Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2017

Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?

Santriwati Pintar - Imam Besar Dr. Ahmad Thayyib Syeikh Al-Azhar menjawab beberapa pertanyaan dari anggora parlemen Jerman setelah memberikan pidato yang ditujukan kepada masyarakat internasional pada Selasa (15/3/2016) waktu Jerman, di kantor parlemen.

Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?
Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?


Wakil Al-Azhar di bidang kesejarahan Dr. Abbas Sauman sempat melontarkan pujian atas jawaban Grand Syeikh Al-Azhar itu yang sanggup membuat semua orang di gedung parlemen itu terdiam. Salah seorang anggota parlemen Jerman bertanya: "Tadi Syeikh Al-Azhar berbicara tentang seorang muslim laki-laki yang boleh menikahi wanita non-muslim, itu adalah hal yang bagus. Akan tetapi mengapa agama kalian (Islam) melarang seorang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim?

Al-Azhar: Cadar Bukan Ajaran Islam Kedudukan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Abu Aqila, Pemfitnah Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi Syeikh Al-Azhar menjawab: "Pernikahan di dalam Islam bukan sekedar ikatan sipil/perdata saja, sebagaimana yang terjadi di negara anda. Akan tetapi pernikahan adalah ikatan keagamaan yang berdiri di atas rasa cinta dan kasih sayang dari dua pihak. Dan seorang muslim boleh menikahi wanita non-muslimah, dari agama nasrani/kristen misalnya, karena dia (laki-laki muslim) beriman kepada Nabi Isa As. sebagai syarat sempurna keimanannya.

“Selain itu juga agama kami memerintahkan seorang lelaki muslim untuk membolehkan wanita non-muslimah (isterinya) untuk menunaikan syariat agamanya, dan dia tidak boleh melarang isterinya untuk pergi beribadah ke gereja. Dan melarang suami yang muslim menghina simbol-simbol suci dari agama isterinya (seperti para Nabi-Nabi dan orang-orang Shaleh Yahudi: red), karena dia juga beriman kepada mereka. Dan karena inilah rasa cinta dan kasih sayang tidak hilang dari seorang lelaki muslim kepada wanita non-muslimah.

"Sebaliknya, jika seorang wanita muslimah menikah dengan lelaki non-muslim, sedang dia (suaminya) tidak beriman kepada Rasul kami Muhammad, dan agamanya si suami tidak memerintahkan untuk mengizinkan isterinya yang muslimah itu -jika dia menikahinya- untuk menunaikan syariat Islam (berjilbab, mendidik anak ala Islam, shalat, haji, dan lain-lain: red), atau memuliakan simbol-simbol suci Islam. Juga karena Islam adalah bentuk penyempurnaan dari Nasrani/Kristen, maka dia (si suami) akan menghinanya dengan tidak menghormati simbol-simbol suci agama isterinya dan menentang Rasul yang disucikan

isterinya.

“Maka dari itu, hilanglah rasa cinta dan kasih sayang di dalam jiwa isteri muslimah kepada suaminya yang non-muslim. Maka dari itu Islam melarang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim."

Kemudian di akhir jawabannya syeikh Al-Azhar menantang hadirin dengan halus dan sopan, "Apabila ada di sana yang tidak setuju dengan pendapat saya, maka saya akan sangat senang untuk mendengarnya." Tidak ada satupun yang hadir di situ menentang pendapat Syeikh Al-Azhar.

Barakallahu laka ya Syeikhana. Semoga Allah senantiasa menolongmu dalam menyebarkan Islam yang Rahmatan lil 'alamin. Semoga Allah memanjangkan umurnya dan selalu memberikan kesehatan kepadanya untuk bisa terus menyebarkan kedamaian Islam ke seluruh dunia. [Santriwati Pintar]

Keterangan: Tulisan ini diterjemahkan oleh Zulfahani Hasyim, dengan diedit seperlunya agar mudah dipahami. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/mengapa-wanita-muslim-dilarang-menikahi-laki-laki-beda-agama.html

Kamis, 09 Februari 2017

Di Google, Dutaislam Tidak Menemukan Berita Bib Rizieq Minta Maaf dan Cium Tangan

Santriwati Pintar - Iseng-iseng mengetik kata kunci "Habib Rizieq cium tangan orang" menggunakan mesin pencari Google (Image), tim redaksi Santriwati Pintar hanya menemukan foto Ustadz Yusuf Mansur (YM) mencium Habib Rizieq Syihab (HRS).

Di Google, Dutaislam Tidak Menemukan Berita Bib Rizieq Minta Maaf dan Cium Tangan
Di Google, Dutaislam Tidak Menemukan Berita Bib Rizieq Minta Maaf dan Cium Tangan


Di bagian G-News, kata kunci di atas hanya merujuk pada postingan berita tentang YM yang mau cium tangan HRS namun ditolak. Dimuat beberapa media wahabi namun ada yang kemudian merespon dengan artikel "hukum cium tangan". Weleh weleh weleh. Lihat hasilnya di cepretan ini:

Habib Rizieq Cium Tangan Begitu pula ketika mengetik kata kunci "Habib Rizieq minta maaf", sulit menemukan referensi di mesin pencari. Iseng kru redaksi Santriwati Pintar dipicu penasaran atas sindiran Kapolda Metro Jaya Irjen Moh Iriawan kepada HRS sebagai "seakan-akan manusia paling benar", ketika HRS menyebut Kapolda Metro Jaya Irjen Moh Iriawan sebagai 'jenderal berotak hansip'.

"Kalau saya sih ketawa saja Saudara Rizieq bilang begitu. Memang Rizieq itu akhlaknya paling baik di Indonesia dan otaknya paling pintar. Saya dibilang bodoh ya ketawa saja," sindir Iriawan, sebagaimana dilansir Santriwati Pintar dari situs Detikcom, Selasa (17/01/2017).

Mungkin benar kata Kapolda Metro Jaya tersebut, HRS adalah sosok paling pintar dan paling baik se-antero Indonesia, makanya sulit menemukan kapan dia minta maaf dan kapan pula ia menunduk teduh mencium orang lain yang sudah seharusnya dihormati.

Uniknya, ketika mencari data HRS meminta maaf, justru berita yang tertulis di mesin Google adalah ia yang menuntut orang lain untuk meminta maaf kepada dirinya. Termasuk menuntut Sukamawati meminta maaf saat melaporkan HRS ke polisi atas kasus penghinaan Pancasila.

Ketika diminta Walikota Bandung meminta maaf kepada masyarakat Sunda atas plesetan Sampurasun jadi Campurracun, HRS malah balik menyalahkan Bupati Purwakarta. Duh duh duh. Maha benar Allah Subhanahu wa Ta'ala atau.., ah tidak jadi!.

Satu-satunya berita teratas di Google soal HRS minta maaf adalah ketika ia akan melaporkan Megawati karena dianggap menghina agama, ditulis Detikcom juga, dengan judul "Habib Rizieq: Kalau Salah Kami Minta Maaf ke Mega, Begitu Sebaliknya". Dalam berita yang dimuat 17 Januari 2017 itu, HRS akan meminta maaf, ingat, pakai syarat 'kalau'. Artinya masih pelit.

Habib Rizieq Syihab Minta Maaf Hanya team medianya yang terdokumentasi pernah meminta maaf karena membuat desain gedung Muhammadiyah Bandung diedit dengan tulisan "Bank Islam 212" dengan sebutan "Menara 51" dan "Kantor Koperasi Syariah 411". Ingat, ini bukan HRS sebagai person, tapi tim medianya yang ceroboh.

Dari hasil penelusuran di atas, ada benarnya jika kelompok sebelah menjadikan Habib Rizieq Syihab sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia. Sangat cocok. Karena mungkin hanya HRS yang cocok dicium tangan, bukan mencium tangan. Karena HRS yang cocok dimintai maaf, bukan dia yang minta maaf. Maha benar adalah syarat mutlak imam besar. Setuju? [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/di-google-duta-islam-tidak-menemukan-berita-bib-rizieq-minta-maaf-dan-cium-tangan.html

Sabtu, 14 Januari 2017

Inilah Cara Komunikasi Antar Para Waliyullah

Santriwati Pintar - Suatu hari, seorang kiai sowan ke almaghfurlah Habib Ahmad Assegaf. Saat itu kira-kira 20 menit menjelang Maghrib. Ketika terdengar adzan, beliau pamit dan Habib Ahmad mengatakan hingga 3 kali, "Insya Allah 3 hari lagi kamu ke sini," demikian dawuh Habib.

Inilah Cara Komunikasi Antar Para Waliyullah
Inilah Cara Komunikasi Antar Para Waliyullah


Pas 3 hari kemudian, kiai tersebut kedatangan tamu almaghfurlah Mbah Kiai Munawar Kudus. Beliau bercerita tentang Habib Ahmad Assegaf, kemudian Mbah Munawar mengajak ke rumah Habib Ahmad.

Ketika sudah dekat dengan rumah Habib Ahmad, Mbah Munawar berkata, "mengko yen tekan ngarep lawang kok ora dibuka, tak tendang lawange/ nanti kalau sudah sampai depan rumah kok tidak dibukakan, saya tendang pintunya".

Benar sekali, tepat di depan pintu, tiba-tiba pintu dibuka oleh Habib Ahmad Assegaf sendiri sambil mengucap, "Assalamu'alaikum!".

Setelah masuk dan berbincang laiknya tamu, Mbah Munawar hendak meminta peci Habib Ahmad Aegaff, namun tidak diperbolehkan oleh habib. Karena rebutan, beliau berdua mirip seperti anak kecil, yang satu ingin merebut peci, dan yang satunya mempertahankan.

Akhirnya Habib Ahmad berkata, "mintalah kepada Ibrahim Baraqba", lalu Mbah Munawar keluar dari rumah dan tangan beliau menunjuk ke langit. Setelah itu beliau berdua berpamitan Habib Ahmad.

Beberapa hari kemudian sang kiai sedang ngopi di warung depan masjid Kauman. Setelah lepas tengah malam, kiai melihat seseorang masuk masjid lewat pintu samping, yang sangat dikenal oleh kiai dengan nama Wan Ibrahim Baraqba.

Penasaran, kiai beranjak ke masjid ingin mengetahui apa yang sedang di kerjakan dan apa yang akan terjadi. Ternyata setelah sholat sunnah, Wan Ibrahim Baraqba membaca sedang Al-Qur'an di dekat mimbar dan menangis di sana. Begitulah orang-orang besar. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/inilah-cara-komunikasi-antar-para-waliyullah.html

Kamis, 24 Desember 2015

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Jakarta, Santriwati Pintar. Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kader yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari pertanian menjadi seorang petani hingga di pemerintahan.

(Kader NU) ada yang sudah jadi presiden, jadi menteri, kata Tito saat memberikan sambutan dalam acara Pameran Tunggal Seni Rupa Nabila Dewi Gayatri di Grand Syahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (8/5).

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)


Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Tito juga mengatakan, kader NU memiliki kemampuan-kemampuan di luar bidang agama seperti pencak silat, karya seni, dan lain-lain. Bahkan, di dalam bidang karya seni lukis ia mengaku bahwa kader NU lebih unggul dari pada dirinya.

Hari ini kita menyaksikan bagaimana kader NU (Nabila Dewi Gayatri) ternyata memiliki kemampuan seni yang luar biasa. Kalau kita lihat dari kaca mata umum untuk menilai kalau saya diminta membuat lukisan seperti ini, pasti kader NU lebih hebat dari pada saya, katanya.

Santriwati Pintar

Lebih jauh, ia menjelaskan, yang tidak kalah penting juga bagaimana perjuangan para ulama tersebut dalam menjaga dan merawat NKRI bisa diteruskan dan diteladani oleh generasi muda sekarang.

Kader-kader muda kita paham. Inilah ulama-ulama yang harus ditiru. Yang dilukis Bu Nabila ini jelas ulama-ulama yang membangun NKRI, lanjutnya.

Santriwati Pintar

Ia berharap, NU dan pemerintah bisa terus bergendengan tangan dan saling mendukung untuk menjaga keutuhan negeri ini. Polri dan NU tidak boleh pecah. Selagi unsur ini solid, NKRI aman, tegasnya. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77773/kapolri-apresiasi-kreativitas-kader-nu-di-bidang-seni

Kamis, 18 Juni 2015

Kisah Santri Nakal yang Jadi Kyai Dengan Ribuan Santri

Santriwati Pintar - Suatu saat K.H. Ahmad Umar Abdul Manan (1916–1980), pengasuh Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan Solo, memanggil lurah pondok.

Kisah Santri Nakal yang Jadi Kyai Dengan Ribuan Santri
Kisah Santri Nakal yang Jadi Kyai Dengan Ribuan Santri


“Aku minta dicatatkan nama-nama santri yang nakal ya! Dirangking ya. Paling atas ditulis nama santri ternakal, nakal sekali, nakal dan terakhir agak nakal.”

Lurah pondoknya girang bukan main. Karena sudah beragam cara diupayakan untuk mengingatkan santri-santri nakal itu. Tapi hasilnya nihil. Sepertinya mereka sudah beku hatinya.

Dengan penuh semangat, dijalankanlah perintah Kyai Umar tersebut. Nama-nama santri itu ditulis besar-besar dengan spidol. Ternakal fulan bin fulan asal dari daerah A. Nakal sekali fulan bin fulan dari daerah B sampai santri yang agak nakal. Setelah catatan selesai dibuat, kemudian diserahkan kepada Kiai.

Lurah pondok itu menanti seminggu, dua minggu, kok tidak ada tindakan apa-apa. Pikirnya dalam hati, “Kok santri-santri yang nakal masih tetap nakal ya. Kok tidak diusir atau dipanggil Kyai.”

Akhirnya lurah pondok itu memberanikan diri matur kepada Kiai Umar.

“Maaf Kyai, santri-santri kok belum ada yang dihukum, ditakzir atau diusir?”

“Lho, santri yang mana?”

“Santri yang nakal-nakal. Kemarin panjenengan minta daftarnya.”

“Siapa yang mau mengusir? Karena mereka nakal itu dipondokkan, biar tidak nakal. Kalau di sini nakal terus diusir, ya tetap nakal terus. Dimasukkan ke pesantren itu biar tidak nakal.”

“Kok anda memerintahkan mencatat santri-santri yang nakal itu?”

“Begini, kamu kan tahu tiap malam aku setelah sholat tahajud kan mendoakan santri-santri. Catatan itu saya bawa, kalau saya berdoa mereka itu saya khususkan. Tanya dululah kalau belum paham.”

* * *

Cerita ini pernah saya sampaikan di sebuah daerah di Jawa Tengah. Ada Kyai muda mengundang saya untuk mengisi ceramah di acara khataman Quran di pesantrennya. Ada puluhan ribu orang yang hadir. Dalam kesempatan itu saya ceritakan kisah di atas. Saya suka menceritakan kisah ini, karena apa yang dilakukan Kyai Umar sesuai dengan yang dipesankan ayah saya, bahwa mengajar harus lahir batin.

Saat saya sampaikan cerita ini, para hadirin tertawa semua. Hanya satu orang yang tidak tertawa. Kyai muda itu terlihat menunduk diam. Pikir saya, “Apa Kiai ini tidak paham yang saya sampaikan atau bagaimana? Kok tidak ada ekspresi apa-apa saat dengar cerita saya.”

Pada saat turun dari podium, saya dirangkul oleh kyai muda itu. Dia membisikkan sesuatu, “Masya Allah, alhamdulillah Gus, jenengan tidak menyebut nama. Sayalah daftar ternakalnya Kyai Umar.” Kaget, heran dan kagum saya, dengan statusnya dulu sebagai santri ternakal, dia sekarang jadi kyai dengan ribuan santri.

Kisah di atas disampaikan oleh KH. Musthofa Bisri dalam haul KH. Umar Abdul Manan di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo. [Santriwati Pintar] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/kisah-santri-nakal-yang-jadi-kyai-dengan-ribuan-santri.html

Selasa, 02 Juni 2015

Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun

Jakarta, Santriwati Pintar. Tentara Israel menyerang kota di utara jalur Gaza pada hari Rabu yang mengakibatkan terbunuhnya anak umur 12 tahun dalam sebuah operasi untuk menghentikan serangan gerilyawan Palestina. Israel menyerang pada peringatan 55 tahun pendudukan Israel atas tanah Palestina. Para saksi mengatakan sekitar 30 kendaraan perang, termasuk tank dan buldoser meruntuhkan empat rumah yang dicurigai ditinggali para militan.

Mereka mengatakan Mohammed al Zaanin bocah berusia 12 tahun tersebut ditembak mati oleh tentara Israel di waktu pagi ketika terjadi pertempuran secara sporadis. Kekerasan itu merupakan tamparan atas usaha Amerika Serikat yang mengusulkan rencana perdamaian baru yang dikenal sebagai peta jalan untuk mengakhiri kekerasan antara Palestina dan Israel., yang sebagai imbalbaliknya dibentuknya negara Palestina pada tahun 2005

Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)


Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun

Tentara Israel menembak mati lima orang palestina dalam pertempuran di selatan jalur Gaza pada hari Selasa yang menunjukkan bahwa rencana perdamaian tersebut belum memiliki dampak terhadap kekerasan palestina-Israel sehari hari. (rtr/mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/117/israel-menembak-mati-bocah-12-tahun

Santriwati Pintar

Santriwati Pintar

Kamis, 29 Januari 2015

Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik

Yogyakarta, Santriwati Pintar. Minimnya berita tentang NU di media massa cukup membuat kami resah. Ada apa ini? Bagaimana ini? Inilah kemudian yang menjadi salah satu alasan bagi Majalah Bangkit PWNU DIY dan media-media yang ada di pesantren Krapyak mengadakan acara Diklat Jurnalistik.

Demikian disampaikan oleh Muhammadun As selaku Pimred Majalah Bangkit PWNU DIY dalam acara Diklat Jurnalistik di Gedung PWNU DIY, Ahad Pagi (2/6).

Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)


Menciptakan Penulis Santri Melalui Pelatihan Jurnalistik

Muhammadun juga mengungkapkan bahwa pelatihan seperti ini merupakan langkah awal untuk menciptakan generasi-generasi penulis baru dari kalangan pesantren.

Santriwati Pintar

Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk menciptakan generasi baru dari kalangan pesantren. Ke depannya, pelatihan-pelatihan jurnalistik seperti ini akan diadakan sebulan sekali, ungkap Muhammadun.

Sementara itu, sebagai narasumber, Jayadi Kasto Kastari, salah satu redaktur SKH Kedaulatan Rakyat, berhasil membuat peserta tidak mengantuk dengan gaya penyampaian materi yang disisipi dengan guyonan-guyonan segarnya.

Santriwati Pintar

Salah satu point materi yang disampaikan Jayadi dalam acara tersebut ialah tentang kekurangan-kekurangan para penulis pemula di media massa.

Sedikitnya ada empat faktor yang terkadang menjadi kekurangan bagi para penulis pemula di media massa. Pertama, masih lemah dalam tata bahasa (sistematika, gramatikal, keterbacaan, komunikatif). Kedua, kurang tepat dalam memilih diksi (pilihan kata). Ketiga, kurang dalam hal ejaan. Keempat, masih minim sekali pengetahuan tentang tanda baca, terang Jayadi panjang lebar.

Acara yang dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00 tersebut, dihadiri oleh sekitar 20 puluhan peserta. Mereka merupakan perwakilan dari pesantren-pesantren yang ada di Krapyak.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Nisa, Sholihin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44895/menciptakan-penulis-santri-melalui-pelatihan-jurnalistik

Santriwati Pintar

Kamis, 08 Januari 2015

Gus Mus Kecam Pendakwah yang Main Hakim Sendiri

Santriwati Pintar - Islam di Indonesia saat ini, lebih banyak terlihat wajah marah, daripada ramah. Mengapa begitu? Ini karena esensi dakwah telah menghilang dan luput dari karakter pendakwah muslim di negeri ini. Demikian pesan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam Silaturahmi dan Tausyiah di Masjid Universitas Negeri Malang, Selasa (23/8/2016).

Gus Mus Kecam Pendakwah yang Main Hakim Sendiri
Gus Mus Kecam Pendakwah yang Main Hakim Sendiri


Dalam agenda ini, Gus Mus didampingi oleh Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. H. Ah. Rofi'uddin, M.Pd, dan segenap jajaran pimpinan kampus UM, serta professor, dosen dan pengurus NU Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Dalam ceramahnya, Gus Mus menyampaikan pentingnya ruhuddakwah (ruh atau inti dakwah), yang harus dimiliki oleh ustadz, pendakwah dan segenap umat muslim negeri ini. "Di antara krisis umat Islam adalah krisis ruh ad-dakwah," terang Gus Mus. Menurut beliau, hilangnya ruh dakwah akan menjadikan pesan Islam menjadi melenceng dari apa yang diperintahkan Allah.

Gus Mus juga mengecam para pendakwah yang bersikap keras dan cenderung main hakim sendiri, tanpa ada ajakan dengan kedamaian dan rahmat. "Semua sedang berjalan menuju Allah. Ada yang mampir, ada yang bergeser. Tapi semua belum sampai ke tujuan. Jika masih di jalan, tapi belum sampai kok disikat," ujar Gus Mus, di hadapan ribuan mahasiswa dan dosen.

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan bahwa Rasulullah Muhammad diutus untuk berdakwah dan mengajarkan cinta, bukan melaknat manusia. "Buitstu daa'iyan, saya diutus untuk berdakwah bukan melaknat. Itulah ungkapan Nabi Muhammad," kisah Gus Mus.

Dalam esensi dakwah dengan cinta, Nabi Muhammad senantiasa bersabar dan terus mengajak kepada kebaikan, meski dibalas musuhnya dengan kejam. Namun, kesabaran Nabi Muhammad membuahkan hasil dengan Islam yang berkembang pesat.

"Kalian tahu siapa Khalid bin Walid? Khalid bin Walid itu anaknya Walid al-Mughirah, yang merupakan tokoh yang memusuhi Nabi Muhammad. Kalian mengenal Hindun? Perempuan bernama Hindun, istrinya Abu Sufyan, yang dahulu pernah memakan jantungnya Sayyidina Hamzah, di perang Uhud. Setelah masuknya Islam, Hindun sangat mencintai Nabi Muhammad, sebagai pujaan dan panutan," terang Gus Mus.

Gus Mus menghimbau kepada umat muslim, khususnya pendakwah agar memahami bab taubat. Beliau mengatakan, bahwa taubat itu sampai pada akhir hayat, sebelum nyawa dicabut, setiap manusia bisa bertaubat.

"Sunan Kalijaga ketika masih menjadi Brandal Lokajaya, itu merupakan begal. Kalau pada masa itu Sunan Bonang bersikap keras, maka ya tidak ada Sunan Kalijaga," kisah Gus Mus.

Dalam tausyiahnya, Gus Mus menghimbau agar umat muslim mengedepankan akhlak dan memudahkan kesulitan. "Yuriidu biqumul yusra, walaa yuriidu biqumul usra. Allah menghendaki kalian gampang, dan tidak menghendaki kalian sulit. Allah itu tidak ingin kita itu sulit, kok kita malah mempersulit," terang Gus Mus.

Gus Mus menambahkan bahwa, beragama itu seharusnya menjadi kenikmatan. "Beragama itu harusnya enak, tapi kok sekarang malah dipersulit? Islam itu harusnya rahmatan lil 'alamin, tapi kayaknya malah jadi la'natan lil 'alamiin," jelas Gus Mus.

Dalam agenda ini, Gus Mus berpesan kepada mahasiswa dan akademisi untuk teguh mengkaji, tekun belajar dan memberi kontribusi pada NKRI. Gus Mus juga berharap agar kampus UM menjadi universitas yang memberi manfaat pada kehidupan, dan turut berkontribusi pada kebaikan Indonesia [Santriwati Pintar/ munawirSantriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/gus-mus-kecam-pendakwah-yang-main-hakim-sendiri.html

Selasa, 16 Desember 2014

Jelang UN, Ribuan Siswa Ikuti Istighotsah Akbar Ansor Kraksaan

Probolinggo, Santriwati Pintar. Menjelang Ujian Nasional (UN) tahun 2016, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Sabtu (26/3) menggelar istighotsah akbar dan doa bersama di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan siswa tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Kraksaan.

Ribuan siswa tingkat SMA ini menyambut dengan sangat antusias kegiatan yang digelar rutin setiap tahun menjelang pelaksanaan UN tersebut. Hal itu terlihat dari banyaknya pelajar yang ikut serta dalam dzikir dan doa bersama tersebut. Mereka berbaur bersama para orang tua dan gurunya.

Jelang UN, Ribuan Siswa Ikuti Istighotsah Akbar Ansor Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, Ribuan Siswa Ikuti Istighotsah Akbar Ansor Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang UN, Ribuan Siswa Ikuti Istighotsah Akbar Ansor Kraksaan

Istighotsah akbar dan doa bersama yang gawangi oleh Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor PC GP Ansor Kota Kraksaan ini mengambil tema Mengawal Pemuda Kabupaten Probolinggo Melalui Dzikir, Doa dan Shalawat Menuju Terwujudnya Pemuda Yang Berintegritas, Berkarakter, Beriman dan Bertaqwa Kepada Allah SWT.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan dan Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq beserta jajaran pengurus. Tidak ketinggalan pula Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang Gus Ali Mustofa yang memimpin istighotsah akbar dan doa bersama.

Santriwati Pintar

Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq mengatakan kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk memberikan semangat kepada pelajar, terutama yang sebentar lagi akan melaksanakan UN. Istighotsah akbar dan doa bersama ini sangat penting untuk memberikan motivasi dan sebagai ikhtiar batin siswa dalam menghadapi UN, ungkapnya.

Santriwati Pintar

Menurut Taufiq, istighotsah akbar dan doa bersama ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari PC GP Ansor Kota Kraksaan dalam rangka memberikan wadah pendidikan penguatan iman kepada pelajar sebagai generasi penerus bangsa sebagai persiapan menghadapi UN. Selain usaha belajar, kunci sukses menghadapi UN adalah mengimbanginya dengan doa dan keyakinan, jelasnya.

Sementara Gus Ali Mustofa dalam sambutannya mengingatkan kepada para pelajar apa yang telah dilakukan selama ini, terlebih perbuatan terhadap para orang tua, guru dan di lingkungan masyarakat.

Selain berupaya dengan belajar yang rajin dan penuh semangat, pelajar hendaknya, selalu berdoa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tumbuhkan rasa yakin bahwa kalian mampu mengerjakan soal-soal UN nanti, katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66818/jelang-un-ribuan-siswa-ikuti-istighotsah-akbar-ansor-kraksaan

Santriwati Pintar

Minggu, 02 Maret 2014

PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi

Jakarta, Santriwati Pintar. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya ulama besar Suriah Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi (84) akibat serangan bom bunuh diri, Kamis (21/3).

Kami sangat menyesalkan kekerasan di Suriah yang mengakibatkan tewasnya ulama besar yang luar biasa pengaruhnya di dunia Islam, kata Rais Suriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin saat dihubungi Santriwati Pintar, Jumat malam.

PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Sesalkan Serangan Terhadap Said Ramadhan Al-Buthi

Menurut dia, al-Buthi merupakan ulama Sunni terkemuka dengan tingkat kecakapan yang sangat tinggi pada disiplin keislaman. Karya-karyanya cukup monumental dan sering dirujuk kalangan cendekiawan muslim dunia.

Semua ulama tahu bahwa beliau aktif di dunia pemikiran, seperti ushul fiqih dan lain sebagainya. Saya kira untuk sementara belum ada bandingannya di dunia ini yang sealim dan setingkat Said Ramadhan al-Buthi, imbuhnya.

Santriwati Pintar

Di antara kitab karangan al-Buthi yang populer adalah Dlawabit al-Mashlahah fi al-Syariat al-Islamiyyah, Fiqh Sirah, Muhadharat Fil Fiqhil Muqharin Maa Muqaddimati Fi Bayani Asbabi Ikhtilafi al-Fuqaha Wa Ahammiyyati Dirasatil Fiqhil Muqarin, Al-Islam Maladz Kulli Mujtamaat Insaniyyah Limadza wa Kaifa, dan lain-lain.

Santriwati Pintar

Kiai Ishom menjelaskan, buah pikiran al-Buthi sering sejalan dengan pendapat para kiai NU. Hal ini terutama karena al-Buthi merupakan tokoh penganut mazhab Imam Syafii di bidang fiqih dan pengikut mazhab Imam Abu Hasan Asyari dalam hal akidah.

Seperti diwartakan, ulama kelahiran Turki pada 1929 ini menjadi korban keganasan bom bunuh diri yang diduga dari penentang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad saat memberikan ceramah di Masjid al-Iman yang terletak di Damaskus, ibu kota Suriah. Akibat serangan ini, sedikitnya 49 orang tewas, termasuk cucu al-Buthi, dan 84 orang lainnya terluka.

Kita merasa kehilangan sekali ulama yang moderat seperti Said Ramadhan al-Buthi, ujar Kiai Ishom.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43254/pbnu-sesalkan-serangan-terhadap-said-ramadhan-al-buthi

Santriwati Pintar

Rabu, 23 Mei 2012

Biografi Sanad Syeikh Zaini Dahlan

Ibnu Sa’ad dan Mala meriwayatkan di dalam sirahnya bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Pada setiap generasi umatku terdapat manusia-manusia adil dari kalangan Ahlul Baitku, yang menyingkirkan dari agama ini segala bentuk penyimpangan orang-orang yang sesat, pemalsuan orang-orang yang batil, dan petakwilan orang-orang yang bodoh."

Biografi Sanad Syeikh Zaini Dahlan
Biografi Sanad Syeikh Zaini Dahlan


Di kalangan dunia penuntut ilmu di pondok-pondok pesantren, nama Sayyid Ahmad Zaini Dahlan sudah tidak asing lagi. Namanya harum dan masyhur di kalangan mereka karena sebagian besar sanad keilmuan para ulama Nusantara (Indonesia, Malaysia dan Pathani) bersambung kepada ulama besar ini. Beliau sangat terkenal sebagai seorang ulama pembela Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menentang faham Wahabi, sehingga ulama besar ini sangat dibenci dan amat dimusuhi oleh golongan wahabi. Maka, banyak fitnah yang ditaburkan terhadap beliau. Tujuannya tidak lain agar umat Islam yang tidak tahu yang sebenarnya, menjauh.

Menurut riwayat, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan lahir di Makkah pada 1232H /1816M. Selesai menimba ilmu di kota kelahirannya, ia lantas dilantik menjadi mufti Mazhab Syafi'i, merangkap “Syeikhul Harom”, suatu pangkat ulama tertinggi saat itu yang mengajar di Masjidil Harom yang diangkat oleh Syeikhul Islam yang berkedudukan di Istanbul, Turki.

Ulama besar inilah yang telah memberi perlindungan kepada Syaikh Rahmatullah bin Kholilurrohman al-Kironawi al-Hindi al-Utsmani ( lahir 1226H /1811M, riwayat lain lahir Jumadil Awwal 1233H /9 Maret 1818M, wafat malam Jum`at, 22 Ramadan 1308H /2 Mei 1891M) ketika diburu oleh penjajah Inggris bahkan beliau memperkenalkannya kepada pemerintah Makkah. Sehingga Syeikh Rahmatullah mendapat izin untuk membuka Madrasah Shoulatiyah.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan merupakan seorang Syeikhul Islam, Mufti Haromain dan Pembela Ahlus Sunnah Wal Jama`ah. Berasal dari keturunan yang mulia, ahlul bait Rosulullah Saw. Silsilah beliau bersambung kepada Sayyidina Hasan, cucu kesayangan Rasulullah SAW. Berdasarkan kitab Taajul-A`raas, Juz 2, halaman 702 karya al-Imam al-A`llaamah al-Bahr al-Fahhamah al-Habib A`li bin Husain bin Muhammad bin Husain bin Ja`far al-A`ththoos disebutkan urutan nasabnya seperti berikut: Al-Imam al-Ajal wal-Bahrul Akmal Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi Syaikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi wa Hafidzu Haditsin Nabi S.a.w. wa Kawakibu Sama-ihi, Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin asy-Sayyid Ahmad

bin Zaini Dahlan

bin Ahmad Dahlan

bin ‘Utsman Dahlan

bin Ni’matUllah

bin ‘Abdur Rahman

bin Muhammad

bin ‘Abdullah

bin ‘Utsman

bin ‘Athoya

bin Faaris

bin Musthofa

bin Muhammad

bin Ahmad

bin Zaini

bin Qaadir

bin ‘Abdul Wahhaab

bin Muhammad

bin ‘Abdur Razzaaq

bin ‘Ali

bin Ahmad

bin Ahmad (Mutsanna)

bin Muhammad

bin Zakariyya

bin Yahya

bin Muhammad

bin Abi ‘Abdillah

bin al-Hasan

bin Sayyidina ‘Abdul Qaadir al-Jilani, Sulthanul Awliya

bin Abi Sholeh

bin Musa

bin Janki Dausat Haq

bin Yahya az-Zaahid

bin Muhammad

bin Daud

bin Muusa al-Juun

bin ‘Abdullah al-Mahd

bin al-Hasan al-Mutsanna

bin al-Hasan as-Sibth

bin Sayyidinal-Imam ‘Ali & Sayyidatina Fathimah al-Batuul rodliyallahu ‘anhuma wa `anhum ajma`in.

Murid-muridnya: Diantara murid-murid beliau yang terkenal ialah Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi, pengarang “I’anathuth-Tholibin Syarh Fath al-Mu’in karya al-Malibary” yang masyhur, Sayyidil Quthub al-Habib Ahmad bin Hasan al-Aththas, Sayyid Abdullah az-Zawawi Mufti Syafi`iyyah, Mekah. Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi telah mengarang kitab bernama “Nafahatur Rohman” yang merupakan manaqib atau biografi kebesaran gurunya Sayyid Ahmad.

Adapun ulama-ulama Nusantara yang pernah berguru dengan ulama besar ini ialah:- Syeikh Nawawi bin Umar Al-Jawi Al-Bantani (Jawa Barat)

Syeikh Abdul Hamid Kudus (Jawa Timur)

Syeikh Muhammad Khalil al-Maduri (Jawa Timur)

Syeikh Muhammad Saleh bin Umar, Darat (Semarang)

Syeikh Ahmad Khatib bin Abdul Latif bin Abdullah al-Minankabawi (Sumatra Barat)

Syeikh Hasyim Asy’ari Jombang (Jawa Timur)

Sayyid Utsman bin ‘aqil bin Yahya Betawi (DKI Jakarta)

Syeikh Arsyad Thawil al-Bantani (Jawa Barat)

Tuan guru Kisa-i Minankabawi [atau namanya Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh. Beliau inilah yang melahirkan dua orang tokoh besar di dunia Melayu. Satu, putra beliau sendiri, Dr. Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah. Kedua, cucu beliau, Syeikh Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)

Syeikh Muhammad bin Abdullah as-Shuhaimi

Syeikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathoni

Tuan Hussin Kedah (Malaysia)

Syeikh Ahmad Yunus Lingga,

Datuk Hj Ahmad (Ulama Brunei Dar as-Salam)

Tok Wan Din, nama lengkapnya Syeikh Wan Muhammad Zainal Abidin al-Fathoni,

Syeikh Abdul Qadir al-Fathoni (Tok Bendang Daya II),

Haji Utsman bin Abdullah al-Minankabawi, Imam, Khatib dan Kadi Kuala Lumpur yang pertama,

Syeikh Muhammad al-Fathoni bin Syeikh `Abdul Qadir bin `Abdur Rahman bin `Utsman al-Fathoni

Sayyid `Abdur Rahman al-Aidrus (Tok Ku Paloh)

Syeikh `Utsman Sarawak

Syeikh Abdul Wahab Rokan

Dan lain-lain.

Para ulama banyak memberikan gelar kepada beliau antara lain sebagai al-Imam al-Ajal (Imam pada waktunya), Bahrul Akmal (Lautan Kesempurnaan), Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi (Ketunggalan masa dan waktunya), Syaikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi (Syaikh Ilmu dan Pembawa benderanya) Hafidzu Haditsin Nabi SAW wa Kawakibu Sama-ihi (Penghafal Hadits Nabi SAW. dan Bintang-bintang langitnya), Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin (Tumpuan para murid dan Pendidik para salik), dan lain-lain.

Inilah orang yang difitnah dan dituduh oleh gembong-gembong wahabi sebagai tukang fitnah. Ketahuilah bahwa orang yang pertama kali memfitnah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah Rasyid Ridha murid Muhammad Abduh yang mengarang “Tafsir al-Manar” rujukan kaum Wahabi. Tujuan mereka memfitnah Sayyid Ahmad adalah untuk memusnahkan ilmu dan pengetahuan yang sebenarnya, agar kebatilan mereka diterima. Sesungguhnya Sayyid Ahmad bersih dari tuduhan musuh-musuhnya tersebut, beliau adalah ulama yang tsiqat (yang bisa dipercaya).

Sayyid Abu Bakar Syatho ad-Dimyathi dalam “Nafahatur Rohman” antara lain menulis:- “Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan r.a. hafal al-Qur`an dengan baik dan menguasai 7 cara bacaan Qur`an (Qiroatus Sab`ah). Beliau juga hafal kitab “asy-Syaathibiyyah” dan “al-Jazariyyah”, dua kitab yang sangat bermanfaat bagi pelajar yang hendak mempelajari qiroah sab`ah. Karena cinta dan perhatiannya pada al-Qur`an, beliau memerintahkan sejumlah qori untuk mengajar ilmu ini, beliau kawatir ilmu ini akan hilang jika tidak diajarkan terus.”

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Hasany kembali ke rahmatullah pada tahun 1304 H /1886 M setelah menghabiskan usianya di jalan Allah berkhidmat untuk agama-Nya. Beliau dimaqamkan di Madinah al-Munawwarah. Sangat amat besar jasa ulama ini dalam mempertahankan pegangan Ahlus Sunnah wal Jama`ah sehingga beliau dijadikan tempat gembong-gembong wahabi ahlul bughoh melepas geram dengan berbagai fitnah dan cacian.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah seorang ulama yang produktif. Selain melahirkan para ulama beliau juga menghasilkan karangan yang sangat banyak, diantaranya adalah: 1. Al-Futuhatul Islamiyyah;

2. Tarikh Duwalul Islamiyyah;

3. Khulasatul Kalam fi Umuri Baladil Haram;

4. Al-Fathul Mubin fi Fadhoil Khulafa ar-Rasyidin;

5. Ad-Durarus Saniyyah fi raddi ‘alal Wahhabiyyah;

6. Asnal Matholib fi Najati Abi Tholib;

7. Tanbihul Ghafilin Mukhtasar Minhajul ‘Abidin;

8. Hasyiah Matan Samarqandi;

9. Risalah al-Isti`araat;

10. Risalah I’raab Ja-a Zaidun;

11. Risalah al-Bayyinaat;

12. Risalah fi Fadhoilis Sholah;

13. Shirathun Nabawiyyah;

14. Syarah Ajrumiyyah;

15. Fathul Jawad al-Mannan;

16. Al-Fawaiduz Zainiyyah Syarah Alfiyyah as-Sayuthi;

17. Manhalul ‘Athsyaan; dll.

“ad-Durarus Saniyyah fir raddi alal Wahhabiyyah” (Mutiara-mutiara yang amat berharga untuk menolak faham Wahhabi). Inilah diantara kitab karangan Panutan kita Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan al-Hasany. Kitab inilah yang menyebabkan gerombolan wahabi marah dan murka dengan Sayyid Ahmad. Diantara isi kitab ini ialah penjelasan mengenai hukum ziarah ke maqbaroh Nabi Muhammad SAW, hukum tawassul, hukum istighotsah, hukum tabarruk (ngalap berkah), kesesatan wahabi, penolakan ulama terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab dan sejarah muncul dan perlakuan Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan mengatakan: "Abd al-Wahhab, bapak Muhammad bin abdul wahab adalah seorang yang salih dan merupakan seorang tokoh ahli ilmu, begitu juga dengan al-Syaikh Sulaiman. Al-Syaikh `Abd al-Wahhab dan al-Syaikh Sulaiman, keduanya dari awal ketika Muhammad mengikuti pengajarannya di Madinah al-Munawwarah telah mengetahui pendapat dan pemikiran Muhammad yang meragukan. Keduanya telah mengkritik dan mencela pendapatnya dan mereka berdua turut memperingatkan orang ramai mengenai bahayanya pemikiran Muhammad. [ tuqilan Sayyid Zaini Dahlan, al-Futuhat al-Islamiyah, Vol. 2, hlm. 357].

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan Dalam keterangan beliau yang lain dikatakan bahwa bapaknya `Abd al-Wahhab, saudaranya Sulaiman dan guru-gurunya telah dapat mengenali tanda-tanda penyelewengan agama (ilhad) dalam diri Muhammad yang didasarkan kepada perkataan, perbuatan dan tentangan Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap banyak persoalan agama. [Zaini Dahlan, al-Futuhat al-Islamiyah, Vol. 2, hlm. 357].

Dari Kitab ad-Durarus Saniyyah fir raddi alal Wahhabiyyah, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’i menulis: "Diantara sifat-sifat wahabi yang tercela ialah kebusukan dan kekejiannya dalam melarang orang berziarah ke makam dan membaca sholawat atas Nabi SAW, bahkan dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) sampai menyakiti orang yang hanya sekedar mendengarkan bacaan sholawat dan yang membacanya di malam Jum’at serta yang mengeraskan bacaannya di atas menara-menara dengan siksaan yang amat pedih.

Pernah suatu ketika salah seorang lelaki buta yang memiliki suara yang bagus bertugas sebagai muadzin, dia telah dilarang mengucapkan shalawat di atas menara, namun lelaki itu selesai melakukan adzan membaca shalawat, maka langsung seketika itu pula dia diperintahkan untuk dibunuh, kemudian dibunuhlah dia, setelah itu Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Perempuan-perempuan yang berzina di rumah pelacuran adalah lebih sedikit dosanya daripada para muadzin yang melakukan adzan di menara-menara dengan membaca shalawat atas Nabi. Kemudian dia memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya bahwa apa yang dilakukan itu adalah untuk memelihara kemurnian tauhid (kayaknya orang ini maniak atau menderita sindrom tertentu -red). Maka betapa kejinya apa yang diucapkannya dan betapa jahatnya apa yang dilakukanya ( mirip revolusi komunisme -red)."

Tidak hanya itu saja, bahkan diapun membakar kitab Dalailul Khairat (Kitab ini yang dibaca para pejuang Afghanistan sehingga mampu mengusir Uni Sovyet/Rusia, namun kemudian Wahabi mengirim Taliban yang akan membakar kitab itu -red.) dan juga kitab-kitab lainnya yang memuat bacaan-bacaan shalawat serta keutamaan membacanya ikut dibakar, sambil berkata apa yang dilakukan ini semata-mata untuk memelihara kemurnian tauhid.

Muhammad bin Abdul Wahhab juga melarang para pengikutnya membaca kitab-kitab fiqih, tafsir dan hadits serta membakar sebagian besar kitab-kitab tersebut, karena dianggap susunan dan karangan orang-orang kafir. Kemudian menyarankan kepada para pengikutnya untuk menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kadar kemampuannya, sehingga para pengikutnya menjadi biadab dan masing-masing menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kadar kemampuannya, sekalipun tidak secuil-pun dari ayat Al Qur’an yang dihafalnya.

Lalu ada seseorang dari mereka berkata kepada seseorang: “Bacalah ayat Al Qur’an kepadaku, aku akan menafsirkanya untukmu, dan apabila telah dibacakannya kepadanya maka dia menafsirkan dengan pendapatnya sendiri. Dia memerintahkan kepada mereka untuk mengamalkan dan menetapkan hukum sesuai dengan apa yang mereka fahami serta memperioritaskan kehendaknya di atas kitab-kitab ilmu dan nash-nash para ulama, dia mengatakan bahwa sebagian besar pendapat para imam keempat madzhab itu tidak ada apa-apanya.

Sekali waktu, kadang memang dia menutupinya dengan mengatakan bahwa para imam ke empat madzhab Ahlussunnah adalah benar, namun dia juga mencela orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Dan di lain waktu dia mengatakan bahwa syari’at itu sebenarnya hanyalah satu, namun mengapa mereka (para imam madzhab) menjadikan empat madzhab. Ini adalah kitab Allah dan sunnah Rasul, kami tidak akan beramal kecuali dengan berdasar kepada keduanya dan kami sekali-kali tidak akan mengikuti pendapat orang-orang Mesir, Syam dan India. Yang dimaksud adalah pendapat tokoh-tokoh ulama Hambaliyyah dan lainnya dari ulama-ulama yang menyusun buku-buku yang menyerang fahamnya.

Dan, dialah orang yang mengurangi keagungan Rasulullah SAW atas dasar memelihara kemurnian tauhid. Dia mengatakan bahwa Nabi SAW itu tak ubahnya :”Thorisy”. Thorisy adalah istilah kaum orientalis yang berarti seseorang yang diutus dari suatu kaum kepada kaum yang lain. Artinya, bahwa Nabi SAW itu adalah pembawa kitab, yakni puncak kerasulan beliau itu seperti “Thorisy” yang diperintah seorang amir atau yang lain dalam suatu masalah untuk manusia agar disampaikannya kepada mereka, kemudian sesudah itu berpaling (atau tak ubahnya seorang tukang pos yang bertugas menyampaikan surat kepada orang yang namanya tercantum dalam sampul surat, kemudian sesudah menyampaikannya kepada yang bersangkutan, maka pergilah dia. Dengan ini maka jelaslah bahwa kaum Wahabi hanya mengambil al Qur’an sebagian dan sebagian dia tinggalkan).

Diantara cara dia mengurangi ke-agungan Rasulullah SAW, ia pernah mengatakan : “AKU MELIHAT KISAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH, MAKA AKU DAPATI SEMESTINYA BEGINI DAN BEGINI”, dengan maksud menghina dan mendustakan Nabi SAW (seolah-olah mereka tahu waktu Nabi SAW membuat perjanjian itu –pen.) dan seterusnya masih banyak lagi nada-nada yang serupa yang dia ucapkan, sehingga para pengikutnya pun melakukan seperti apa yang dilakukannya dan berkata seperti apa yang diucapkannya itu.

Sehingga ada sebagian pengikutnya yang berkata : “SESUNGGUHNYA TONGKATKU INI LEBIH BERGUNA DARIPADA MUHAMMAD, KARENA TONGKATKU INI BISA AKU PAKAI UNTUK MEMUKUL ULAR, SEDANG MUHAMMAD SETELAH MATI TIDAK ADA SEDIKITPUN KEMANFA’ATAN YANG TERSISA DARINYA, KARENA DIA (RASULULLAH S A W) ADALAH SEORANG THORISY DAN SEKARANG SUDAH BERLALU”.

Sebagian ulama’ yang menyusun buku guna menolak faham ini mengatakan bahwa ucapan-ucapan seperti itu adalah “KUFUR” menurut ke empat madzhab, bahkan kufur menurut pandangan seluruh para ahli Islam.

Peringatan

Berhati-hatilah dengan fitnah yang dihembuskan oleh orang-orang Wahabi kepada al-Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Mereka menuduh al-`Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan sebagai tukang buat fitnah, rafidhi dan lain-lain lagi. Na’udzubillah. Apa yang mereka lakukan merupakan jarum halus musuh untuk menghancurkan kebenaran. Tujuan mereka menghembuskan fitnah atas Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Hasany adalah semata-mata untuk meruntuhkan sanad keilmuan dan pengetahuan para ulama kita bahkan ulama seluruh dunia, agar kebathilan mereka [Wahabi] diterima.

Apakah terbesit kita mengatakan para ulama kita seperti Syeikh Nawawi al-Bantani, syeikh Hasyim Asy’ari, Syeikh Muhammad Kholil (Mbah Khalil), Sayyid Utsman bin Yahya, Syeikh Utsman Sarawak, Syeikh Abdul Wahab Rokan, Syeikh Abdul Qadir al-Fathoni Syeikh Ahmad al-Fathoni, dan lain-lainnya itu berguru kepada seorang tukang fitnah?

Ingatlah dan renungkan dalam hati sanubari kita, apa jasa Muhammad bin Abdul Wahhab dengan kita atau dengan nenek datuk kita dibandingkan dengan jasa Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan para ulama Nusantara kita terdahulu.

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/biografi-sanad-syeikh-zaini-dahlan.html

Senin, 28 Maret 2011

Doa Menyembelih Hewan Qurban

Santriwati Pintar - Doa menyembelih hewan qurban adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan. Untuk menyempurnakan ibadah itu, kita dianjurkan untuk berdoa ketika menyembelih hewan kurban. Inilah doa yang dibaca sesaat sebelum hewan kurban kita disembelih. Doa ini dibaca dengan harapan Allah menerima ibadah kurban kita.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Doa Menyembelih Hewan Qurban - Santriwati Pintar
Doa Menyembelih Hewan Qurban - Santriwati Pintar


Doa Menyembelih Hewan Qurban

Cara bacanya: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Santriwati Pintar

Doa ini bisa kita temukan antara lain di buku Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Sayid Utsman bin Yahya atau Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi bin Umar Banten.

Namun demikian ada sejumlah doa yang dianjurkan ketika kita mengambil ancang-ancang untuk menyembelih hewan kurban. Hal ini ditunjukkan oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Tausyih ala Ibni Qasim.

Menurutnya, sebelum kita menghadapkan hewan kurban ke kiblat dan siap menggoreskan senjata tajam, kita dianjurkan membaca bismillâh, lengkap dan sempurnanya bismillâhir rahmânir rahîm.

Santriwati Pintar

Setelah itu kita dianjurkan membaca sholawat untuk Rasulullah SAW, bertakbir tiga kali. Setelah menghadap kiblat dan sesaat sebelum menyembelih, kita dianjurkan membaca doa menyembelih seperti di atas.

Berikut ini kami urutkan bacaan doanya.

1. Baca “Bismillâh”

بِسْمِ اللهِ

Artinya, “Dengan nama Allah”

Lebih sempurna “Bismillâhir rahmânir rahîm”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

2. Baca sholawat untuk Rasulullah SAW

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

4. Baca doa menyembelih

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Adapun takbir pada poin ketiga bisa juga dibaca sebelum bismillah pada poin pertama. Demikian doa yang dianjurkan dalam rangkaian upacara penyembelihan hewan kurban. Keterangan ini bisa ditemukan antara lain di buku Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi Banten. Wallahu a‘lam. [Santriwati Pintar/alhafiz kurniawanaSantriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/doa-menyembelih-hewan-qurban.html

Kamis, 10 Juni 2010

Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa

Santriwati Pintar - Ini adalah contoh khutbah Idul Adha dalam bahasa Jawa yang bisa digunakan untuk memberikan keterangan seputar Qurban dan sejarahnya. Anda bisa download khutbah Idul Adha ini dengan klik tanda print atau PDF di bawah postingan.

Ooleh Moch. Lukluil Maknun

Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa - Santriwati Pintar
Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa - Santriwati Pintar


Khutbah Idul Adha dalam Bahasa Jawa

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْ وَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ.. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ.اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، قال الله تعالى: { ‏قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} (سورة يونس ءاية 58)

Jamaah shalat Idul Adha Rahimakumullah..

Alhamdulillah, kanti rahmat ipun, Gusti Allah kersa njagi keimanan lan kaislaman kita, sahingga kita tetep dados umat Islam lan saget nindaaken ibadah salat Idul Adha 1437 H wonten dinten menika.

Santriwati Pintar

Shalawat ugi salam mugi tansah kunjukdumateng junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ugi lumeber dumateng keluarganipun, para sahabat, para tabi’in lan tabi’ut tabi’in, serta dumaten sinten kemawon ingkang ngikuti pentunjuk ipun Kanjeng Nabi dumugi yaumul qiyamah.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah

Santriwati Pintar

Idul Adha ingkang dipun pengeti wonten tanggal 10 dhulhijjah punika saget dipun sebat kanti nami Idul Hajj lan Idun Nahr. Idul Hajj utawi hari raya haji amargi terkait kalian kaum muslimin ingkang sami nindaaken ibadah haji, inggih rukun Islam kaping gangsal. Ibadah haji menika salah setunggalipun ibadah ingkang agung sanget minangka karunia saking Allah.

Ananging mboten sedaya umat muslim saget nggayuh kranten pinten-pinten sebab. Katah tiang ingkang kacukupan sangu, sehat fisik lan rohani, nanging mboten estu-estu niat tindak haji sahingga mboten saget mireng pengundang-ungdangipun Gusti Allah. Kosok wangsulipun ugi katah umat muslim ingkang niat lan kepengen sanget saget nindaaken haji anangin terhambat awit mboten mampu sangunipun, utawi saweg nandang sakit sahingga mboten saget nindaaken haji.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah..

Idul Adha kasebat ugi Idun Nahr artosipun hari raya penyembelihan (Hari raya Kurban). Perkawis menika kangge mengeti ujian berat ingkang dipun alami Nabi Ibrahim. Kanti kesabaran ugi ketabahan Nabi Ibrahim ingdalem ngadepi mapinten-pinten ujian lan cubo nglantaraken panjenenganipun nampi kahurmatan dados “Khalilullah” (kekasih Allah).

Kanti mengeti kisah Nabi Ibrahim sarto keluarga, saget kita ngertosi contoh keluarga teladan indgdalem babakan ketatan makhluk dumaten Khalik. Nabi Ibrahim dipun uji mboten anggadahi putra ngantos dangu sanget. Salajeng saksampunipun ingkang putra lahir, Nabi Ibrahim dipun perintah Allah kapurih ninggalaken isteri lan ingkang putra bayi wonten padang tandus.

Nalika igkang putra radi ageng, Nabi Ibrahim diuji malih supados ngorbanaken lan nyerahaken ingkang putra dateng Gusti Allah. Minangka Nabi, Ibrahim inggih tetep anggadahi sifat kados manungso biasanipun, wonten lebetipun manah ugi sempat anggadahi raos ragu bade nindaaken perintah ipun Allah menika, ananging wonten wekdal makaten isteri lan ingkang putra tansah maringi dukungan lan kemantepan kage nglampahi keputusan ipun Allah. Wonten mrikilah peran penting ipun keluarga salih, inggih menika saged maringi dukungan anggotanipun.

Nabi Ibrahimsampun maringi contoh teladan dateng kita, menawi kita kepengen anggadahi putra ingkang saleh, mangka tiang sepah iun kedah ngelampahi lan maringi conto kesalihan langkung rumiyin. Hasil didikan ingkan kados mekaten insyallah saged ndadosaken tabungan tiang sepah mbenjang wonten akhirat.

Saking Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ngendika:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“menawi setunggal mukmin seda, kaputus sedaya amalipun kejawi tigang perkawis: sedekah jariyah, ilmu ingkang dimanfaataken, lan doa saking anak saleh.” (HR. Muslim no. 1631)

Ingkang kaping tiga saking amal ingkang mboten kaputus inggih menika nggadahi waladun shalih, anak yang shalih. Kanti ninggalaken keturunan ingkang salih, sae igkang purun ndungakaken punapa mboten, kesalehan keturunan menika sampun saget nambahi pahala ingkang ngalir terus kagem tiang sepahipun. Pramila ampun ngantos kita lirwaaken putra-putri kita nyemplung wonten kehidupan lan pergaulan bebas ingkang tebih saking agami lan namung nuruti nafsu.

Salah setunggalipun riwayat, wonten bapak-bapak ingkang sowan dumateng Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab ra, madulaken putranipun ingkang durhaka. Piyambake ngeturaken menawi putrane asring ngucap lan tumindak kasar dumateng tiang sepahipun. Salajeng Sayyidina Umar nimbali putra kasebat lan paring duko.

“Ciloko kowe, opo kowe ora ngerteni yen duroko marang wong tuwo iku termasuk dosa gede lan ngundang murka saking Allah?”

“Nuwun sewu, Amiral Mukminin, ampun keseso ngadili kawula. Menawi bapak anggadahi hak dumateng putra, putra la nggih gadah hak ugi dumateng bapak?” si anak tanglet makaten.

“iya bener, anak ugi nduwe hak”

“lajeng punapa hak anak dateng bapak?”

“hak anak maring bapak ono telu. Siji, sayugjane bapak milih calon ibu kang apik kanggo calon anake, kapindo, bapak kudune maringi asmo kang apik kanggo anake, telu, bapak kewajiban ngajari Alquran (lan isine) kanggo anakke”.

Lajeng putra menika matur: “Duh Amiral mukminin, bapak kula mboten maringi hak ipun dumateng kula. Piyambake mboten milih ibu ingkang sae kangge kula, ibu kula inggih budak awon kulit hitam ingkang ditumbas regi kalilh dirham saking pasar, lajeng dipun gauli hingga ngandut kula. Sak sampune kula dipun lahiraken, bapak kula maringi asma Ju’al (si hitam ingkang awon praupan ipun). Bapak kula ugi mboten nate ngajari kula maos lan ngapal Alquran senajan setunggal ayat.”

Salajeng Sayyidina Umar noleh dumateng si bapak, nuli ngendikan: “Sliramu wes duroko marang anakmu sakdurunge anakmu duroko marang sliramu. Wes ngaliho seko kene.”

Pramila penting sanget kagem tiang sepah ngoptimalaken amal saleh supados angggaahi katurunan ingkang saleh, urip kanti rizki ingkang halal, lan dermawan dumateng sedulur umat muslim. Kaitan ipun asma ingkang sae, kita ngemuti kedadosan akhir-akhir menika, katah tiang sepah maringi asma ingkang salah dumateng putra, kados dene maringi asma putra kanti asmanipun Allah, utawi asma ingkang mboten dipun ngertosi artosipun, malah-malah naminipun setan dipun damel. Wonten malih nami asal comot saking bahasa asing ingkang mboten tamtu langkung sae tinimbang asma saking bahasa jawi amargi gengsi lan sak piturutipun.

Isteri dan anak saleh menika sanes mligi peparing saking gusti Allah. Allah maringi ruang dateng hambanipun kapurih berusaha lan berdoa supados kaparingan keluarga lan katurunan ingkang saleh. Katurun an ingkang saleh mboten kacithak saking bangku sekolah dasar dumugi perguruan tinggi kemawon, ananging sekolah ingkang langkung utami lan langkung aurat inggih menika pendidikan wonten lingkungan keluarga lan doa saking tiyang sepah kekalih. Mugi kia saget neladani keluarga Nabi Ibrahim, lan mugiha kita termasuk golonganipun tiang-tiang saleh lan kaparingan keluarga saleh, amin.

Jamaah Idul Adha rahimakumullah.

Gegayutan kalian kurban lan sembelihan, kadangkala wonten pangaggep ingkang madaaken antarane kurban kaliyan zakat. Inggih memang wonten mirip ipun wonten salah setunggal bagian, inggih menika wonten nilai sosial, inggih wekdal daging kurban dipun bagiaken dumateng para fakir miskin. Ananging tujuan utama penyembelihan menika sanes wonten sisi sosial belaka. Dados tetep benten senajan sami-sami ibadah kanti nggunaaken harta benda (ibadah maliyah).

Ugi wonten kasus malih wonten masyarakat ingkang nggabungaken zakat kalian kurban. Misal, Pak Polan wonten setunggal tahun ipun kewajiban ngedalaken zakat 5 juta, lajeng separo saking 5 juta dipun tumbasaken hewan kurban, kanti panganggep bilih kekalih ipun sami-sami dipun paringaken dumateng fakir miskin.

Pinangka jawaban kasus menika, perlu dipun enget bilih bondo zakat menika sanes milik ipun Pak Polan malih selaku muzakki, nangin sampun dados hak ipun asnaf wolu ingkang berhak nampi zakat. Menawi Pak Polan ngginaaken sepalih bondo zakat menika kangge tumbas hewan kurban, berarti piyambak ipun nasarufaken bondo ingkang sanes hak ipun. Lajeng menawi hewan kurban wau disembelih, lajeng Pak Polan nderek maem daging ipun berarti piyambak e ugi maem bondo zakat ingkang berarti haram.

Menawi dipenggalih saestu, bedanipun kurban lan zakat menika katah, mboten anamung wonten sisi teknis, nanging ugi wonten prinsip dasar. Pramila pinangka umat muslim, kita perlu mangertosi bedanipun supados ibadah ingkang kita lampahi leres menggah syariat. Dene beda kurban lan zakat antawis ipun:

1. Kurban hukumipun sunnah muakkad, zakat wajib

2. Kurban luwih nuju dateng ibadah ritual, menawi zakat ibadah sosial

3. Ingkang nampi kurban benten kaliyaningkang nampi zakat

4. Kurban kedah berbentuk hewan ingkang disembelih

5. Kurban mboten nyariataken amil

6. Amil Kurban mboten angsal dipun upah mawi daging kurban

7. Kurban mboten ngagem nisab, haul, lan kadar

8. Waktu pelaksanaan ugi benten

Jamaah idul adha rahimakumullah

Menawi taksih katah beda lan pembahasan antawisipun kurban kaliyan zakat, ananging khatib cekapaken khutbah menika. Saestu khatib mboten maksud ngendon-ngendoni semangat para jamaah kangge ngedalaken kurban, nanging mangga sami merhatiaken malih kewajiban kita babakan zakat, ugi infak lan sadakah.

Makaten mugi wonten gina manfaatipun

بسم الله الرحمن الرحيم قد افلح من تزكي و ذكر اسم ربه فصلي بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّه هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

KHUTBAH TSANI

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر.

الحمد لله أفاض نعمه علينا وأعظم. وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها, أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. رسول اصطفاه على جميع البريات. ملكهاوإنسها وجنّها. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أهل الكمال فى بقاع الأرض بدوها وقراها, بلدانها وهدنها.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم, وبارك على محمد وعلى أل محمد, كماباركت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات. إنك سميع قريب مجيب الدعوات وقاضى الحاجات. اللهم وفقنا لعمل صالح يبقى نفعه على ممر الدهور. وجنبنا من النواهى وأعمال هى تبور. اللهم أصلح ولاة أمورنا. وبارك لنا فى علومنا وأعمالنا. اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا. اللهم اجعلنا نعظم شكرك. ونتبع ذكرك ووصيتك. ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب. ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار.سبحانك رب العزة عما يصفون. و سلام علي المرسلين. والحمد لله رب العالمين

عباد الله ! إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر. يعذكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله يذكركم واشكروا على نعمه يزدكم .ولذكر الله أكبر

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/khutbah-idul-adha-dalam-bahasa-jawa.html

Jumat, 05 Februari 2010

Dialog di Tebuireng, Ini Penjelasan Quraish Syihab Soal Jilbab dan Kerudung

Santriwati Pintar - Pakar tafsir Al-Quran Quraish Shihab didampingi keluarga besar Pusat Studi Al-Quran (PSQ) Jakarta berkunjung ke Pesantren Tebuireng Jombang, Senin (26/12/2016). Dalam kunjungan tersebut, Quraish mengajak kalangan pesantren dan seluruh masyarakat untuk senantiasa menghormati perbedaan dan mengembangkan budaya Islam yang damai.

Dialog di Tebuireng, Ini Penjelasan Quraish Syihab Soal Jilbab dan Kerudung - Santriwati Pintar
Dialog di Tebuireng, Ini Penjelasan Quraish Syihab Soal Jilbab dan Kerudung - Santriwati Pintar


Dialog di Tebuireng, Ini Penjelasan Quraish Syihab Soal Jilbab dan Kerudung

Pria yang dikenal luas sebagai ahli tafsir itu menegaskan, menghormati pendapat yang berbeda bukan berarti menerimanya. "Kita hidup dalam masyarakat yang memiliki budaya yang sangat plural. Karena itu, semua pendapat yang berbeda, harus kita hormati. Dan, menghormati pendapat yang berbeda itu bukan berarti menerimanya," tandas ayah dari presenter Najwa Shihab ini.

Quraish lalu mencontohkan bagaimana muslimah Indonesia zaman dulu hanya mengenakan kerudung yang diselempangkan di kepala, dan tetap menampakkan sebagian rambut mereka. Berbeda dengan jilbab yang dikenakan perempuan zaman sekarang, yang menutupi seluruh kepala.

Menurut dia, para ulama zaman dahulu membiarkan praktik tersebut bukan tanpa dasar. Pasalnya, setiap pemikiran dan praktik keagamaan tidak bisa dilepaskan dari budaya yang berlaku di masyarakat. "Pasti para ulama waktu itu mempertimbangkan konteks budaya yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

Pendiri Pusat Studi Al-Quran ini pun mengajak kalangan pesantren untuk menjadikan konteks budaya sebagai salah satu pertimbangan dalam pengembangan pemikiran dan studi Al-Quran. "Dalam konteks studi dan pengembangan nilai-nilai Al-Quran, jangan sampai penafsiran kita tidak sejalan dengan budaya yang berkembang di masyarakat," imbuhnya.

Meski demikian, menurut lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini, penghormatan terhadap perbedaan juga dibatasi pada budaya dan pendapat yang mengarah pada kedamaian. "Semua pendapat yang berbeda, dari manapun datangnya, selama bercirikan kedamaian, harus kita hormati. Pendapat yang berbeda dengan kita, tapi tidak bercirikan kedamaian, (harus) kita tolak," tegasnya.

Dialog terbuka yang berlangsung di Aula Gedung Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng itu diikuti oleh ratusan kiai dan pengajar Al-Quran dari seluruh Jawa Timur. Quraish Shihab yang datang bersama istri dan sebagian anak cucunya serta didampingi Direktur PSQ Mukhlis M Hanafi disambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid beserta Nyai Hj. Farida Salahuddin.

Tampak hadir dalam forum dialog tersebut, Pengasuh PP Roudhotu Tahfidhil Quran Perak Jombang KH Masduqi, Mudir Madrasatul Quran Tebuireng KH Syakir Ridwan dan Mudir Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng Nur Hannan.

Sebelum mengakhiri dialog, Quraish menegaskan bahwa penjelasannya soal jilbab bukan berarti mengajak yang sudah berjilbab untuk melepaskan jilbab mereka. "Saya hanya tersinggung kalau orang tua kita yang dulu hanya berkerudung dianggap tidak menutup aurat. Sebab, ibu saya dulu juga tidak berjilbab (seperti orang sekarang)," ujarnya disambut tawa hadirin.

Menjelang akhir kunjungannya, Quraish Shihab beserta keluarga menyempatkan berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat akan keluar dari Kompleks Maqbaroh Pesantren Tebuireng, Quraish dan istrinya sempat mengalami kesulitan karena ratusan peziarah yang sedang memadati lokasi tersebut berebut menyalami keduanya. [Santriwati Pintar/ day]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/dialog-di-tebuireng-ini-penjelasan-quraish-syihab-soal-jilbab-dan-kerudung.html

Senin, 28 Desember 2009

Kisah Bayi yang Menyusu Ibunya di Dalam Kubur

Santriwati Pintar - Di antara nasehat habib Luthfi bin Yahya setelah melantunkan dzikir thoriqoh bersama-sama dalam jalsah Kliwonan bulan Ramadan 2016 ini adalah mengurai pentingnya tawakal. Diantaranya disebutkan bahwa ihtiyar itu berfungsi untuk menambah kenyakinan semata, bukan sebaliknya. Dalam QS. Ath-Thalaq: 1-2, Allah Swt berfirman:

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه.

Kisah Bayi yang Menyusu Ibunya di Dalam Kubur - Santriwati Pintar
Kisah Bayi yang Menyusu Ibunya di Dalam Kubur - Santriwati Pintar


Kisah Bayi yang Menyusu Ibunya di Dalam Kubur

Artinya: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya."(QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Santriwati Pintar

Lalu beliau menceritakan tentang peristiwa unik di masa lalu yang dialami oleh seorang waliyullah bernana Imam Malik bin Dinar ra dengan seorang hamba sholeh bernama Abdullah Basyri.

Suatu saat, karena permasalahan ekonomi yang di terpanya, Abdullah Basyri hijrah ke luar kota sebagai bentuk ihtiar untuk memberbaiki rizki pada diri dan keluarganya. Dengan tawakkal kepada Allah Swt, dan memasrahkan diri serta keluarga kepada-Nya, dia meminta izin kepada istrinya yang tengah hamil tua

Santriwati Pintar

Beberapa saat kemudian, ia pun pulang dengan rizki yang melimpah di tangannya, bersama rombongan kafilah dari negeri jiran dia tiba. Tapi ketika dia pulang ke rumah dan hendak menemui sang istri tercinta beserta anaknya, ternyata mereka telah tiada dan meninggal dunia. Tetesan air mata yang akhirnya dia terima dari ibu istrinya itu, saat menjemput kedatangannya.

Lalu diapun segera pergi ke pusara sang istri tercinta. Tapi anehnya, setiap kali dia berziarah, di sana selalu mendengar suara tangisan bayi dari kuburnya. Terus didengar suara itu olehnya hingga didengar pula oleh semua orang yang berada di sekitar makam tersebut.

Muncul tanda tanya dalam hati Abdullah Basyri; Suara siapakah itu? Apakah itu suara anaknya? Tapi masa iya? Atau suara orang lain.

Hingga akhirnya datanglah Imam Malik bin Dinar ra dan beliau berkata kepadanya, "Sudah tiga kali baginda Nabi saw datang kepadaku, beliau menitipkan salam untukmu dan memerintahkan kepadamu untuk segera mengambil anakmu di dalam kubur yang masih hidup bersama ibunya,"

Maka diapun segera pergi ke makamnya, lalu menggalinya dan subhanallah, benar apa yang dikatakan oleh Imam Malik bin Dinar. Sang bayi masih hidup dalam posisi menetek (menyusu). Jasad sang ibu telah mati namun air susu masih segar, laksana menyusu kepada orang yang masih hidup. Itulah bukti dari firman Allah Swt yang berbunyi:

ومن يتوكل على الله فهو حسبه.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (Ath-Thalaq : 3). Wallahu A'lam. [Santriwati Pintar]

Source: Ngaji Kliwonan Bersama Maulana Habib Luthfi bin Yahya di Kanzus Sholawat Pekalongan, malam 19 Ramadhan 1437/ 24 Juni 2016 M.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/kisah-bayi-yang-menyusu-ibunya-di-dalam-kubur.html

Kamis, 19 November 2009

Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja

Jakarta, Santriwati Pintar. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj kembali membimbing seorang Nasrani memeluk Islam pada Kamis (19/1) di Kantor PBNU Jakarta. Dia adalah Ahmad Sudjono Teguh Widjaja (47) asal Kediri, Jawa Timur.

Pria yang lahir di Kediri keturunan Tionghoa bermarga Te ini mantap mengucapkan dua kalimat syahadat dibawah tuntunan Kiai Said dan disaksikan beberapa pengurus PBNU.

Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja (Sumber Gambar : Nu Online)


Dibimbing Kiai Said Jadi Mualaf, Ini Kesan Sudjono Teguh Widjaja

Hati Sudjono khidmat, perasaannya khusyu, dan kepalanya menunduk ketika mendapat bimbingan Kiai Said sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat. Dia sadar betul lembaga dan seseorang yang ditujunya untuk membimbing dirinya masuk Islam.

Pak Kiai Said adalah tokoh besar dan NU sendiri merupakan organisasi Islam yang konsisten mengajarkan bahwa Islam bukanlah agama kekerasan, Islam adalah agama yang ramah, ujarnya kepada Santriwati Pintar usai proses mengucapkan syahadat.

Santriwati Pintar

Sudjono yang sebelumnya beragama Katolik ini mengungkapkan inspirasi Islam sehingga ia mantap memutuskan menjadi seorang Muslim. Dia sering berinteraksi dengan beberapa kiai pesantren di Kediri lewat pengajian dan forum-forum sejenis.

Santriwati Pintar

Kiai-kiai kampung itu kalau ceramah sampai ke hati. Saya beberapa kali mengikuti ceramah mereka seolah ada pancaran sinar yang masuk ke lubuk hati yang paling dalam sehingga saya mantap memutuskan masuk Islam, tutur Sudjono.

Dia tidak menampik, posisinya sebagai politisi memunculkan banyak pertanyaan masyarakat ketika dirinya masuk Islam. Karena tidak sedikit dari mereka yang beranggapan bahwa keputusannya itu tidak lepas dari kepentingan politik semata.

Selain menjadi pengusaha, Sudjono memang salah satu Anggota DPRD Kota Kediri di Komisi C yang membidangi pembangunan umum (PU) dan pendidikan. Dia wakil rakyat dari Partai Golkar, bahkan dirinya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Kota Kediri.

Tidak ada unsur paksaan maupun kepentingan apa pun. Hal ini murni keputusan saya untuk lebih mendalami agama Islam dan keluarga pun mendukung, ujar pria 3 anak ini.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dibuktikan secara jelas bahwa keputusannya tidak terkait kepentingan politik. Karena aktivitasnya dalam membantu masyarakat dalam kehidupan sosial sering dia lakukan.

Dalam waktu dekat saya akan menjalankan ibadah umroh. Bahkan saya berpikir untuk melepaskan aktivitas saya sebagai politisi, tegas Sudjono yang mempunyai beberapa bidang usaha yang tersebar di Kediri, Malang, Sidoarjo, dan Makassar.

Sebagai seorang Muslim, Sudjono mempunyai komitmen untuk membantu sesama, terutama membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dia sadar sebagai Muslim harus mengeluarkan zakat selain terus mempelajari Islam lebih mendalam.

Karena baginya, mewujudkan kehidupan sosial dan masyarakat yang sejahtera membutuhkan komitmen satu sama lain untuk saling membantu. Dia optimis dengan usaha yang digelutinya sejak 1992 itu dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Hadir beberapa saksi dalam proses mengucapkan syahadat diantaranya Wasekjen PBNU Andi Najmi Fuaidi, Ulil Abshar, Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, pengurus LBM PBNU Mahbub Maafi, dan Pemred Santriwati Pintar Achmad Mukafi Niam. Sudjono juga didampingi oleh KH Oing Abdul Muid, salah satu saksi yang membawanya kepada Kiai Said. (Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74755/dibimbing-kiai-said-jadi-mualaf-ini-kesan-sudjono-teguh-widjaja

Selasa, 29 September 2009

Mohon Sampaikan Surat Ini Kepada Habib Rizieq Demi Keutuhan NKRI

Santriwati Pintar - Yang terhormat saudaraku Rizieq Sihab, pernahkah terlintas di benak Anda bahwa pernyataan dan aksi-aksi Anda bisa menyulitkan posisi banyak habib di pelosok-pelosok yang tidak tahu apapun tentang pilgub DKI dan agenda-agenda organisasi Anda?

Mungkin Anda merasa benar dengan tindakan-tindakan Anda, dan itu hak Anda. Tapi itu bukan alasan yang bisa dijadikan dasar untuk mengabaikan efek-efek negatif yang dirasakan oleh habib-habib yang tidak berpandangan seperti Anda, itu pun hak mereka.

Mohon Sampaikan Surat Ini Kepada Habib Rizieq Demi Keutuhan NKRI - Santriwati Pintar
Mohon Sampaikan Surat Ini Kepada Habib Rizieq Demi Keutuhan NKRI - Santriwati Pintar


Mohon Sampaikan Surat Ini Kepada Habib Rizieq Demi Keutuhan NKRI

Pernahkah Anda berpikir bahwa cara santun dan lembut lebih mengundang simpati yang lebih luas demi mencapai tujuan-tujuan yang Anda harapkan. Karena itu Anda perlu melakukan evaluasi dan berkonsultasi dengan orang-orang yang lebih bijak dari Anda tentang metode-metode yang efektif dalam berdakwah dan menyampaikan pesan-pesan yang anda anggap benar.

Santriwati Pintar

Itu tidak mengurangi kehormatan Anda sebagai Imam besar di organisasi Anda. Justru hal itu menunjukkan kerendahan hati yang selama ini menjadi ciri habib. Pelajari biografi Habib Husein Luar Batang, Embah Priok, Habib Kuncung, dan puluhan habib besar lainnya yang menjadi icon budaya sekaligus keagamaan bagi masyarakat Jakarta terutama kaum Betawi. Saya bisa pastikan, mereka tidak pernah melakukan mobilisasi dan aksi-aksi penentangan secara frontal.

Pernahkah terlintas di benak Anda bahwa ada kemungkinan salah dalam tindakan Anda? Apa yang Anda yakini benar belum tentu benar menurut orang lain. Munculnya aneka macam mazhab dan pandangan ulama yang berbeda-beda sepanjang sejarah umat Islam membuktikan pentingnya membangun dialog guna mendengar pendapat orang lain dan meninjau kembali pendapat sendiri bila terbukti salah atau tidak diterima oleh mayoritas.

Anda tidak mewakili wahyu. Pandangan Anda relatif. Pandangan-pandangan Anda meski didasarkan pada ayat atau riwayat, tetaplah hanya satu dari banyak penafsiran. Karena itu, tradisikan mendengar dan mengunjungi ulama-ulama yang lebih tua, lebih matang, lebih bijak meski mungkin berbeda pandangan dengan Anda, agar pilihan pandangan Anda lebih variatif dan fleksibel.

Santriwati Pintar

Pernahkah terlintas di benak Anda bahwa ucapan dan pilihan kata yang terlontar itu tidak akan bisa dianulir karena tidak semua telinga yang mendengar bisa memahaminya dengan tepat dan baik. Penghinaan, hatespeech, pemelesetan nama dan kata-kata yang bisa diartikan sebagai pernyataan rasial justru bertentangan dengan tujuan-tujuan mulia Anda.

Indonesia adalah mozaik ragam etnis, budaya, keyakinan, bahasa, tradisi dan lainnya. Jakarta adalah miniaturnya. Di dalamnya ada aneka etnik; Betawi, Jawa, Batak, Padang dan lainnya. Di dalamnya pula ada agama-agama dan keyakinan-keyakinan yang berbeda; Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lainnya. Sadarlah, bahwa yang berkerumun saat Anda berorasi tidak lebih dari 10% warga Jakarta. Hiruk pikuk yang bergema saat Anda berpidato tidak merepresentasi 12 juta warga Ibu Kota.

Memang, secara faktual Anda mempunyai pengikut yang setia dan fanatik, tapi Anda juga tahu bahwa sebagian dari mereka atau sebagian besar dari mereka bukan dari warga Jakarta. Dan semuanya tidak memiliki loyalitas yang sama rata. Yang perlu Anda lakukan adalah mengelola mereka dengan baik dan mensterilkan dari unsur-unsur penyusup yang justru melakukan pembusukan atau upaya-upaya untuk merusak citra Anda dan organisasi Anda.

Surat ini saya tulis karena rasa hormat saya dan optimisme saya bahwa Anda akan berlapang dada untuk menerima kritik konstruktif dari seorang yang tidak punya kepentingan apapun, baik pro maupun kontra dengan Anda. Saya pantang menjelekkan Anda di sosmed atau mengkritik Anda di sudut-sudut jalan.

Saya yakin bila tujuannya baik, maka semestinya harus disampaikan. Itulah yang membedakan antara membenci dan mengkritik dengan sangka baik. Tentu Anda berhak menerima atau menolak kritik saya. Tapi itu tidak penting. Yang penting bagi saya adalah membuktikan kepada warga Jakarta dan Rakyat Indonesia secara umum bahwa Habib tidak direpresentasi oleh satu sosok saja.

Demikian surat yang saya tulis dengan tujuan baik ini. Semoga Allah SWT menganugerahkan hidayah dan taufiqNya kepada kita semua. Amin. Terimakasih. Assalamualaikum wr.wb. Salam sejahtera untuk kita semua. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/mohon-sampaikan-surat-ini-kepada-habib-rizieq-demi-keutuhan-nkri.html

Jumat, 21 Agustus 2009

Ciri-Ciri Gejala Koleterol Tinggi yang Tidak Disadari

Santriwati Pintar - Kolesterol dalam tubuh patut diwaspadai, karena bisa menumpuk dengan cepat dan mengendap tanpa disadari. Fakta yang lebih mengejutkan 7,9% orang di dunia meninggal karena kolesterol.

Di Indonesia, penderita penyakit kolesterol mencapai 28%. Jika tiodak segera diatasi, kolesterol tinggi dapat mengancam kesehatan hingga menyebabkan kematian. Beberapa penyakit akibat tingginya kolesterol, antara lain: jantung, stroke dan penyumbatan pembuluh darah. Meskipun tidak ada gejala khusus akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah, namun tubuh tetap memberikan indikator yang membuat Anda patut mewaspadainya.

Ciri-Ciri Gejala Koleterol Tinggi yang Tidak Disadari - Santriwati Pintar
Ciri-Ciri Gejala Koleterol Tinggi yang Tidak Disadari - Santriwati Pintar


Ciri-Ciri Gejala Koleterol Tinggi yang Tidak Disadari

Kira-kira apa sajakah gejala tubuh yang bisa menunjukkan bahwa kadar kolesterol kita tinggi?

Daripada terlambat dan penyakit serius akibat kolesterol tinggi terlanjur menyerang, ada baiknya kita lebih peka terhadap perubahan dalam tubuh akibat tingginya kolesterol.

Simak 7 gejala tubuh akibat kolesterol tinggi yang tidak disadari berikut ini:

Santriwati Pintar

Santriwati Pintar

1. Kesemutan

Sering merasa kesemutan pada tangan, kaki atau bagian tubuh tertentu merupakan pertanda aliran darah tidak lancar, sehingga ada syaraf yang tidak mendapatkan pasokan darah cukup. Sebagian besar, penyebab aliran darah tidak lancar disebabkan oleh kolesterol.

2. Pusing di kepala belakang

Pusing atau kepala bagian belakang yang terasa berat harus diwaspadai, itu bisa jadi karena kolesterol tinggi. Kolesterol menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah di sekitar otak dan kepala. Apabila dibiarkan, maka bisa berakibat fatal, yaitu pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan stroke.

3. Pegal di tengkuk/pundak

Jika pundak dan tengkuk terasa pegal bisa jadi karena kurangnya pasokan oksigen dan darah ke area tersebut akibat penumpukan kolesterol. Oleh karena itu, segera waspadai dan lakukan upaya utk mengatasinya.

4. Rasa nyeri pada kaki

Kaki terasa nyeri bisa juga merupakan tanda kolesterol tinggi. Kolesterol menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah arteri sehingga aliran darah ke kaki terhambat.

5. Mudah mengantuk

Sering menguap terjadi akibat kurangnya pasokan oksigen ke otak. Sering mengantuk yang tidak wajar bisa jadi akibat penumpukan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah sehingga pasokan oksigen ke otak tidak bisa optimal.

6. Warna kuku berubah

Warna kuku yang tak biasa, bisa dicurigai akibat kolesterol tinggi. Terganggunya sirkulasi darah menyebabkan kuku tidak mendpt pasokan darah yang cukup sehingga akan terjadi perubahan yang bisa dikenali dengan mudah, yakni: kuku menebal dan lebih lambat pertumbuhannya.

7. Kram pada malam hari

Kram pada beberapa anggota tubuh akibat kolesterol tinggi bisa dirasakan saat malam hari setelah bangun tidur, yakni: kram pada kaki, tumit, telapak kaki dan lainnya. Rasa nyeri tersebut akan hilang dengan sendirinya ketika Anda menggerakkan anggota tubuh. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/ciri-ciri-gejala-kolesterol-tinggi-yang-tidak-disadari.html

Kamis, 11 Desember 2008

PCNU Bogor Manfaatkan Futsal untuk Silaturrahmi

Bogor, Santriwati Pintar. Futsal merupakan olahraga yang saat ini sedang digandrungi, baik kalangan muda maupun kalangan yang sudah berusia, PCNU Bogor tidak mau melewatkan kondisi ini begitu saja. Pertandingan persahabatan sudah digelar sejak lama untuk ajang silaturrahmi.

Sebenarnya sudah dua tahun ini PCNU melaksanakan kegiatan futsal sebagai ajang silaturahmi. Kita pernah lakukan dengan tim Partai Demokrat, PDIP, Hanura dan Gerindra dan malam ini kebetulan dengan tim pesantren Yasina, kata Akhsan, sekretaris PCNU Kabupaten Bogor. Dan Insyaallah minggu depan dengan PPP, tambahnya.

PCNU Bogor Manfaatkan Futsal untuk Silaturrahmi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bogor Manfaatkan Futsal untuk Silaturrahmi (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Bogor Manfaatkan Futsal untuk Silaturrahmi

Sementara itu kata Romdon, ketua PCNU Kabupaten Bogor Kegiatan ini sangat positif dalam rangka membangun silaturrahmi dan sangat strategis dalam menjalin komunikasi politik. Ini menunjukkan NU dapat diterima diberbagai kalangan

Santriwati Pintar

Ditempat terpisah,saat ditemui Santriwati Pintar Ahmad Zaini, manager tim Futsal PCNU Kabupaten Bogor mengatakan bahwa dengan seringnya latihan dan adanya lawan tanding, kemampuan tim Futsal PCNU semakin meningkat. Terbukti malam ini kita bisa mengalahkan Yasina 6-2, tegasnya.

Kemampuan tim futsal PCNU tidak kalah dengan tim futsal yang profesional, Kami siap jika dihadapkan dengan Persikabo (Persatuan Sepak Bola Bogor), kata Ikrom, kapten tim PCNU. Dalam bermain yang terpenting adalah seninya, tambahnya, sebab kata dia kemenangan bukanlah target dan intinya menghibur dan menyehatkan.

Kegiatan yang dilaksakan rutin di lapangan Calcio Futsal tempatnya di samping Gedung PCNU Kabupaten Bogor ini setiap malam Selasa pukul 19:00 - 21:00 ini berkat kerjasama Calcio Futsal dengan PCNU Kabupaten Bogor, yang notabene pemilik lapangan Futsal ini adalah Imam Pitoyo, bendahara PCNU Kabupaten Bogor.

Santriwati Pintar

Kami sangat berterima kasih kepada Kang Imam karena diberikan main gratir setiap malam Selasa, kata Romdon, ketua PCNU.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/36504/pcnu-bogor-manfaatkan-futsal-untuk-silaturrahmi

Santriwati Pintar

Rabu, 27 Juni 2007

PMII Gowa: Tangkap Mafia Migas, Bekukan Petral!

Makassar, Santriwati Pintar. Pasca pengumuman penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Senin (17/11) malam, ratusan kader PMII Gowa berunjuk rasa di depan Kampus I UIN Alauddin, Makassar. Setelah melakukan sholat ghoib, mereka berorasi menuntut pemerintah menangkap para mafia migas.

Saat berdemonstrasi, PMII Gowa juga meminta pemerintah membekukan Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

PMII Gowa: Tangkap Mafia Migas, Bekukan Petral! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Gowa: Tangkap Mafia Migas, Bekukan Petral! (Sumber Gambar : Nu Online)


PMII Gowa: Tangkap Mafia Migas, Bekukan Petral!

Bagi PMII, Petral yang sejatinya didirikan sebagai tangan perdagangan Pertamina untuk pemasaran Pertamina di pasar internasional, sangat rawan diselewengkan. Hal ini dibuktikan dengan harga BBM yang mengikuti harga pasar dan menunjukkan terjadinya liberalisasi sektor migas.

"Kami meminta Petral dibubarkan, mafia migas ditangkap, tegakkan Pasal 33 UUD Dasar 1945," tegas koordinator lapangan Asrullah.

Santriwati Pintar

Dalam aksi itu, PMII Gowa juga mendesak pemerintah melakukan diversifikasi energi dan menegakkan supremasi hukum dalam melindungi sumber daya manusia dan alam. "Mestinya pemerintah bisa mencarikan solusi lain, bukan menaikkan harga BBM," ketus Wamil, peserta demonstrasi.

PMII pun meminta penanganan serius pemerintah, utamanya Petral yang dihubungkan dengan praktik mafia minyak dan gas di Indonesia. (Ahmad Arfah/Alhafiz K)

Santriwati Pintar

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55851/pmii-gowa-tangkap-mafia-migas-bekukan-petral

Santriwati Pintar

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock