Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Diminta Serahkan Gulen, AS Ajukan Syarat

Istanbul, Santriwati Pintar. Turki pada Senin meminta Amerika Serikat menyerahkan Fethullah Gulen, ulama terduga dalang kudeta gagal terhadap pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan.

Selain itu, pemerintah Turki juga terus melakukan pembersihan terhadap anasir pemberontak setelah menangkap ribuan tentara.

Diminta Serahkan Gulen, AS Ajukan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Diminta Serahkan Gulen, AS Ajukan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)


Diminta Serahkan Gulen, AS Ajukan Syarat

Pejabat keamanan kepada Reuters mengungkapkan bahwa sekitar 8.000 polisi dipecat dari jabatannya karena diduga terlibat dalam upaya kudeta pada Jumat pekan lalu itu.

Sekitar 30 gubernur dan 50 pejabat sipil juga dipecat, demikian berita dari CNN Turk.

Santriwati Pintar

Santriwati Pintar

Sementara itu, Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan bahwa 7.543 orang ditahan, termasuk 6.038 tentara. Pembersihan juga dilakukan di kalangan pegawai negeri.

Pemerintah Turki menuding Fethullah Gulen, seorang ulama yang tinggal di Amerika Serikat dan mempunyai banyak pengikut di Turki, sebagai pihak yang menjadi dalang upaya kudeta. Gulen sendiri membantah tuduhan tersebut.

Ankara meminta Washington untuk menyerahkan Gulen. Amerika Serikat kemudian menyatakan siap memulangkan Gulen dengan syarat ada bukti cukup dari Turki. Yildirim menolak permintaan tersebut.

"Kami akan kecewa jika Amerika Serikat meminta kami menyediakan bukti meski organisasi tersebut telah berupaya menghancurkan pemerintahan terpilih dengan perintah orang tersebut (Gulen)," kata Yildirim.

"Pada tahap ini, pertemanan kami (dengan Amerika Serikat) mungkin harus mulai dipertanyakan," kata dia.

Menurut keterangan Yildirim, 232 orang tewas dalam upaya kudeta pada Jumat, 208 di antaranya adalah penduduk sipil, polisi dan tentara yang loyal kepada Erdogan.

Kudeta itu gagal setelah Erdogan menelpon sebuah stasiun televisi dan meminta pengikutnya untuk turun ke jalan menolak kudeta. Erdogan yang saat itu tengah berlibur kemudian langsung kembali ke Istanbul pada Sabtu pagi.

Pada Ahad, dia mengatakan bahwa parlemen harus mempertimbangkan permintaan rakyat untuk menerapkan hukuman penalti bagi pelaku kudeta.

"Kita tidak bisa mengabaikan tuntutan ini. Dalam negara demokrasi, apa pun permintaan permintaan rakyat harus dipatuhi," kata Erdogan di depan pendukungnya.

Turki menghapus hukuman mati sejak 2004 sebagai bagian dari reformasi untuk menggabungkan diri dengan Uni Eropa. Pada Senin, Jerman mengatakan bahwa Turki akan kehilangan kesempatan bergabung dengan Uni Eropa jika kembali menerapkan hukuman tersebut.

Mengenai Gulen, Erdogan sudah sejak lama menuding tokoh tersebut secara diam-diam merekrut pengikut dari kalangan penegak hukum, kepolisian, tentara, dan media.

Di sisi lain, Gulen justru menuding Erdogan adalah pihak yang sengaja menciptakan kudeta itu untuk membersihkan pengikut setia Gulen dalam lembaga negara. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69804/diminta-serahkan-gulen-as-ajukan-syarat

Santriwati Pintar

Minggu, 02 Maret 2014

PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi

Jakarta, Santriwati Pintar. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya ulama besar Suriah Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi (84) akibat serangan bom bunuh diri, Kamis (21/3).

Kami sangat menyesalkan kekerasan di Suriah yang mengakibatkan tewasnya ulama besar yang luar biasa pengaruhnya di dunia Islam, kata Rais Suriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin saat dihubungi Santriwati Pintar, Jumat malam.

PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi

Menurut dia, al-Buthi merupakan ulama Sunni terkemuka dengan tingkat kecakapan yang sangat tinggi pada disiplin keislaman. Karya-karyanya cukup monumental dan sering dirujuk kalangan cendekiawan muslim dunia.

Semua ulama tahu bahwa beliau aktif di dunia pemikiran, seperti ushul fiqih dan lain sebagainya. Saya kira untuk sementara belum ada bandingannya di dunia ini yang sealim dan setingkat Said Ramadhan al-Buthi, imbuhnya.

Santriwati Pintar

Di antara kitab karangan al-Buthi yang populer adalah Dlawabit al-Mashlahah fi al-Syariat al-Islamiyyah, Fiqh Sirah, Muhadharat Fil Fiqhil Muqharin Maa Muqaddimati Fi Bayani Asbabi Ikhtilafi al-Fuqaha Wa Ahammiyyati Dirasatil Fiqhil Muqarin, Al-Islam Maladz Kulli Mujtamaat Insaniyyah Limadza wa Kaifa, dan lain-lain.

Santriwati Pintar

Kiai Ishom menjelaskan, buah pikiran al-Buthi sering sejalan dengan pendapat para kiai NU. Hal ini terutama karena al-Buthi merupakan tokoh penganut mazhab Imam Syafii di bidang fiqih dan pengikut mazhab Imam Abu Hasan Asyari dalam hal akidah.

Seperti diwartakan, ulama kelahiran Turki pada 1929 ini menjadi korban keganasan bom bunuh diri yang diduga dari penentang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad saat memberikan ceramah di Masjid al-Iman yang terletak di Damaskus, ibu kota Suriah. Akibat serangan ini, sedikitnya 49 orang tewas, termasuk cucu al-Buthi, dan 84 orang lainnya terluka.

Kita merasa kehilangan sekali ulama yang moderat seperti Said Ramadhan al-Buthi, ujar Kiai Ishom.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43254/pbnu-sesalkan-serangan-terhadap-said-ramadhan-al-buthi

Santriwati Pintar

Kamis, 10 November 2011

Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China

Nanchang, Santriwati Pintar. Ya Nabi salaam alaika Ya Rasul salaam alaika, kalimat tersebut. Mungkin terdengar biasa dari mushala-mushala di Indonesia. Tapi kali ini terdengar dari gedung asrama mahasiswa internasional Nanchang University.

Kalimat tersebut didendangkan puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang studi di China dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Setiap malam puluhan anggota Asosiasi Mahasiswa Islam Indonesia Nanchang (AMIIN) tersebut, selama 12 hari membaca shalawat barzanji.

Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China (Sumber Gambar : Nu Online)


Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China

Kegiatan tersebut dilakukan bergiliran di asrama anggota yang berbeda-beda. Tujuannya, selain mengumandangkan shalawat, juga mempererat tali silaturahim para anggota.

Organisasi yang baru dibentuk menjelang awal Januari tersebut beranggotakan mahasiswa berasal dari Jawa Tengah, Makassar dan Aceh yang sedang belajar di Nanchang University, Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi.

Santriwati Pintar

Sebagian dari mereka adalah alumnus beberapa pondok pesantren di daerahnya masing-masing. Saat ini mereka mendapatkan beasiswa belajar S2 diantaranya jurusan IT, Matematika, Jurnalistik dan sebagian pendidikan bahasa Mandarin dari pemerintah China.

Santriwati Pintar

Alhamdulillah, selama 12 hari kami laksanakan di tengah ujian akhir semester berlangsung dan puncak musim dingin. Tapi tidak membuat teman-teman kendur semangatnya. Malah banyak teman-teman rasakan semakin tenang dalam menjalankan aktivitas keseharian selama di sini, ujar Nurwidiyanto selaku koordinator AMIIN.

Setiap malam, selama satu jam kumandang shalawat mereka baca. Pada malam ke-12 atau Selasa (14/1) digelar khataman maulid. Lalu diskusi meneladani Rasulullah bersama Boihaki dari Aceh, Khoirudin dan Nurwidiyanto yang sama-sama dari Kendal Jawa Tengah.

Diskusi tersebut ditutup dengan makan malam bersama dan saling bertukar makanan yang dimasak sendiri.

Chalik, mahasiswa asal Makassar yang kebetulan baru satu semester tinggal di Nanchang mengatakan sangat berbahagia bisai kut acara tersebut. Menurut dia, selain bisa menambah kecintaan akan Rasul juga merekatkan hubungan diantara satu sama lain.

Di China sendiri dengan minoritas muslim berjumlah sekitar 20 juta orang, sebagian besar menganut madzab Imam Hanafi. Walaupun mereka mengerti shalawat, tapi peringatan maulid nabi tidak sesemarak di Indonesia. (Ahmad SyaifuddinZuhri/Abdullah Alawi)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49493/mahasiswa-indonesia-bershalawat-di-china

Santriwati Pintar

Selasa, 28 Desember 2010

PCINU Diharap Promosikan Islam Nusantara ke Dunia

Amsterdam, Santriwati Pintar. Ahad 18 Januari 2015 lalu, disaksikan ratusan anggota Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri.

Sebanyak 29 orang yang terdiri atas para mukimin Indonesia di Belanda maupun para mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 dan S3 di Belanda dilantik sebagai Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda untuk masa khidmat 2014-2016.

Pelantikan PCINU Belanda ini diselenggarakan bersamaan dengan acara tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara pengajian dimeriahkan dengan pembacaan sholawat oleh siswa-siswi Madrasah Al-Ikhlas Amsterdam yang secara kompak dan merdu melantunkan Tholaal Badru, Alhamdulillah wa Syukrulillah, Sholatun Bisalamin Mubin, dan Sholatullah Salamullah.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan barzanji oleh para generasi muda PPME Al-Ikhlas yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Ahmad Mizar, Lc, MA. Sebagai penceramah tunggal dalam tabligh akbar ini adalah KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus.

PCINU Diharap Promosikan Islam Nusantara ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Diharap Promosikan Islam Nusantara ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)


PCINU Diharap Promosikan Islam Nusantara ke Dunia

Turut hadir dalam acara Pelantikan PCINU Belanda dan pengajian maulid ini pejabat dan diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Pengurus PPME Wilayah Belanda, Pengurus PPME dari kota-kota lain di Belanda, tokoh diaspora Muslim asal Mesir dan staf pengajar di Fakultas Teologi Vrij Universiteit Dr. Yaser Ellethy, delegasi PCINU dari negara-negara di Eropa dan Mediterania (Jerman, Belgia, United Kingdom, dan Maroko), dan para undangan lainnya.

Danang Waskito, mewakili KBRI di Belanda menyampaikan ucapan selamat dan dukungannya atas pelantikan PCI NU Belanda. Di Belanda tantangannya sangat besar. Menjadi tugas PCINU Belanda untuk menunjukkan agar citra Islam dan citra bangsa Indonesia makin baik di sini.

Menurut Danang, diplomasi Indonesia tidak bisa dilakukan oleh KBRI semata. Diplomasi mengenal apa yang disebut multi-tracks diplomacy. Di sinilah peran PCINU sangat diharapkan. PCINU Belanda harus memperkuat diplomasi kita di negeri Belanda sehingga masyarakat Indonesia makin diterima di sini, citra Indonesia dan Islam juga makin baik di Eropa, dan khususnya di Belanda ini.

Santriwati Pintar

Dalam kesempatan itu, Danang Waskito meneruskan kembali pesan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang sebelumnya menjabat Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, agar masyarakat Indonesia bangga menjadi bangsa Indonesia. Untuk itu, Danang Waskito mendukung visi PCINU Belanda yang ingin mempromosikan Islam Nusantara di Belanda khususnya, dan Eropa umumnya.

Menurut Danang, bangsa Indonesia yang multikultur, yang menghormati sesama, yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-alamin merupakan ciri-ciri yang membentuk jati diri bangsa Indonesia yang harus dibanggakan. Dan hal ini sangat sejalan dengan paham keagamaan Nahdlatul Ulama. Karena itu, KBRI sangat senang dengan kehadiran PCINU di Belanda. (Muhamad Shohibuddin/Anam)

*Foto Gus Mus bersama PCINU Belanda usai pelantikan

Santriwati Pintar

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57165/pcinu-diharap-promosikan-ldquoislam-nusantarardquo-ke-dunia

Santriwati Pintar

Kamis, 27 Mei 2010

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Santriwati Pintar. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)


Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan.

Santriwati Pintar

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu.

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah.

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan.

Santriwati Pintar

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf.

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW.

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam.

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram.

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat.

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47901/mengintip-sejarah-dua-masjid-suci

Santriwati Pintar

Rabu, 12 April 2006

Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan

Selangor, Santriwati Pintar. Dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70, Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia menyelenggarakan malam Gebyar Kemerdekaan di kampung Payajaras Hilir, Sungai Buloh, Malaysia pada Ahad (16/8).

Ketua Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih, beserta jajarannya mempersembahkan tumpeng kemerdekaan. Ia mengaku sangat senang sekali dengan diadakannya acara ini. Ia menilai kegiatan semacam itu sebagai salah satu sarana untuk tetap mempertahankan nasionalisme bagi warga Indonesia di Malaysia.

Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Malaysia Persembahkan Tumpeng pada Gebyar Kemerdekaan

Meski sempat diguyur hujan, kegiatan kerja sama dengan Ikatan Komunitas Merah Putih (IKMP) dan Paguyuban Solidaritas Masyarakat Jawa (PASOMAJA) tersebut, tidak menyurutkan ratusan masyarakat Indonesia untuk turut serta.

Santriwati Pintar

Dalam sambutan, ketua panitia acara Yandi Purnama menegaskan bahwa acara ini tidak hanya sebagai peringatan kemerdekaan saja, tetapi juga sebagai ajang silaturahim dan memperkokoh ukhuwah masyarakat Indonesia di Malaysia.

Santriwati Pintar

Selain untuk memperingati hari kemerdekaan dan mengenang jasa para pahlawan, kita jadikan acara malam hari ini sebagai sarana untuk bersilaturahim dan menguatkan ukhuwah antara kita, katanya.

Acara yang disponsori AURA JPS Cargo dan Telekomunikasi Indonesia itu dimulai pukul 14.30 dengan lomba karaoke lagu kebangsaan, Hari Merdeka. Lomba tersebut diikuti 18 peserta dari berbagai tempat seperti Seremban, Ipoh, Perak, kampung sekitar.

Dewan juri yang terdiri dari seorang guru kesenian di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan dua orang staf KBRI memutuskan Junaidi, perwakilan dari IKMP, sebagai juara pertama. Sementara Putri, dari masyarakat sekitar sebagai juara dua. Dan Sri Maya, perwakilan Muslimat NU juara ketiga. Masing-masing juara mendapatkan hadiah uang tunai sebesar RM 300, RM 200 dan RM 150.

Ketua IKMP Sarof Namat berpesan dalam pidatonya untuk tetap memupuk rasa solidaritas sesame WNI dan menjaga nama baik bangsa di negeri jiran ini.

Acara terus berlanjut sampai tengah malam yang diisi dengan istighasah dan pebacaan doa bersama serta hiburan rakyat. Sebagai acara puncak yaitu pemotongan tumpeng kemerdekaan tepat pukul 24.00 yang dihiasi dengan gelegar kembang api. (Red: Abdullah Alawi)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61647/muslimat-nu-malaysia-persembahkan-tumpeng-pada-ldquogebyar-kemerdekaanrdquo

Santriwati Pintar

Minggu, 03 Juli 2005

PBNU Desak PBB dan OKI Tegas soal Pengeboman di Belgia dan Pakistan

Jakarta, Santriwati Pintar. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam aksi bom bunuh diri di Bandara Zenvatem, Brussels, Belgia pada 23 Maret lalu dan di Taman Gulshan-e-Iqbal Lahore, Pakistan, pada 27 Maret kemarin. Tindakan teror tersebut diketahui menewaskan sedikitnya 28 orang dan 304 korban luka-luka di Belgia; serta menelan korban jiwa 60 orang di Pakistan.

PBNU mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas internasional, PBB dan juga OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) untuk segera mengusut dan menindak tegas pelaku pengeboman di Belgia dan Pakistan. Kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan motif bagaimanapun tidak dibenarkan sebab ia mencederai kemanusiaan.

PBNU Desak PBB dan OKI Tegas soal Pengeboman di Belgia dan Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak PBB dan OKI Tegas soal Pengeboman di Belgia dan Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Desak PBB dan OKI Tegas soal Pengeboman di Belgia dan Pakistan

Menurut PBNU, segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan dakwah bukan ciri Islam rahmatan lil alamin (sebagai rahmat bagi semesta alam). Islam mengutuk kekerasan. Bahkan, tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan.

"Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas kejadian bom bunuh diri di Brussels, Belgia, dan Lahore, Pakistan," bunyi siaran pers yang ditandatangani Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Senin (28/3).

Santriwati Pintar

PBNU memandang, perdamaian, kebebasan, dan juga toleransi adalah prinsip utama dalam menjalankan kehidupan di samping prinsip maqashidus syariah (filosofi hukum Islam) menjamin terjaganya agama dan akal (hifdhud-din wal aql), jiwa (hifdhun-nafs, kesucian keturunan (hifdhun-nasl), harta (hifdhul mal), dan kehormatan (hifdhul irdl).

Santriwati Pintar

PBNU meyakini bahwa Islam mengajarkan nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah sebagaimana termaktub dalam Surat An-Nahl ayat 125 yang berpesan kepada umat untuk menyeru ke jalan Tuhan dengan bijak dan nasihat yang baik. (Mahbib)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66880/pbnu-desak-pbb-dan-oki-tegas-soal-pengeboman-di-belgia-dan-pakistan

Santriwati Pintar

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock