh dari proses belajar di sekolah,"imbuh pria yang yang akrab disapa Toni.

Santriwati Pintar

Istighosah yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa Wirosari KH. Yahya Rosyad berlangsung khusuk dan khidmat. Usai berdoa, KH. Yahya menyampaikan sirahan rohani kepada ratusan pelajar yang hadir.

Santriwati Pintar

KH. Yahya mengajak para pelajar untuk selalu pandai menjaga hati dari godaan syaitan dan jin. Sebab godaan tersebut sangat mudah merusak akhlaq manusia melalui hati dan roh kita.

"Apabila roh dan hati kita sudah dirasuki oleh jin dan syaitan maka akhlaq kita akan terancam rusak," pesannya.

Sementara, Ketua PAC.IPNU Wirosari Abdurrahman Wahid yang juga pelaksana kegiatan menjelaskan kegiatan ini menjadi agenda rutinan yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ujian Nasional. dengan PAC. IPNU Kecamatan Wirosari.

"Alhamdulillah, acara ini mampu membuat para Pelajar tampak semakin optimis dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan digelar 16 April mendatang." tuturnya.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Qomarul Adib

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37466/ipnu-grobogan-adakan-istighosah-akbar

Santriwati Pintar

Senin, 09 Juni 2014

GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam

Karawang, Santriwati Pintar. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karawang bersama dengan Satpol PP, Polisi, TNI, MUI, Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Karawang dan sejumlah ormas lainnya, Sabtu (20/7/2013) dini hari melakukan razia tempat hiburan malam seperti diskotik dan tempat karaoke yang ada di Kabupaten Karawang.

Razia tersebut dilakukan, sebagai bagian dari penegakan surat edaran Bupati Karawang tentang jam operasional tempat hiburan di Karawang selama bulan Ramadhan. Meski razia tersebut dilakukan secara gabungan, namun razia tidak dilakukan dengan melakukan pengerahan massa, hanya perwakilan dari masing-masing instansi.

GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Karawang Razia Tempat Hiburan Malam

"Kami bersama-sama malam ini melakukan razia tempat hiburan. Di Karawang sudah ada aturan tentang jam operasional tempat hiburan. Jadi kami ingin melihat sejauh mana pengelola tempat hiburan melaksanakan aturan tersebut," kata Ketua GP Ansor Karawang, Ade Permana SH usai kegiatan razia.

Diteruskannya, razia tersebut juga untuk menjaga kondusifitas bulan Ramadhan di Karawang. Dikhawatirkan, jika ada tempat hiburan yang melanggar edaran Bupati tersebut, bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Santriwati Pintar

"Daripada nanti ada pihak-pihak tertentu yang melakukan razia dengan mengerahkan massa yang banyak, lebih cara seperti ini yang harus dilakukan," tambahnya.

Sementara itu, dalam surat edaran Bupati tentang hiburan malam selama Ramadhan ini, disebutkan bahwa untuk diskotik harus tutup total. Sementara untuk tempat karaoke boleh beroperasi mulai dari pukul 21.00 WIB sampai 24.00 WIB. Hasil dari razia ini, dari 14 tempat hiburan yang didatangi, semuanya tidak ada yang melanggar.

Santriwati Pintar

"Kita turun operasi dari jam 12 (malam), kita keliling satu-satu tempat hiburan didatangi, semuanya sudah tutup tepat waktu. Berarti semua tempat hiburan telah mentaati edaran Bupati," pungkas Dalop Satpol PP Kabupaten Karawang, Deni S Herlan.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Syahid

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45990/gp-ansor-karawang-razia-tempat-hiburan-malam

Santriwati Pintar

Sabtu, 24 November 2012

Ribuan Nahdliyin Kumandangkan Shalawat Nabi di Kraksaan

Probolinggo, Santriwati Pintar. Shalawat Nabi Muhammad SAW dari ribuan Nahdliyin bersama Habib Syech bin Abdul Qodir As-segaf berkumandang di Alun-alun Kota Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (30/3) malam.

Karena khawatir tidak kebagian tempat, sejumlah warga rela datang lebih awal meski gema shalawat nabi akan dimulai dua jam berikutnya. Mereka tidak hanya dari Probolinggo, para Syecher mania, sebutan untuk penggemar Habib Syech, juga datang dari berbagai kota di Jawa Timur.

Ribuan Nahdliyin Kumandangkan Shalawat Nabi di Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Kumandangkan Shalawat Nabi di Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Ribuan Nahdliyin Kumandangkan Shalawat Nabi di Kraksaan

Sejumlah persiapan seperti buku saku shalawat nabi, bendera NU dan

Syeckher mania tak dilupakan para pecinta shalawat nabi ini. Usia lanjut tak menjadi soal bagi Muslimat warga di wilayah Probolinggo untuk bisa bershalawat bersama ribuan Nahdliyin lainnya.

Santriwati Pintar

Tak hanya orang tua, Syeckher mania cilik dan kalangan pemuda tak mau ketinggalan bergabung bersama Nahdliyin dalam mengumandangkan shalawat nabi.

Santriwati Pintar

Syecher mania tak hanya datang dari dalam Probolinggo, ribuan warga NU lain juga datang dari sejumlah kota di Jawa Timur seperti Lumajang, Jember, Situbondo dan Banyuwangi.

Gema shalawat nabi tersebut digelar Pemkab sebagai puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta menyambut Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke 269.

Seluruh pengurus NU mulai dari tingkat ranting hingga cabang serta banom, lembaga dan lajnah NU juga dilibatkan dalam acara Kraksaan Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir As-segaf tersebut.

Ratusan personil gabungan TNI-Polri yang dibantu Banser GP Ansor diterjunkan untuk mengamankan jalannya acara tersebut. Semarak dari antusiasme warga bershalawat membahana dari Alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Acara tersebut berlangsung aman dan tertib tanpa adanya gangguan apapun. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58555/ribuan-nahdliyin-kumandangkan-shalawat-nabi-di-kraksaan

Santriwati Pintar

Kamis, 29 Desember 2011

Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal

Santriwati Pintar - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, mengerahkan 35 ribu personel Barisan Ansor Serba Guna (Banser) se Jawa Tengah, untuk membantu aparat keamanan pada pelaksanaan perayaan Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Sejumlah 35 ribu personel Banser tersebut tersebar di 35 Kabupaten dan Kota yang dikoordinasi oleh masing-masing Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se Jateng.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Ikhwanuddin mengatakan, sesuai instruksi Ketua Umum PP GP Ansor, KH Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Tutut, bahwa Banser harus turut serta menjaga kondusifitas keamanan, dengan catatan jika diminta oleh pihak kepolisian setempat.

Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal - Santriwati Pintar
Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal - Santriwati Pintar


Bantu Aparat, 35 Ribu Banser Jateng Siap Hajar Provokator Selama Natal

“Kita mengerahkan sekitar 35 ribu personel Banser. Masing-masing Kabupaten dan Kota juga telah diminta oleh pihak kepolisian untuk membantu mengamankan sesama warga negara yang akan menjalankan ibadah,” kata Ikhwan, Jumat (23/12/2016).

Ikhwan juga mengimbau pada seluruh personel Banser, agar dalam menjaga keamanan, untuk selalu berkoordinasi dengan aparat Polri dan TNI. Jangan bertindak dengan individu tanpa adanya komando.

Santriwati Pintar

“Kami mengimbau pada sahabat-sahabat Banser di lapangan, semua langkah yang dilakukan harus melalui komando pimpinan masing-masing, dan harus berkoordinasi dengan aparat,” tegasnya.

Selain ikut membantu aparat menjaga keamanan lingkungan tempat ibadah, juga diimbau untuk tetap menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing. Utamanya di lingkungan yang warganya juga sedang merayakan Hari Raya.

Santriwati Pintar

“Sebab mereka juga merayakan di rumah masing-masing. Ini juga perlu jadi perhatian bersama,” katanya.

Ikhwan juga mengimbau pada masyarakat untuk selalu menjaga toleransi antarumat beragama. Dalam hidup di tengah masyarakat bisa saling menghargai satu sama lain, agar tercipta suasana yang tenteram dan saling mengasihi.

“Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, memberikan kasih sayang pada alam raya. Banser NU harus bisa mewujudkan itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain mengerahkan personel lapangan dalam kegiatan pengamanan umat lain yang menjalankan ibadah, juga telah menyiagakan personel yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan informasi.

“Melalui Ansor Cyber Media, telah diinstruksikan untuk patroli di dunia maya, pihak-pihak yang melakukan provokasi dan penebar kebencian di dunia maya dalam momentul Natal ini, akan kita hajar dan laporkan ke pihak berwajib,” tandasnya.

Ikhwan juga menegaskan, sikap Banser tersebut bukan menjaga Gereja maupun terlibat dalam kegiatan agama lain, namun menjaga kebhinekaan yang menjadi kewajiban tiap warga negara. [Santriwati Pintar/ hudSantriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/bantu-aparat-35-ribu-banser-jateng-siap-hajar-provokator-selama-natal.html

Minggu, 30 Januari 2011

Gus Sholah: Ada Kesan, Pendukung Ahok Bukan Islam, yang Tidak Mendukung Bukan Indonesia

Santriwati Pintar - Mencermati kondisi mutakhir persatuan bangsa yang sangat memprihatinkan, keluarga besar Pesantren Tebuireng dan civitas akademika Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) menyampaikan rumusan Pesan Kebangsaan Pesantren Tebuireng. Pesan keprihatinan itu dibacakan oleh KH Salahuddin Wahid saat menutup acara peresmian Pusat Kajian Pemikiran KHM Hasyim Asy'ari, Ahad (05/02/2017).

Gus Sholah menilai, bangsa Indonesia adalah adikarya para pendiri bangsa yang amat ideal. Namun, perjalanan 71 tahun belum cukup memadai untuk bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan secara nyata. "Kita masih menghadapi banyak masalah mendasar yang harus diselesaikan," kata salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama itu.

Gus Sholah: Ada Kesan, Pendukung Ahok Bukan Islam, yang Tidak Mendukung Bukan Indonesia - Santriwati Pintar
Gus Sholah: Ada Kesan, Pendukung Ahok Bukan Islam, yang Tidak Mendukung Bukan Indonesia - Santriwati Pintar


Gus Sholah: Ada Kesan, Pendukung Ahok Bukan Islam, yang Tidak Mendukung Bukan Indonesia

Bagi kalangan pesantren, pembukaan UUD 1945 adalah mitsaqon gholidhon (kesepakatan kokoh) para pendiri bangsa yang menjadi dasar bangunan negara sebagai pengejawantahan dari cita-cita bangsa Indonesia. Di dalamnya tercantum tujuan didirikannya negara dan dasar Negara Pancasila. "Karena itu, pembukaan UUD 1945 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa diubah," tegasnya.

Menurut adik kandung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid ini, keindonesiaan dan keislaman yang semula dipertentangkan, telah berhasil dipadukan oleh para pendiri bangsa. "Perpaduan yang merupakan faktor utama persatuan Indonesia dan berpotensi menjadi model bagi dunia ini, harus kita kawal dan rawat bersama. Jangan sampai dilemahkan," tutur Rektor Unhasy itu.

Santriwati Pintar

Selama hampir 40 tahun setelah kemerdekaan, pertentangan itu masih ada. Dan, proses perpaduan itu mencapai puncak kematangannya pada 1984, saat NU secara menerima Pancasila. "Ironisnya, saat ini kita melihat ada gejala yang mempertentangkan lagi," ujarnya.

Santriwati Pintar

Diakui oleh Gus Sholah, salah satu hal yang mendasari lahirnya pesan kebangsaan ini adalah timbulnya ontran-ontran (gonjang-ganjing) politik, terutama karena pilkada DKI. "Ada kesan, yang mendukung Ahok bukan Islam. Sedangkan yang tidak mendukung Ahok bukan Indonesia. Itu dua-duanya keliru," tegasnya.

Selain merespons situasi politik, pesan kebangsaan itu juga menyoroti fenomena ketidakadilan sosial dan ekonomi yang ada di tengah masyarakat. Juga jaminan hak dasar yang harus terus dipenuhi oleh negara secara bertahap. "Termasuk jaminan kebebasan beragama, perlu diterapkan secara utuh di dalam masyarakat," tandas mantan wakil Ketua Komnas HAM ini.

Keluarga besar Pesantren Tebuireng juga berharap, peran aktif Indonesia yang berdaulat dalam perdamaian dunia sebagai tujuan bernegara perlu ditingkatkan.

Untuk mewujudkan semua itu, ada sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi. Antara lain, diredamnya (potensi) konflik dan tumbuhnya rasa saling percaya antar kelompok masyarakat dan penegakan hukum yang menjamin keadilan. Juga, perbaikan akhlak bangsa, khususnya generasi muda dan mencegah merebaknya penyakit sosial.

Perbaikan birokrasi penyelenggara negara supaya efisien, efektif dan tidak korup juga tidak kalah penting. "(Prasyarat terakhir), hadirnya partai politik yang punya idealisme dan dipimpin oleh tokoh negarawan," urai Gus Sholah.

Acara yang berlangsung di Aula Gedung KH Yusuf Hasyim Tebuireng itu juga dihadiri oleh mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan dan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Masykuri Abdillah. Juga, wakil Rektor Unhasy Haris Supratno dan wakil pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gus-sholah-ada-kesan-pendukung-ahok-bukan-islam.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock