Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2017

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi

Santriwati Pintar - Orang-orang yang katanya paling beriman dan paling mengikuti sunnah, memang tidak bisa menjaga lidah dari ucapan mengkafirkan orang sembarangan tanpa pilih kasih, bahkan mudah saja mengatakan ayah ibu Rasulullah adalah kafir/musyrik dg dasar Hadits riwayat Muslim:

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi
Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi


حدثنا يحيى بن أيوب ومحمد بن عبادواللفظ ليحيى قالا حدثنامروان بنمعاوية عن يزيد يعني بن كيسان عن أبي حازم عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم استأذنت ربي أن أستغفر لأمي فلم يأذن لي واستأذنته أن أزور قبرها فأذنلي

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun untuk ibuku maka Dia tak mengizinkanku, kemudian aku minta izin untuk menziarahi kuburnya maka Dia mengizinkan aku. (HR. Muslim 976).

Mendengar hadits ini, maka kita jangan tergesa-gesa megatakan bahwa ibu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah kafir. Wal ‘iyadzubillah.

Harus kita teliti dulu pendapat para ulama tentang pemahaman hadits itu sebenarnya bagaimana.

Mari kita dengar apa kata Imam Suyuthi, penutup amirul mukminin fil hadits:

"Adapun hadits tersebut maka tidak mesti diambil daripadanya hukum kafir berdasarkan dalil bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga ketika di awal-awal Islam dilarang untuk menyolatkan dan mengistighfarkan orang mukmin yang ada hutangnya tapi belum dilunaskan karena istighfar Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan dijawab Allah dengan segera, maka siapa yang di istighfarkan Rasul di belakang doanya akan sampailah kepada derajat yang mulia di surga, sementara orang yang berhutang itu tertahan pada maqomnya sampai dilunaskan hutangnya sebagaimana yang ada dalam hadits (jiwa setiap mukmin terkatung dengan hutangnya sampai hutangnya itu dilunaskan).

Maka seperti itu pulalah ibu Nabi alaiha salam bersamaan dengan posisinya sebagi seorang wanita yang tak pernah menyembah berhala, maka beliau pun tertahan dari surga di dalam barzakh karena ada sesuatu yang lain diluar kufur." (Lihat At-Ta’zhim wal Minnah Suyuthi, hlm. 29).

Tidak-kah mereka pertimbangkan ayat Allah: “sesungguhnya orang2 musyrik adalah najis” (QS. At-Taubah: 28).

Kata 'kafir' itu tentu sangat menyakiti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bagaimana mungkin seorang Rasulullah yang suci dilahirkan dari pada orang-orang yang beraqidahkan najis atau dilahirkan dari daging dan darah yang najis. La haulun wa la quwwatun illa billah.

Lihatlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

;إن الله اصطفاني من ولد إبراهيم إسماعيل واصطفى من ولد إسماعيل كنانة واصطفى من كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

Artinya: Sesungguhnya Allah mensucikan daripada anak-anak Ibrahim: Ismail, mensucikan daripada anak-anak Ismail: Kinanah, mensucikan daripada Kinanah Quraisy, dan mensucikan daripada Quraisy: Bani Hasyim, dan Allah mensucikan aku daripada BaniHasyim. (Hadits riwayat Muslim)

Cobalah pikir pakai otak, jangan pakai dengkul, apakah mungkin Allah mensucikan mereka, dari generasi ke generasi, sementara mereka adalah orang-orang kafir? Dan kemudian apakah kalian lupa dengan firman Allah:

إِنَّمَا يريدُ اللَّه لِيُذْهِب عَنْكُم الرِّجْس أَهْلَ الْبَيْت وَيطَهِّرَكُم تَطْهِيراً

Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya ingin menghilangkan najis dari ahlul baitmu dan mensucikan mu dengan sesuci-sucinya."

Inilah kesalahan para pembenci keturunan Rasulullah. Mereka tidak pernah melihat dalil-dalil lain yang lebih kuat dan lebih qoth’i. Cara mereka sangat tekstual dalam memahami nash ditambah pula tak mau melihat dan menggabungkan dalil-dalil lain yang ada.

Maka hancurlah istimbath mereka dalam segala bidang, baik fiqih, tauhid maupun tasawuf. Inilah yang menjadi sebab kenapa mereka mengharamkan isbal, pembangunan kubur, pemahaman tentang makna bid’ah dan banyak lagi.

Dalam sebuah kisah Imam Al-Qodhi Abu Bakar ibnu Al-Arabi salah seorang ulama muhaqqiqin besar Malikiyah, pernah ditanya tentang adanya orang yang mengatakan orang tua Nabi shallallahu alaihi wa sallam di neraka.

Apa jawab Ibnu Al-Arobi? Beliau mengatakan: "TerlaknatLah orangyang mengatakan orang tua Nabi di neraka karena Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُاللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْعَذَابًا مُهِينًا .

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat dan Allah menyiapkan kepada mereka adzab yang hina". (QS. Al-Ahzab 57).

Yang kedua, mereka yang menyatakan orang tua Nabi masuk neraka berdalil dari hadits riwayat Imam Muslim dari Hammad:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Artinya: Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah "Ya, Rasulullah, di mana keberadaan ayahku?" Rasulullah menjawab: "dia di neraka". Maka, ketika orang tersebut hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya seraya berkata, "sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka".

Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad perowi hadits di atas diragukan oleh para ahli hadits dan hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Padahal, banyak riwayat lain yang lebih kuat darinya seperti riwayat Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh:

“اِنَّ اَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ الله اَيْنَ اَبِي قَالَ فِي النَّارِ قَالَ فَأَيْنَ اَبُوْكَ قَالَ حَيْثُمَا مَرَرْتَ بِقَبْرِ كَافِرٍ فَبَشِّّرْهُ بِالنَّارِ”

Artinya: Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW "dimana ayahku? Rasulullah SAW menjawab: "dia di neraka", si A’robi pun bertanya kembali "di mana Ayahmu?", Rasulullah pun menjawab, "sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka".

Riwayat di atas tanpa menyebutkan ayah Nabi di neraka. Ma’mar dan Baihaqi disepakati oleh ahli hadits lebih kuat dari Hammad, sehingga riwayat Ma’mar dan Baihaqi harus didahulukan dari riwayat Hammad.

Dalil mereka yang lain adalah hadits yang berbunyi:

لَيْتَ شِعْرِي مَا فَعَلَ أَبَوَايَ

Artinya: Demi Allah, bagaimana keadaan orang tuaku?

Kemudian turun ayat yang berbunyi:

{ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيْراً وَنَذِيْراً وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيْم }

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

Jika mau meneliti, ayat itu tidak tepat untuk kedua orang tua Nabi karena ayat sebelum dan sesudahnya berkaitan dengan ahlul kitab, yaitu:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Artinya: Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk) (Q.S. al-Baqarah: 40), sampai ayat 129:

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Semua ayat-ayat itu menceritakan ahli kitab (Yahudi). Bantahan di atas juga diperkuat dengan firman Allah SWT:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya: “Dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Kedua orang tua Nabi wafat pada masa fatroh (kekosongan dari seorang Nabi/Rosul). Berarti keduanya dinyatakan selamat.

Imam Fakhrurrozi menyatakan bahwa semua orang tua para Nabi muslim. Dengan dasar Al-Qur’an surat As-Syu’ara’ ayat 218-219, yang berbunyi:

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

Artinya: Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

Sebagian ulama menafsiri ayat di atas bahwa cahaya Nabi berpindah dari orang yang ahli sujud (muslim) ke orang yang ahli sujud lainnya.

Adapun Azar yang secara jelas mati kafir, sebagian ulama menyatakan bukanlah bapak Nabi Ibrahim yang sebenarnya tetapi dia adalah bapak asuhnya yang juga pamannya.

Hadits Nabi SAW bersabda:

قال رسول الله (( لم ازل انقل من اصلاب الطاهرين الى ارحام الطاهرات ))

Artinya: Aku (Muhammad SAW) selalu berpindah dari sulbi-sulbi laki-laki yang suci menuju rahim-rahim perempuan yang suci pula.

Jelas sekali Rasulullah SAW menyatakan bahwa kakek dan nenek moyang beliau adalah orang-orang yang suci bukan orang-orang musyrik karena mereka dinyatakan najis dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. (QS. At-Taubah: 28).

Nama ayah Nabi Abdullah, cukup membuktikan bahwa beliau beriman kepada Allah bukan penyembah berhala. Jika anda ingin mengetahui lebih banyak, maka bacalah kitab ‘Masaliku al-Hunafa fi Waalidai al-Musthafa” karangan Imam Suyuthi.

Syubhat yang ditujukan kaum wahabi yang pelaknat orangtua Nabi kepada kaum Ahlussunnah adalah tentang apakah kedua orang tua Rasulullah muslim atau tidak adalah tiadanya dasar hadits yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk salah satunya adalah hadits ini:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: حَجَّ بِنَا رَسُوْلُ اللهِ حَجَّةَ الْوَدَاعِ فَمَرَّ بِي عَلَى عَقَبَةِ الْحَجُوْنِ وَهُوَ بَاكٍ حَزِيْنٌ مُغْتَمٌّ فَنَزَلَ فَمَكَثَ عَنِّي طَوِيْلاً ثُمَّ عَادَ إِلَيَّ وَهُوَ فَرِحٌ فَتَبَسَّمَ فَقُلْتُ لَهُ فَقَالَ: ذَهَبْتُ إِلَى قَبْرِ أُمِّي فَسَأَلْتًُ اللهَ أَنْ يُحْيِيْهَا فَآمَنَتْ بِي وَرَدَّهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: "Dari A’isyah rda. ia berkata: ‘Rasulullah bersama-sama kami melaksanakan haji wada’. Saat lewat di Aqabah Hajun bersamaku beliau menangis sedih dan susah, kemudian beliau turun dan tinggal beberapa lama, kemudian kembali kepadaku dalam keadaan gambira dan tersenyum, lalu aku katakan kepadanya dan beliau menjawab: ‘Aku pergi ke makam ibuku, lalu aku minta supaya Allah menghidupkannya kemudian ibuku beriman kepadaku dan Allah mengembalikannya lagi."

Hadits ini adalah dha‘if menurut Imam as-Suyuthi serta diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam an-Nasikh wa al-Mansukh, meskipun oleh Ibnul Jauzi dikatakan maudhu’.

Al-Ajhuri mengatakan bahwa yang benar, hadits masyhur tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Rasulallah itu adalah termasuk hadits dha‘if, dan bukan maudhu’ ataupun shahih, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Syahin, Ibnu Asakir, as-Suhaili dan Ibnu Nashir.

Al-Habib Abdullah Ba-Alawi dalam Is’ad ar-Rafiq syarah kitab Sullam at-Taufiq, mengatakan, "yang haq (pendapat yang benar untuk diikuti) sebagaimana yang di tahqiq-kan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Hafizh as-Suyuthi dan lain-lain bahwa ayahanda (atau ayah leluhur) Rasulullah tidak ada yang berstatus kafir. Hal itu adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap kedudukan nubuwwah. Begitu juga dengan ibunda (atau ibu leluhur) beliau, seperti halnya leluhur Rasulullah yang semuanya tidak ada yang kafir begitu juga leluhur para Nabi-Nabi lain. Adapun Azar yang di kenal sebagai ayahanda Nabi Ibrahim, sebenarnya adalah bukan ayah, tapi paman sebagaimana pendapat para ulama kita".

Menurut al-Bajuri dan Hasan al-Adawi hadits riwayat Aisyah di atas shahih menurut ahli hakikat, sebagaimana tertuang dalam syair-syair mereka:

أَيْقَنْتُ أَنَّ أَبَا النَّبِيِّ وَأُمَّهُ حَتَّى لَهُ شَهِدَا بِصِدْقِ رِسَالَةٍ هَذَا اْلحَدِيْثُ وَمَنْ يَقُوْلُ بِضُعْفِهِ أَحْيَاهُمَا الرَّبُّ الْكَرِيْمُ اْلبَارِي صِدْقٍ فَتِلْكَ كَرَامَةُ الْمُخْتَارِ فَهُوَ الضَّعِيْفُ عَنِ الْحَقِيْقَةِ عَارِي

Artinya: Aku meyakini bahwa ayah dan ibu Nabi dihidupkan kembali oleh Allah Yang Maha Pencipta dan Maha Mulia. Hingga mereka berdua bersyahadat akan kebenaran risalah yang benar. Maka itu adalah suatu kehormatan bagi Rasulullah. Hadits tentang ini dan yang mengatakan dha‘if adalah orang yang dha‘if sendiri dan tidak tahu hakikat sebenarnya.

Asy-Sya'rani mengatakan, bahwa Imam as-Suyuthi banyak menulis kitab yang berkenaan dengan status orang tua Nabi yang selamat dari siksa neraka, termasuk satu risalah yang ditulis dalam Al-Hawi lil Fatawi. Dan di antara yang menyutujui hadits tersebut (tidak menyebut maudhu’ seperti penilaian al-Hafizh Ibnul Jauzi) adalah al-Khathib al-Baghdadi, Ibnu ‘Asakir, Ibnu Syahin, as-Suhaili, al-Qurthubi, ath-Thabari, Ibnu Munayyir, Ibnu Nashiruddin, Ibnu Sayyid an-Nas dan ash-Shafadi.

Kemudian akhir dari kesimpulan pendapat-pendapat ulama dalam lingkungan Ahlussunah adalah, orang tua Nabi Muhammad termasuk orang-orang yang selamat dari neraka, dengan alasan, 1). Hadits di atas dapat diterima, karena meskipun dha‘if secara ilmu riwayat atau musthalah, tapi shahih secara kasyf. Adapun penilaian maudhu’ Ibnul Jauzi tidak dibenarkan ulama. 2). Orangtua Nabi termasuk ahli fatrah (hidup masa kekosongan utusan yang menyampaikan risalah).

Maka, jagalah lidah Anda jika tidak ingin disebut menyakiti Rasulullah. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/bantahan-kepada-yang-mengkafirkan-orang.html

Kamis, 09 Februari 2017

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

Santriwati Pintar - Penataan, penyelamatan dan pemanfaatan aset Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj. Harapannya, aset milik NU di masa depan tidak lagi hilang atau samar-samar, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali
PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali


"Kita tak boleh putus asa menyelamatkan aset NU, setelah itu dimaksimalkan manfaatnya untuk masyarakat," kata Kiai Said Aqil saat memberi arahan pada rapat tim aset PBNU di Jakarta, Senin (30/01/2017) sore.

Menurut Kiai Said Aqil, di samping aset lama yang perlu diurus, aset baru juga perlu ditata, seperti tanah di Batam, universitas-universitas NU, dan gedung-gedung baru seperti di Matraman dan Parung.

"Periode lalu kita bangun gedung untuk kampus UNU Jakarta, periode ini kita lanjutkan pembangunannya empat lantai di sisi belakang gedung lama, ini harus dirawat," terang Kiai Said Aqil.

Untuk mewujudkan arahan Ketum Umum PBNU, Andi Najmi Fuaidi, Wakil Sekjend PBNU, akan fokus pada aset lama yang potensial bisa diselamatkan. "Kita terus upaya agar tanah NU di Tomang hadiah Presiden Soekarno bisa kembali ke NU," tegasnya.

Saat ini, kata Andi, tanah tersebut belum bisa dieksekusi meski NU telah menang sengketa di pengadilan. [Santriwati Pintar/ dan/ksf] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pbnu-upayakan-tanah-nu-hadiah-bung-karno-di-tomang-bisa-kembali.html

Selasa, 07 Februari 2017

Resep Mbah Arwani Kudus Kepada yang Malas Ngaji Al-Quran

Santriwati Pintar - Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang di turunkan oleh Allah s.w.t melalui Rasul Muhammad s.a.w. kepada umatnya. Kebenaran dan keotentikan Al-Qur’an sudah tidak bisa diragukan lagi, mulai dari sejak pertama kali ia diturunkan sampai detik ini Al-Qur’an tidak pernah mengalami perubahan apapun. Jelas ini membuktikan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab wahyu yang bersumber dari Allah s.w.t.

Resep Mbah Arwani Kudus Kepada yang Malas Ngaji Al-Quran
Resep Mbah Arwani Kudus Kepada yang Malas Ngaji Al-Quran


Turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah s.w.t. kepada umat Muhammad s.a.w. yang bertujuan menjadi penerang, sebagai petunjuk jalan supaya tidak tersesat arah dan tergelincir dalam kehidupan dunia, maka sudah selayaknya Al-Qur’an menghiasi setiap diri umat Islam sebagai acuan dan pedoman kehidupan sehari-hari.

Keistimewaan Al-Qur’an tidak hanya pada pesan dan ajaran yang kandungannya bahkan keutamaan Al-Qur’an meliputi setiap ayat-ayat dan setiap huruf-hurufnya. Membacanya mendapatkan kabaikan, membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan.

Membacanya akan mendatangkan cahaya dan dihindarkan dari kegelapan. Membacanya akan diliputi ketenangan, di curahkan rahmat, di hadiri para malaikat, dan di sanjung-sanjung oleh Allah s.w.t. di hadapan makhluk-makhluk yang lainnya. sebaliknya, rumah yang tidak ada bacaan Al-Qur’an di dalamnya, rumah tersebut laksana kuburan, seram dan menakutkan, sebab iblis dan syetan bersarang di dalamnya. Kelak pada hari kiamat para pecinta Al-Qur’an akan memperoleh derajat yang istimewa di sisi Allah s.w.t.

Tetapi sementara ini sangat disayangkan, ternyata masih banyak umat Islam yang belum lancar bahkan ada yang belepotan dan mirisnya lagi ada yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an. Bagaimana bisa dapat memahami dan mengamalkan Al-Qur’an sedangkan membacanya saja jarang-jarang, malas membaca, atau bahkan ada yang mengenal hurufnya saja tidak bisa. Na’udzubillah.

Ada beberapa alasan kenapa pada akhirnya di antara sebagain umat Islam malas dan enggan membaca Al-Qur’an. K.H. M. Arwani Amin Kudus atau yang biasa dikenal dengan Mbah Arwani Kudus, suatu ketika pernah berpesan kepada para santri-santrinya supaya tetap semangat belajar dan mengaji Al-Qur’an sepanjang hidup. Pertama adalah, jangan dilihat siapa pengajarnya. Kedua, tidak boleh malu karena umur. Ketiga, butuh waktu lama.

Bukan tanpa alasan beliau berpesan demikian kepada para santri, wejangan tersebut beliau sarikan dari teladan kehidupan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai pembawa Al-Qur’an kepada para umatnya.

Pertama jangan di lihat siapa pengajarnya, hal ini sangatlah urgen, yang perlu di perhatikan adalah bahwa pengajar tersebut memang benar-benar bagus sudah di kenal bacaan dan kefasihan Al-Qur’annya.

Sebab tidak jarang sebagain dari umat Islam ini enggan belajar Al-Qur’an karena ia memiliki pangkat dan kedudukan yang tinggi kemudian ia merasa gengsi untuk belajar Al-Qur’an sebab pengajarnya bukanlah siapa-siapa didalam status sosial.

Alasan di atas jelas lemah sekali. Kalau kita berkaca kepada sejarah Nabi Muhammad s.a.w. kita akan menemukan bagaimana Muhammad s.a.w. yang berkedudukan paling agung dan mulia diantara semua makhluk ciptaan Allah s.w.t. sudi dan tekun belajar Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril. Maka, dengan demikian tidak ada alasan lagi merendahkan status guru ngaji Al-Qur’an.

Kedua, merasa malu karena sudah merasa tua, alasan semaca ini juga tidak dapat dibenarkan. Kembali kita belajar dari tauladan sejarah Nabi Muhammad s.a.w. bahwa, di dalam sejarah beliau di sebutkan mulai belajar Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril, yaitu ketika (menerima wahyu) dari Allah melalui Malaikat Jibril. Umur beliau ketika itu sudah berumur 40 tahun. Maka, dengan demikian alasan sudah berumur sehingga enggan belajar Al-Qur’an adalah alasan yang naif dan mengada-ada.

Ketiga butuh waktu lama, terkadang banyak ditemukan bahwa malas belajar dan mengaji Al-Qur’an karena memakan waktu yang lama. Alasan semacam ini juga sangatlah lemah kalau kita benar-benar ingin di akui sebagai umat Nabi Muhammad s.a.w. perjalanan sejarah beliau menyebutkan bahwa beliau belajar (bertalaqqi) kepada Malaikat Jibril mulai umur 40 tahun sampai menjelang wafat beliau, yaitu umur 63 tahun. [Santriwati Pintar]

Moh Yusuf, Wakil Ketua LPT NU Magetan, Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/resep-mbah-arwani-kudus-kepada-yang-malas-ngaji-alquran.html

Kamis, 24 Desember 2015

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Jakarta, Santriwati Pintar. Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kader yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari pertanian menjadi seorang petani hingga di pemerintahan.

(Kader NU) ada yang sudah jadi presiden, jadi menteri, kata Tito saat memberikan sambutan dalam acara Pameran Tunggal Seni Rupa Nabila Dewi Gayatri di Grand Syahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (8/5).

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)


Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Tito juga mengatakan, kader NU memiliki kemampuan-kemampuan di luar bidang agama seperti pencak silat, karya seni, dan lain-lain. Bahkan, di dalam bidang karya seni lukis ia mengaku bahwa kader NU lebih unggul dari pada dirinya.

Hari ini kita menyaksikan bagaimana kader NU (Nabila Dewi Gayatri) ternyata memiliki kemampuan seni yang luar biasa. Kalau kita lihat dari kaca mata umum untuk menilai kalau saya diminta membuat lukisan seperti ini, pasti kader NU lebih hebat dari pada saya, katanya.

Santriwati Pintar

Lebih jauh, ia menjelaskan, yang tidak kalah penting juga bagaimana perjuangan para ulama tersebut dalam menjaga dan merawat NKRI bisa diteruskan dan diteladani oleh generasi muda sekarang.

Kader-kader muda kita paham. Inilah ulama-ulama yang harus ditiru. Yang dilukis Bu Nabila ini jelas ulama-ulama yang membangun NKRI, lanjutnya.

Santriwati Pintar

Ia berharap, NU dan pemerintah bisa terus bergendengan tangan dan saling mendukung untuk menjaga keutuhan negeri ini. Polri dan NU tidak boleh pecah. Selagi unsur ini solid, NKRI aman, tegasnya. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77773/kapolri-apresiasi-kreativitas-kader-nu-di-bidang-seni

Rabu, 25 Februari 2015

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil

Santriwati Pintar - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI rencananya akan melakukan aksi pengumpulan massa dengan dalih shalat subuh berjamaah di Masjid Al Falah Surabaya pada 28 Januari 2017 mendatang.

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil
Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil


Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bangil menuding aksi tersebut memanipulasi kegiatan keagamaan untuk memecah belah keutuhan bangsa. Sebab, aksi tersebut membawa isu atas nama persatuan Islam namun tanpa memikirkan persatuan bangsa.

"Mereka tak henti-hentinya melakukan kegiatan manipulatif atas nama umat Islam, mendompleng acara ibadah yang sakral untuk menarik masyarakat muslim, padahal itu dilakukan tanpa memikirkan dampak bagi keutuhan sebuah bangsa," kata ketua PC GP Ansor Bangil, H. Saad Muafi, SH.

Gus Afi, sapaan akrab dia, meminta semua pihak khususnya PW GP Ansor Jawa Timur untuk mengambil langkah tegas membubarkan acara yang berpotensi menciderai kondusifitas Jatim. “Tidak ragu untuk menggalang aliansi menolak kedatangan Bachtiar Natsir dan GNPF di Jawa Timur,” tegasnya.

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan shalat subuh berjamaah di masjid masing-masing dan tidak tertipu dengan gerakan-gerakan yang menunggangi ibadah keagamaan untuk kepentingan kelompok anti Pancasila dan NKRI. [Santriwati Pintar/ rus/onk]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dinilai-akan-memanipulasi-shalat-subuh-bachtiar-natsir-dan-gnpf-ditolak-hadir-ansor-bangil.html

Sabtu, 17 Januari 2015

Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan

Probolinggo, Santriwati Pintar. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Kraksaan, Jawa Timur menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Ahad (19-20/11).

Dalam konfercab tersebut, Khoirul Imam terpilih secara aklamasi untuk memimpin PC IPNU Kota Kraksaan periode 2016-2019. Hal ini dikarenakan Khoirul Imam mampu meraih 37 suara. Sementara calon lain Khoirul Anam, Ibnu Arobi, Samsul Maarif dan Rifki Maulana masing-masing hanya satu suara. Sedangkan calon lain Umarul Faruq memperoleh 3 suara.

Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan

Konfercab yang dibuka oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Sujai Syafii ini dihadiri oleh PAC IPNU se-PCNU Kota Kraksaan. Tidak ketinggalan pula para pengurus PW IPNU Provinsi Jawa Timur.

Santriwati Pintar

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan serap program kebijakan pendidikan dari Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo H Fathur Rosi dan Kebijakan Pendidikan Madrasah oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufik.

Pada pembukaan sambutannya Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Sujai Syafii banyak bercerita sejarah dan perjuangan para ulama NU dari masa pra kemerdekaan sampai saat ini. Setidaknya perjuangan para ulama NU ini bisa menjadi motivasi bagi kader muda NU untuk terus berjuang demi membesar NU demi menegakkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), katanya.

Santriwati Pintar

Sementara Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khoirul Imam mengaku sudah menyiapkan program kerja 100 hari pertama. Salah satunya adalah melakukan pembentukan PAC se-IPNU Kota Kraksaan dan memasyarakatkan IPNU di kalangan pelajar.

Demi mewujudkan hal tersebut, kami akan menggandeng MWCNU dengan rekom dari jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah untuk mempersiapkan pemuda dan pelajar d itempat itu. Berawal dari anak MWC atau sanak famili dan tetangga. Serta membentuk tim khusus untuk memberikan pelatihan, katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73112/aklamasi-khoirul-imam-pimpin-ipnu-kota-kraksaan

Sabtu, 08 Maret 2014

Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub

Sumedang, Santriwati PintarDi tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dan dunia yang tidak mudah dipahami, NU hadir memberikan solusi, yaiut dengan pendekatan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu) Nahldatul Ulama KH Musthafa Aqil Siroj pada taushiyah pelantikan Pengurus Asbihu Jawa Barat masa khidmah 2016-2021 di SMK An-nur, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/12).

Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub (Sumber Gambar : Nu Online)
Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub (Sumber Gambar : Nu Online)


Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub

Banyak ahli kedokteran, tetapi penyakit tetap saja ada. Banyak sarjana geologi yang dapat memprediksi bencana gempa misalnya, tetapi tidak bisa mencegah bencana tersebut. Para ahli saja tidak berhasil menangani, apalagi orang awam. Oleh karena itu, manusia harus mendekatkan diri kepada Allah, tuturnya.

Kiai Musthafa menyebutkan kaitannya dengan Asbihu, NU melalui Asbihu hadir untuk menjaga keyakinan jamaah yang beribadah ke tanah suci Mekkah agar tidak terkikis dari ajaran aswaja yang mereka anut.

Santriwati Pintar

Jamaah haji dan umrah yang berpaham aswaja, banyak dicekoki paham yang berlawanan dengan aswaja. Di bandara, di tempat ziarah, banyak tersedia buku antitahlil. Lalu banyak yang berpikir, kalau begini terus bagaimana akidah mereka sepulang haji? ulas Kiai Musthafa mengawali cerita alasan berdirinya Asbihu.

Santriwati Pintar

Kiai Musthafa meneruskan, dengan inisiatif Kiai Hafidz Taftanzani, didirikanlah Asbihu sebagai jawaban dari keprihatinan tersebut.

Asbihu ini luar biasa karena Asbihu awalnya murni ingin menjaga akidah aswaja NU, tegas Kiai Musthafa.

Di samping itu, kehadiran Asbihu juga menjadi solusi karena selama ini seakan-akan belum ada kesempatan berbuat oleh NU. Warga NU yang berangkat haji dan umrah melalui agen perjalanan umrah dan haji yang dikelola pihak lain, hanya memperkaya pihak lain.

Dengan demikian adalah kewajiban warga NU untuk membesarkan NU minimal ketika beribadah umrah melalui Asbihu.

Ditanya bagaimana kinerja Pengurus Wilayah Asbihu Jawa Barat yang baru dilantik, ia optimis dan yakin karena pengurus Asbihu Jawa Barat banyak yang masih muda.

Saya yakin sekali Asbihu di Jawa Barat akan besar, karena banyak pemuda yang masuk menjadi pengurus. Semangatnya masih tinggi, tegas Kiai Musthafa. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74211/obat-berbagai-persoalan-itu-bernama-taqarrub

Santriwati Pintar

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock