Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

Kampanye Save Aleppo Hanya Kedok Menutupi Kemerdekaan Suriah

Santriwati Pintar - Aleppo adalah di antara kota penting di Suriah dan termasuk kota tertua di dunia. Sudah ada sejak 2000 tahun sebelum masehi. Letaknya yang strategis sebagai pusat perdagangan menjadikan kota ini sering menjadi rebutan dan pernah dibawah kekuasaan bangsa yang beragam. Mulai dari Hitit (2000 M), Mesir dan Asiria (abad ke 8 SM), Persia (abad ke 6 SM), Macedonia (332 SM), Romawi (64 SM), Arab (635 M), Tartar (1260), Mongol (1398) Kesultanan Ustamaniyah (1517 M) dan Perancis (1920) dan menjadi bagian negara Suriah sejak tahun 1944.

Kampanye Save Aleppo Hanya Kedok Menutupi Kemerdekaan Suriah
Kampanye Save Aleppo Hanya Kedok Menutupi Kemerdekaan Suriah


Pernah ditaklukkan bangsa yang beragam menjadikan negara ini memiliki banyak bangunan dan situs bersejarah. Termasuk kebaragaman penduduknya, dari agama, suku dan tradisi. Dibawah pemerintahan Suriah setidaknya sampai tahun 2011, warga Aleppo hidup dalam keadaan damai dan harmonis.

Tahun 2011 kelompok pemberontak yang diback up negara-negara Barat termasuk Turki masuk ke Aleppo dan menguasainya. Kelompok pemberontak tersebut kemudian mendeklarasikan Aleppo bagian dari negara Islam. Dari situlah kepedihan dan penderitaan warga Aleppo bermula.

Kelompok pemberontak memaksakan hukum Islam versi mereka untuk diterapkan pada warga Aleppo yang heterogen. Mereka menjadikan tawanan bahkan menjadi rampasan perang warga Aleppo yang non muslim. Mereka menjadikan tawanan sebagai budak-budak mereka. Tidak jarang warga yang melawan dan tidak kooperatif akan dengan mudah mereka bunuh. Mereka menyebarkan video-video saat mengeksekusi dengan sadis warga yang tidak pro mereka untuk meneror warga. Tidak jarang, warga umum dipaksa untuk menyaksikan aksi eksekusi tersebut.

Hidup dalam ketakutan dan kecemasan, serta harapan hidup layak yang nyaris tidak ada di bawah kekuasaan pemberontak, siapakah yang simpatik pada warga Aleppo? Apakah saat-saat itu ada gerakan kampanye save Aleppo di Indonesia?

Sebagai bagian teritorialnya, yang kemudian direbut paksa, wajar jika Suriah menjalankan misi merebut kembali Aleppo. Namun mengapa misi pembebasan itu memakan waktu yang berlarut-larut? Itu karena keberadaan warga sipil. Keberadaan warga sipillah yang membuat militer Suriah kesulitan untuk menyerang kelompok pemberontak di Aleppo. Bahkan sudah menjadi fakta yang tidak bisa dibantah, pemberontak menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup ketika militer Suriah melancarkan serangan. Hasil investigasi PBB dan lembaga HAM Internasional menyebutkan itu.

Keterlibatan Rusia membantu misi pembebasan itu sedikit memberikan harapan. Tapi tetap saja, upaya pembebasan Aleppo memakan waktu yang tidak sedikit. Kalau Suriah dan Rusia tidak mau peduli dengan nasib warga sipil Aleppo, beberapa RS-28 Sarmat (rudal canggih jelajah) milik Rusia sudah cukup untuk menghancur leburkan Aleppo dalam 2 detik sekaligus menewaskan semua teroris di dalamnya. Ketika Rusia dan Suriah menahan diri untuk tidak menggunakan rudal-rudal dengan daya ledak dasyhat selama itu, maka mungkinkah mereka dengan sengaja menjadikan warga sipil, perempuan dan anak-anak sebagai target untuk mereka turut habisi juga?

Kalau memang sejak awal, isu bahwa Bashar Assad hendak membunuhi warganya yang Sunni itu benar, tentu untuk merebut kembali Aleppo harusnya militer Suriah tidak perlu peduli pada nasib warga Aleppo. Berlarut-larutnya misi pembebasan Aleppo, menjadi fakta, Suriah berusaha membebaskan Aleppo dengan meminimalisir korban dari warga sipil. Itulah yang menjadikan misi tersebut menjadi sulit. Ketika ada korban dari warga sipil berjatuhan, itu hal yang tidak bisa dihindari dalam perang. Dan logiskah, warga yang ribuan tahun hidup secara harmonis ditengah banyaknya perbedaan yang ada, tiba-tiba terhasut saling bunuh karena beda mazhab?.

Media-media pendukung teroris di Indonesia tidak pernah memperlihatkan militer Suriah yang secara dramatis melakukan safety corridor, membantu ribuan warga Aleppo mengungsi sembari tetap membalas serangan-serangan pemberontak. Tidak pernah memperlihatkan warga Aleppo yang melarikan diri dari cengkraman pemberontak. Tidak pernah memperlihatkan suasana kehidupan warga Aleppo yang damai dan hidup layak sebelum pemberontak memasuki kota mereka dan tidak pula memperlihatkan adanya aksi besar-besaran warga Aleppo mendukung Bashar Assad di awal-awal terjadinya konflik berdarah di Aleppo.

Yang mereka blow up adalah foto anak-anak dan warga sipil yang menjadi korban dalam perang. Siapakah yang lebih dulu menjadikan Aleppo sebagai ajang pertempuran? Siapakah yang lebih dulu memasuki Aleppo dengan memanggul senjata dan menyebar teror kepada warga? Siapakah yang dengan mudah menghabisi nyawa warga di jalan-jalan yang kemudian mendokumentasikan dan menyebarnya untuk menakut-nakuti warga? Selama diserang tentara Suriah dan Rusia apakah ada upaya dari pemberontak untuk menyelamatkan warga sipil agar tidak menjadi korban perang? Apa ada kamp pengungsian yang dibuat oleh pemberontak untuk warga Aleppo?

Ketika Suriah telah hampir mencapai targetnya membebaskan Aleppo, tiba-tiba dengan massif media-media propagandis teroris menunjukkan simpatiknya pada warga Aleppo dengan mengkampanyekan tagar save Aleppo di media-media sosial. Di saat yang sama mengutuk dan mengecam Suriah dan Rusia sebagai biang keladi tragedi kemanusiaan di Aleppo.

Siapakah yang sakit hati ketika Aleppo kembali di pangkuan Suriah? Jawabannya adalah kelompok pendukung pemberontak: Turki dan sekutunya di Timur Tengah, sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat bahkan Israel, yang menyempatkan melakukan serangan udara ke kota Damaskus untuk mengalihkan perhatian militer Suriah ketika meraih keberhasilan besar di Aleppo. Apakah itu bukan bukti nyata adanya keterlibatan negara-negara pro Zionis itu dalam tragedi kemanusiaan di Suriah?.

Dan siapakah yang berbahagia? Anda tidak akan menemukan video dan foto-foto selebrasi suka cita dan kegembiraan warga Aleppo ketika akhirnya pemberontak takluk dan Aleppo kembali berada dalam kontrol sepenuhnya Suriah pada media-media yang mengkampanyekan gerakan simpatik save Aleppo.

Aleppo kembali kepangkuan Suriah, meski dalam keadaan hancur lebur. Namun setidaknya, masih banyak warganya yang bisa diselamatkan. Bagaimanapun di setiap perang, warga sipil lah yang paling merasakan penderitaan dari jahatnya perang.

Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk warga sipil Aleppo yang telah gugur, juga untuk para pejuang yang telah menebus nyawanya dalam misi pembebasan kota Aleppo.

Turut berbahagia atas direbutnya kembali Aleppo dari tangan pemberontak. Selamat untuk Suriah, selamat untuk warga Aleppo. Puing-puing kota Aleppo akan menjadi saksi, siapa sebenarnya yang membangunnya, siapa yang sebenarnya menghancurkannya. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kampanye-save-aleppo-hanya-kedok-menutupi-kemerdekaan-suriah.html

Senin, 05 Desember 2016

Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme

Demak, Santriwati Pintar. Dalam mengantisipasi kelompok Radikalis, Majelis Ulama Kabupaten Demak membekali pengurusnya dari pengurus tingkat kabupaten sampai tingkat kecamatan dengan menyelenggarakan dialog intern umat Islam di Gedung Bina Praja Setda Demak Jl Kyai Singkil N 7 Demak, Sabtu (15/8) lalu.

Dialog dengan tema Islam dan Nasionalisme dalam Mengatasi Radikalisme tersebut agar pengurus MUI disemua tingkatan waspada terhadap kegiatan gerakan radikalisme yang mulai bergerilya dipelosok desa, baik yang bersifat gejala maupun sampai pada tingkatan teknis gerakan karena hal sekecil apapun perlu kewaspadaan.

Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)


Tangkal Radikalisme, MUI Demak Gelar Dialog Islam dan Nasionalisme

Kami menganggap ini sangat penting, hal sekecil apapun kita tidak boleh lengah dan semua pengurus kami harap untuk meningkatkan koordinasi pada pimpinan, ujar sekretaris umum MUI Demak KH Arie Cholil.

Santriwati Pintar

Kiai Arif menambahkan pihaknya menilai gerakan radikalisme mulai merambah ke daerah-daerah pelosok termasuk kabupaten Demak yang mayoritas ahlussunnah wal jamaah yang dimungkinkan juga kena wabah. Dalam hal ini, MUI Demak selalu berkoordinasi dengan aparat terkait termasuk sistim komunikasi yang perlu disiapkan pada pengurus dan tokoh masyarakat.

Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, POLRI, dan Kesbangpolinmas kabupaten Demak, dengan saling tukar informasi dan mengambil kebijakan jika terjadi hal yang tidak diinginkan tambah pengasuh pesantren Al-Fattah tersebut.

Santriwati Pintar

Sementara itu, Bupati Demak KH Moch Dachirin Said dalam sambutannya sebelum membuka dialog meminta untuk kerjasama berkesinambungan antara para kiai ulama dan umara dalam mengatasi aliran radikalisme di daerahnya.

Kami minta pada panjenengan (kiai dan ulama) semua untuk berjuang bersama-sama agar kabupaten Demak tidak kecolongan Islam garis keras, pinta Dachirin.

Dialog yang dibarengkan halalbihalal ini selain diikuti 100 peserta ulama dan kiai, juga dihadiri Kapolres, Dandim Demak dan Muspida lainnya. (A Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61649/tangkal-radikalisme-mui-demak-gelar-dialog-islam-dan-nasionalisme

Santriwati Pintar

Rabu, 08 Juni 2016

Mbah Moen: Ahok Sudah Minta Maaf. Jangan Berkiblat Pada Terjemah Al-Quran!

Santriwati Pintar - KH Maimoen Zubair sekarang ini adalah ulama sepuhb yang sangat disegani. Beberapa petikan pendapat hasil wawancara ini disajikan Duta Islam untuk dijadikan pedoman bagi umat Islam, utamanya soal kerukunan antar anak bangsa, Indonesia.

Mbah Moen: Ahok Sudah Minta Maaf. Jangan Berkiblat Pada Terjemah Al-Quran!
Mbah Moen: Ahok Sudah Minta Maaf. Jangan Berkiblat Pada Terjemah Al-Quran!


1. Nasab ada dua; keilmuan dan keturunan. Segala pengetahuan maka itu adalah keilmuan. Ukuran keilmuan adalah kembalinya kepada Al-Quran yang utama.

2. Masa sekarang, tidak lagi memikirkan hadist atau bukan. Agama itu rasio. Ada dalil aqli dan naqli. Selama dalil aqli tidak bertentangan dengan naqli, maka bisa dijadikan hukum.

3. Sanad keilmuan itu penting. Karena itu pokok dan menjadi syarat bahwa ilmu itu benar-benar berasal dari Nabi Muhammad, Sang sumber ilmu.

4. Zaman sekarang, banyak orang paham Al-Quran dari terjemahan. Malah terkadang hafal Al-Quran tidak tahu artinya. Dulu, orang hafal Al-Quran pasti alim, tapi sekarang yang hafal Al-Quran umumnya justru malah perempuan. Kita harus hati-hati. Jangan berkiblat pada terjemah Al-Quran atau kitab, apalagi internet.

5. Ini akhir zaman, orang Islam pintar-pintar karena pakai huruf latin atau terjemahan. Jarang sekali ada skripsi pakai Bahasa Arab. Jadi, yang baru harus kita terima, tapi yg dulu harus kita pertahankan. Itu sudah qodho' Allah.

6. Sekarang, tidak ada negara khilafah. Semua negara nasional. Dulu, orang haji semua pakai bendera Islam. Tapi sekarang, semua pakai bendera nasional masing-masing.

7. Kita harus junjung tinggi bangsa ini. Nabi sendiri menjunjung tinggi Bangsa Arab, karena nabi orang Arab. Sehingga Arab menjadi penguasa dan panutan bagi bangsa-bangsa lain.

8. Syiir syubbanul wathon itu karya Mbah Wahab. Saya dapatkan dari abah saya, abah saya dari Mbah Wahab. Pertama kali saya berikan kepada Nusron, ketua GP Anshor saat itu. Karena segala perubahan itu berawal dari anak muda. Indonesia merdeka karena semangat pemuda pada 28 Oktober.

9. Selisih itu bawaan manusia. Kalau ingin maju, buat bersatu tapi tetap boleh beda. Itulah konsep Bhinneka Tunggal Ika. Kalau hanya Islam, tidak akan mampu mempersatukan Indonesia. Nasional harus kita samakan dengan keislaman. Sehingga beda tapi sama, sama tapi beda.

10. Semua agama menunjukkan kebaikan. Sebab agama itu punya 4 titik kesamaan; Pertama, menjaga jiwa. Kedua, menjunjung akal. Ketiga, melestarikan keturunan. Keempat, menjaga bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia.

11. Ahok sudah minta maaf. Kita minta seluruh umat Islam untuk tenang dan meredam amarah. Jangan dibesar-besarkan. Jika bisa diredam maka persatuan juga bisa dijaga. Jika umat islam Jakarta memang tak mau memilihnya karena faktor agama, ya jangan dibesar-besarkan sehinggu memicu isu SARA.

Ini adalah resume wawancara dengan KH Maimoen Zubair, Sarang, Rembang (Majalah Aula, Edisi November 2016). [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/mbah-moen-ahok-sudah-minta-maaf-jangan-berkiblat-pada-terjemah-alquran.html

Kamis, 29 Januari 2015

Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik

Yogyakarta, Santriwati Pintar. Minimnya berita tentang NU di media massa cukup membuat kami resah. Ada apa ini? Bagaimana ini? Inilah kemudian yang menjadi salah satu alasan bagi Majalah Bangkit PWNU DIY dan media-media yang ada di pesantren Krapyak mengadakan acara Diklat Jurnalistik.

Demikian disampaikan oleh Muhammadun As selaku Pimred Majalah Bangkit PWNU DIY dalam acara Diklat Jurnalistik di Gedung PWNU DIY, Ahad Pagi (2/6).

Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)


Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik

Muhammadun juga mengungkapkan bahwa pelatihan seperti ini merupakan langkah awal untuk menciptakan generasi-generasi penulis baru dari kalangan pesantren.

Santriwati Pintar

Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk menciptakan generasi baru dari kalangan pesantren. Ke depannya, pelatihan-pelatihan jurnalistik seperti ini akan diadakan sebulan sekali, ungkap Muhammadun.

Sementara itu, sebagai narasumber, Jayadi Kasto Kastari, salah satu redaktur SKH Kedaulatan Rakyat, berhasil membuat peserta tidak mengantuk dengan gaya penyampaian materi yang disisipi dengan guyonan-guyonan segarnya.

Santriwati Pintar

Salah satu point materi yang disampaikan Jayadi dalam acara tersebut ialah tentang kekurangan-kekurangan para penulis pemula di media massa.

Sedikitnya ada empat faktor yang terkadang menjadi kekurangan bagi para penulis pemula di media massa. Pertama, masih lemah dalam tata bahasa (sistematika, gramatikal, keterbacaan, komunikatif). Kedua, kurang tepat dalam memilih diksi (pilihan kata). Ketiga, kurang dalam hal ejaan. Keempat, masih minim sekali pengetahuan tentang tanda baca, terang Jayadi panjang lebar.

Acara yang dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00 tersebut, dihadiri oleh sekitar 20 puluhan peserta. Mereka merupakan perwakilan dari pesantren-pesantren yang ada di Krapyak.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Nisa, Sholihin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44895/menciptakan-penulis-santri-melalui-pelatihan-jurnalistik

Santriwati Pintar

Selasa, 17 Juni 2014

GP Ansor Mojogedang Ziarahi Makam Tokoh Karanganyar

Karanganyar, Santriwati Pintar. Usai rapat gabungan Ansor-Banser, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Mojogedang membaca tahlil di makam tokoh Karanganyar, Eyang Abdullah Fattah (Mbah Dullah), Sabtu (9/1) malam. Mereka mendoakan Mbah Dullah yang merupakan penyebar Islam di Karanganyar.

Ziarah tengah malam ini diikuti oleh Kader GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan warga sekitar.

GP Ansor Mojogedang Ziarahi Makam Tokoh Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Mojogedang Ziarahi Makam Tokoh Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Mojogedang Ziarahi Makam Tokoh Karanganyar

Eyang Abdullah Fattah atau yang biasa disebut masyarakat Mbah Dullah merupakan salah seorang waliyullah dan santri dari Sunan Kalijaga. Ia pendiri masjid Tiban. Masjid ini terletak di Masjid Darul Muttaqin ini dan masjid tertua di Karanganyar. Masjid ini tepatnya berada di Dukuh Pulosari Desa Kaliboto Kecamatan Mojogedang.

Santriwati Pintar

Ketua GP Ansor Karanganyar Suwanto yang juga hadir pada acara pertemuan gabungan itu menuturkan, Ini adalah bagian dari tradisi GP Ansor dan NU untuk selalu menghormati dan menghargai para pendahulu kita yang telah banyak berjasa.

Sedangkan Ketua GP Ansor Mojogedang Danang Waskito berharap melalui ziarah ini kader-kader Ansor dan Banser mendapat berkah, mengambil hikmah sejarah dan inspirasi dari perjuangan almarhum untuk umat Islam khususnya Karanganyar.

Santriwati Pintar

Semoga ziarah yang diadakan tengah malam yang penuh khusuk ini menambah semangat gerakan kader Ansor-Banser Mojogedang. Semoga kita dapat mengambil hikmah perjuangan Mbah Dulla, kata Danang. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65071/gp-ansor-mojogedang-ziarahi-makam-tokoh-karanganyar

Santriwati Pintar

Sabtu, 08 Maret 2014

Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub

Sumedang, Santriwati PintarDi tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dan dunia yang tidak mudah dipahami, NU hadir memberikan solusi, yaiut dengan pendekatan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu) Nahldatul Ulama KH Musthafa Aqil Siroj pada taushiyah pelantikan Pengurus Asbihu Jawa Barat masa khidmah 2016-2021 di SMK An-nur, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/12).

Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub (Sumber Gambar : Nu Online)
Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub (Sumber Gambar : Nu Online)


Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub

Banyak ahli kedokteran, tetapi penyakit tetap saja ada. Banyak sarjana geologi yang dapat memprediksi bencana gempa misalnya, tetapi tidak bisa mencegah bencana tersebut. Para ahli saja tidak berhasil menangani, apalagi orang awam. Oleh karena itu, manusia harus mendekatkan diri kepada Allah, tuturnya.

Kiai Musthafa menyebutkan kaitannya dengan Asbihu, NU melalui Asbihu hadir untuk menjaga keyakinan jamaah yang beribadah ke tanah suci Mekkah agar tidak terkikis dari ajaran aswaja yang mereka anut.

Santriwati Pintar

Jamaah haji dan umrah yang berpaham aswaja, banyak dicekoki paham yang berlawanan dengan aswaja. Di bandara, di tempat ziarah, banyak tersedia buku antitahlil. Lalu banyak yang berpikir, kalau begini terus bagaimana akidah mereka sepulang haji? ulas Kiai Musthafa mengawali cerita alasan berdirinya Asbihu.

Santriwati Pintar

Kiai Musthafa meneruskan, dengan inisiatif Kiai Hafidz Taftanzani, didirikanlah Asbihu sebagai jawaban dari keprihatinan tersebut.

Asbihu ini luar biasa karena Asbihu awalnya murni ingin menjaga akidah aswaja NU, tegas Kiai Musthafa.

Di samping itu, kehadiran Asbihu juga menjadi solusi karena selama ini seakan-akan belum ada kesempatan berbuat oleh NU. Warga NU yang berangkat haji dan umrah melalui agen perjalanan umrah dan haji yang dikelola pihak lain, hanya memperkaya pihak lain.

Dengan demikian adalah kewajiban warga NU untuk membesarkan NU minimal ketika beribadah umrah melalui Asbihu.

Ditanya bagaimana kinerja Pengurus Wilayah Asbihu Jawa Barat yang baru dilantik, ia optimis dan yakin karena pengurus Asbihu Jawa Barat banyak yang masih muda.

Saya yakin sekali Asbihu di Jawa Barat akan besar, karena banyak pemuda yang masuk menjadi pengurus. Semangatnya masih tinggi, tegas Kiai Musthafa. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74211/obat-berbagai-persoalan-itu-bernama-taqarrub

Santriwati Pintar

Jumat, 19 Juli 2013

PBNU akan Lakukan Program Recovery Pasca-Gempa Aceh

Jakarta, Santriwati Pintar. Sebagai lanjutan dari program tanggap darurat pasca gempa Pidie Aceh, PBNU akan melakukan dengan program recovery (pemulihan). Ketua LPBI NU M. Ali Yusuf mengatakan program pemulihan kebencanaan memerlukan kesadaran bersama dari seluruh warga NU. LPBI NU juga bertekad untuk terus melakukan pendampingan.

Kalau bisa pemulihan tidak sekadar mengembalikan masyarakat Pidie Jaya pada keadaan seperti sebelum bencana, namun bagaimana membuat masyarakat di sana harus lebih baik, tutur Ali di sela-sela kunjungan PBNU ke lokasi pengungsi terdampak gempa Aceh di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Rabu (14/12) lalu.

PBNU akan Lakukan Program Recovery Pasca-Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Lakukan Program Recovery Pasca-Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU akan Lakukan Program Recovery Pasca-Gempa Aceh

Menurut Ali, pemulihan dengan demikian, memerlukan waktu yang lebih lama dan dana lebih besar.

Santriwati Pintar

PBNU melalui NU Care-Lazisnu, juga terus melakukan penggalangan dana dari masyarakat. Dana bantuan dari masyarakat untuk program recovery hingga saat ini mencapai Rp.108.639.350,- (Seratus delapan juta enam ratus tiga puluh sembilan ribu tiga ratus lima puluh rupiah).

Jumlah tersebut berasal dari sumbangan baik perorangan maupun kelompok/organisasi. Hingga hari ini, Kamis (22/12) tercatat dana yang diterima untuk program recovery Pidie Aceh senilai Rp.25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah) dari NU-Care Lazisnu Korea Selatan, dan Rp.27.628.800 (Dua puluh Juta Enam Ratus dua puluh delapan ribu delapan ratus rupiah ) dari NU-Care Lazisnu Jombang.

Santriwati Pintar

Dalam pengumpulan dana Lazisnu Jombang antara lain bekerjasama dengan sejumlah pihak, diantaranya MTsN Tambakberas, UNWAHAS Tambakberas, STKIP PGRI Jombang, SD-SMP Islam Roushon Fikr, dan masyarakat Jombang secara umum.

Sebelumnya Lazisnu menerima sumbangan dari Lazisnu Indramayu (Rp.1.514.300,-), BMI Taiwan (Rp.2.000.000,-), Lazisnu Banyumas (Rp.3.500.000,-), Asosiasi Penulis dan Inspirator Seluruh Indonesia (Aspirasi, Rp. 9.000.000,-); Himpunan Penguasaha Nahdliyin (HPN, Rp.6.000.000,0); DPD KNPI Kabupaten Merauke (Rp.5.012.000,-); Lakpesdam NU (Rp.6.635.000,-); Kotak Amal Hongkong (Rp.1.259.250,-); KPMDB Purwokerto (Rp.2.900.000,-); MA NU Gemuh Kendal (Rp.8.190.000,-).

Bagi masyarakat yang berminat menyalurkan dana bantuan recovery pasca gempa Pidie Jaya Aceh, dapat mengantar langsung ke Kantor Lazisnu, maupun melalui transfer ke Rekening BCA 0680 1926 77; Bank Mega Syariah di nomor 10.000.333.63; dan Bank Mandiri 123.000.483.89.77. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74008/pbnu-akan-lakukan-program-recovery-pasca-gempa-aceh

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock