Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

Indonesia Butuh Pemimpin yang Amanah

Berlin, Santriwati Pintar. Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi menilai, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang ucapannya amanah. Artinya, ucapannya itu bisa diterima semua rakyat, figurnya bisa menjadi pemersatu bangsa, dan memiliki visi mau dibawa kemana bangsa ini. Untuk itu, usaha yang perlu dilakukan saat ini adalah memperhatikan persatuan Indonesia di tingkat masyarakat, memilih pemimpin yang kuat melalui pemilu yang jujur dan adil, serta memperbaiki sistem pemerintahan agar lebih kuat dan jelas.

Setelah persayaratan itu ada, dan memiliki presiden, maka prioritas harus diberikan pada perbaikan ekonomi dan membangun pendidikan. Tanpa itu, Indonesia akan terus terpuruk sebagai bangsa yang tidak punya harga diri, ujar Ketua Umum Hasyim Muzadi dalam pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Jerman Rahardjo Jamtono dan mahasiswa Indonesia di Jerman, Minggu (27/4) malam.

Indonesia Butuh Pemimpin yang Amanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Butuh Pemimpin yang Amanah (Sumber Gambar : Nu Online)


Indonesia Butuh Pemimpin yang Amanah

Menurut Hasyim, melalui pemilu mendatang yang akan menerapkan sistem pemilihan presiden secara langsung, diharapkan bisa memunculkan pemimpin yang betul-betul di pilih oleh rakyat, dan bukan hasil kongkalikong dari sebagian orang yang kebetulan berada di MPR.

Indonesia ke depan membutuhkan presiden yang kuat dan bersih. Kuat dalam arti bisa mengambil tindakan tegas dan memiliki dukungan yang besar dari masyarakat. Posisi presiden yang kuat, diharapkan bisa memberikan efektivitas, sehingga semua roda pemerintahan bisa berjalan dalam satu irama. Sedangkan bersih, maksudnya bebas dari kegiatan korupsi yang merugikan negara. Selain itu, presiden itu bisa menjadi figur pemersatu bangsa, yang bisa menggerakkan potensi masyarakat yang besar, membangkitkan etos kerja keras, dan tidak mencari-cari tempat untuk dirinya, tetapi berpikir bagaimana agar seluruh bangsa ini bisa mendapat tempat.

Santriwati Pintar

Sebagai manusia memang bukan berarti tidak ada dosa, namun dosanya terhadap negara dan rakyat itu tidak ada. Karena sangat sulit menentang korupsi, jika dirinya sendiri terkena masalah korup, ujar Hasyim.

Pemerintahan

Santriwati Pintar

Siapapun jadi presiden saat ini akan sakit semua. Selain memiliki persoalan figur kepemimpinan, juga sistem pemerintahannya belum rapi. Komando kabinet sendiri masih lemah, sebagai akibat kontrol legislatif menjadi intervensi legislatif terhadap eksekutif. Tidak heran kalau kabinet yang ada merupakan kabinet pengkaplingan, yang merugikan dalam kontek kebangsaan.

Menurut Hasyim, sistem yang dilakukan oleh pemerintahan Suharto pada masa lalu memang telah menjamin adanya stabilitas namun tidak memberikan tempat adanya kreativitas. Dukungan militer, partai golkar, dan birokrasi telah menjadi pilar pemerintahan Suharto yang kuat. Sayangnya ketika reformasi mulai digulirkan, peran dukungan seperti ini belum ada yang bisa menggantikannya.

TNI mundur dari politik, dan beberapa bidang ekonomi, namun belum ada yang bisa menggantikannya. Polisi tidak siap, sipil belum memiliki kemampuan, apalagi parpol juga belum kuat, ujarnya.

Implikasinya, menurut Hasyim, terjadi persoalan keamanan yang serius terutama persoalan teritorial dan intelegen. Polisi yang seharusnya bisa berperan besar, namun belum bisa langsung mengambil tugas yang sebelumnya dipegang oleh militer. Tidak heran jika masyarakat merindukan adanya keamanan yang stabil, demi kenyamanan hidupnya.

Parpol belum sepenuhnya berdaulat, karena yang lebih berpengaruh adalah broker-broker politik. Ditambah adanya penurunan moral yang luar biasa yang dialami bangsa ini. Tidak heran jika potensi alam yang luarbiasa, tidak bisa digali oleh sumber daya manusia Indonesia yang cukup besar untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Hasyim menilai, sistem pemerintahan yang dilakukan saat ini hanya bolak-balik dari sistem masa lalu. Saat ini, Indonesia kembali ke arah demokrasi liberal yang pernah gagal dilakukan di Indonesia. Mekanisme liberalisme yang mempengaruhi demokrasi saat ini sepertinya menghambat efektivitas. Padahal, tidak seharusnya proses demokrasi yang terjadi justru menghambat.

Misalnya, saat ini banyak posisi duta besar yang masih kosong, namun karena penentuannya harus melalui DPR maka prosedurnya jadi lebih panjang. Padahal, kualitas orang yang melalui proses ini belum tentu jauh lebih baik. Padahal, politik luar negeri Indonesia masih membutuhkan perhatian yang serius dan bisa ditangani dengan cepat.

Tidak heran kalau politik luar negeri Indonesia saat ini belum bisa dilakukan dalam tim yang penuh. Citra demokrasi dalam negeri seperti ini, akan terlihat di mata dunia dalam politik luar negerinya, ujarnya.

Menurut Hasyim, situasi ini sebagai akibat dari ketidakjelasan sistem pemerintahan saat ini. Secara de jure, Indonesia menganut presidensial, namun de facto banyak fakta riil dalam praktek kenegaraan yang memperlihatkan sistem parlementer. (Mam)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61/indonesia-butuh-pemimpin-yang-amanah

Santriwati Pintar

Sabtu, 31 Oktober 2015

Peringati Maulid, Masjid Al-Munawwaroh Bagikan Ribuan Sembako

Jakarta, Santriwati Pintar. Ribuan jamaah yang terdiri dari berbagai majlis talim dan perwakilan Masjid-Musholla menghadiri peringatan malid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al-Munawwaroh Ciganjur Jakarta, akhir pekan kemarin (3/3). Mereka datang secara swadaya dengan menggunakan berbagai kendaraan, mulai dari sepeda motor, angkutan umum hingga mobil pribadi.

Dalam Acara maulid Nabi kali ini, Masjid Al-Munawwaroh yang beralamat di Jl. Warung Sila No. 10 ini juga membagikan ribuan bungkus sembako untuk melestarikan tradisi sedekah sebagai perilaku positif dalam peringatan maulid. Ribuan Ibu-ibu dan jamaah dengan tertib mengantri untuk mendapatkan sembako.

Peringati Maulid, Masjid Al-Munawwaroh Bagikan Ribuan Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid, Masjid Al-Munawwaroh Bagikan Ribuan Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)


Peringati Maulid, Masjid Al-Munawwaroh Bagikan Ribuan Sembako

Bertindak sebagai penceramah dalam pengajian kali ini adalah Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Syamsul Maarif. Sementara sebelum acara dimulai, ribuan jamaah ini mengikuti Istighotsah dan dzikir bersama.

Santriwati Pintar

Dalam ceramahnya di Masjid peninggalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, Syamsul mengajak kepada para jamaah untuk selalu meneladani Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Tidak pernah lagi akan ada seorang nabi di dunia ini hingga hari kiamat kelak.

"Sebagai umat Islam, teladan paling utama adalah Nabi Muhammad SAW, cinta paling utama kita adalah kepada Nabi Muhammad SAW dan panutan utama dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat adalah Nabi Muhammad SAW," tutur Syamsul di hadapan ribuan jamaah.

Santriwati Pintar

Lebih lanjut Syamsul menyatakan, masyarakat yang hidup dalam nilai-nilai ajaran Rasulullah SAW akan mendapatkan ketentraman dan keberkahan dari Allah SWT. Sementara masyarakat yang jauh dari ajaran-ajaran Rasulullah SAW akan berada dalam kegelisahan dan kesemrawutan.

Sementara itu Ketua Harian Masjid Al-Munawwaroh H Syaifullah Amin menyatakan, acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini terselenggara atas inisiatif para pengurus dengan partisipasi dari masyarakat.

"Ada sebuah tradisi di masyarakat Jakarta, untuk berpartisipasi sedekah dalam pelaksanaan Maulid Nabi. Karenanya pengurus membuka peluang kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan maulid kali ini," tutur Syaifullah.

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/36754/peringati-maulid-masjid-al-munawwaroh-bagikan-ribuan-sembako

Santriwati Pintar

Selasa, 30 Juni 2015

Khatib Aam: Quran Ubah Masyarakat Secara Bertahap

Jakarta, Santriwati Pintar. Khatib Aam PBNU Prof. Dr. Nasruddin Umar MA mengungkapkan bahwa Al Quran melakukan upaya perubahan masyarakat Arab dari kondisi jahiliyah menuju masyarakat madani secara bertahap.

Untuk menghentikan kebiasaan mabuk al Quran menurunkan tiga ayat yang diturunkan secara berangsung-angsur. Untuk menghentikan riba, Quran menurunkan tujuh ayat yang diturunkan dalam waktu yang tak sama, ungkapnya dalam peringatan Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis.

Dikatakannya bahwa untuk merubah masyarakat tersebut juga diperlukan adanya strategi dan lingkungan yang mendukung. Para sahabat nabi sangat solid membantu mengembangkan ajaran Islam. Diperlukan waktu 10 tahun untuk bisa membuat masyarakat Madinah menjadi masyarakat yang Islami.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut juga meminta agar masyarakat menghargai adanya perbedaan pandangan antara satu kelompok dengan yang lainnya. Perbedaan merupakan rahmat yang harus diselesaikan dengan baik, bukan dengan cara-cara kekerasan.

Khatib Aam: Quran Ubah Masyarakat Secara Bertahap (Sumber Gambar : Nu Online)
Khatib Aam: Quran Ubah Masyarakat Secara Bertahap (Sumber Gambar : Nu Online)


Khatib Aam: Quran Ubah Masyarakat Secara Bertahap

Sementara itu sambutan menteri agama yang dibacakan oleh Sekjen Depag Prof. Dr. Faisal Ismail salah satunya mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mensikapi perubahan dunia, termasuk adanya berbagai macam bentuk maksiat baru seperti aneka macam pornografi dan pornoaksi.(mkf)

Santriwati Pintar

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3676/khatib-aam-quran-ubah-masyarakat-secara-bertahap

Santriwati Pintar

Santriwati Pintar

Selasa, 02 Juni 2015

Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun

Jakarta, Santriwati Pintar. Tentara Israel menyerang kota di utara jalur Gaza pada hari Rabu yang mengakibatkan terbunuhnya anak umur 12 tahun dalam sebuah operasi untuk menghentikan serangan gerilyawan Palestina. Israel menyerang pada peringatan 55 tahun pendudukan Israel atas tanah Palestina. Para saksi mengatakan sekitar 30 kendaraan perang, termasuk tank dan buldoser meruntuhkan empat rumah yang dicurigai ditinggali para militan.

Mereka mengatakan Mohammed al Zaanin bocah berusia 12 tahun tersebut ditembak mati oleh tentara Israel di waktu pagi ketika terjadi pertempuran secara sporadis. Kekerasan itu merupakan tamparan atas usaha Amerika Serikat yang mengusulkan rencana perdamaian baru yang dikenal sebagai peta jalan untuk mengakhiri kekerasan antara Palestina dan Israel., yang sebagai imbalbaliknya dibentuknya negara Palestina pada tahun 2005

Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)


Israel Menembak Mati Bocah 12 Tahun

Tentara Israel menembak mati lima orang palestina dalam pertempuran di selatan jalur Gaza pada hari Selasa yang menunjukkan bahwa rencana perdamaian tersebut belum memiliki dampak terhadap kekerasan palestina-Israel sehari hari. (rtr/mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/117/israel-menembak-mati-bocah-12-tahun

Santriwati Pintar

Santriwati Pintar

Senin, 25 Mei 2015

Mahfudh MD: Gus Dur Tidak Perlu Uang

Jakarta, Santriwati Pintar. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfudh MD begitu terkejut ketika Gus Dur dituding terlibat skandal Buloggate yang katanya merugikan uang negara Rp 3 milyar itu sampai beliau dijatuhkannya sebagai presiden. Dia tidak percaya itu. Mengapa? Kalau Gus Dur mau uang, seorang presiden butuh ratusan milyar pun ada dan itu sah untuk kebutuhan darurat. Mengapa hanya Rp 3 milyar?

Tapi, Gus Dur bilang dirinya tidak perlu uang, tapi perlu serius dalam mengurusi Negara ini. Dan, itulah tugas dan kewajiban saya sebagai presiden. Jadi, saya tidak butuh uang,tandas Mahfudh MD menirukan ucapan Gus Dur sewaktu menjadi menterinya di era pemerintahan Gus Dur, dalam haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12) malam.

Mahfudh MD: Gus Dur Tidak Perlu Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfudh MD: Gus Dur Tidak Perlu Uang (Sumber Gambar : Nu Online)


Mahfudh MD: Gus Dur Tidak Perlu Uang

Oleh sebab itu lanjut mantan menteri pertahanan ini meyakinkan bahwa haul ini adalah untuk mengenang jasa-jasa dan perjuangan orang besar. Misalnya mengapa dan bagaimana caranya seseorang menjadi besar seperti Gus Dur? Itulah yang mesti menjadi pelajaran dan kita semua harus melanjutkan perjuangannya.

Santriwati Pintar

Mahfudh menyontohkan seorang Firaun yang mengaku Tuhan dan akhirnya mati di laut merah tapi tubuhnya masih itu sebagaimana janji Allah swt dalam Alquran. Itu menjadi bukti dan pelajaran bagi kita semua bahwa manusia ini akan bernasib seperti Firaun. Untuk itu, haul ini penting dalam mempelajari jasa-jasa dan perjuangan orang besar,tutur Mahfudh lagi.

Dalam hal kafir mengkafirkan pun kata Mahfudh, bagi Gus Dur setiap orang yang melawan kebenaran termasuk orang Islam sendiri adalah kafir. Sehingga yang disebut kafir, itu bukan saja orang yang tidak beragama Islam, tapi justru orang non muslim kalau berlaku benar akan dibela habis-habisan oleh Gus Dur.

Santriwati Pintar

Jadi, orang Islam yang melakukan kesalahan itu kafir. Karena itu Gus Dur tegas dan menghadapi sendiri orang-orang yang dianggap sebagai preman di sekitar istana dan pemerintahan sewaktu menjadi presiden. Namun beliau sangat santun terhadap siapapun termasuk rakyat kecil yang memang baik,katanya.

Gus Dur sangat keras sikapnya terhadap orang-orang yang melakukan kesalahan. Itu sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad saw, yang berlaku keras terhadap orang-orang yang dinilai kafir, yaitu asyiddau alalkuffari ruhamaau bainahum. Sekali lagi haul ini mengingatkan kita untuk mengenang dan melanjutkan perjuangan orang-orang besar seperti Gus Dur,ujar Mahfudh. (amf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/26225/mahfudh-md-gus-dur-tidak-perlu-uang

Santriwati Pintar

Senin, 28 Juli 2014

Warga NU Dihasut untuk Ubah Pancasila dan NKRI

Malang, Santriwati Pintar. Warga Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu sasaran empuk hasutan kelompok Islam garis keras yang ingin mengubah dasar negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian ditegaskan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Ali Maschan Moesa di hadapan sekitar 2 ribu pengurus NU dari semua tingkatan se-Jatim yang berkumpul di Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Ahad (3/6) kemarin.

Alibegitu ia akrab disapamenjelaskan, cara yang dilakukan kelompok Islam garis keras itu di antaranya dengan menyebarkan selebaran yang berisi ajakan untuk mengubah Pancasila dan NKRI dengan Khilafah Islamiyah (Pemerintahan Islam).

Kalau ini diterus-teruskan, mereka akan berhadapan dengan NU, tandas Ali yang juga Dosen Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, itu.

Warga NU Dihasut untuk Ubah Pancasila dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Dihasut untuk Ubah Pancasila dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)


Warga NU Dihasut untuk Ubah Pancasila dan NKRI

Kelompok-kelompok Islam radikal tersebut, ujar Ali, saat ini memang banyak bermunculan. Meski berbentuk dan menggunakan nama yang cukup beragam, tapi pada dasarnya memiliki kesamaan, yakni kerap menggunakan cara-cara kekerasan dalam setiap gerakannya.

Ada yang menggunakan nama Islam, tapi suka melakukan kekerasan di sana-sini, hingga merusak masjid. Ada yang suka jihad dengan melakukan pengeboman, yang ujung-ujungnya orang Islam sendiri yang jadi korban, jelas Ali.

Santriwati Pintar

Mereka itu bukan Ahlussunnah Wal Jamaah, tapi Ahlulfitnah Wal Jinayah, tegas Alumnus Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya, itu.

Ia meminta kepada warga NU untuk selalu waspada terhadap gerakan apa pun yang berupaya mengganti Pancasila dan mengganggu keutuhan NKRI. Pasalnya, bagi NU, kedua hal tersebut sudah final dan tak bisa diperdebatkan lagi.

Santriwati Pintar

Musyawarah Nasional Alim Ulama di Situbondo tahun 1983 dan diperkuat lagi keputusan Muktamar NU di tempat yang sama tahun 1984, NU sudah memutuskan bahwa NKRI dan Pancasila adalah upaya final dalam usaha mendirikan negara.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi NU tak hanya itu. Masjid dan mushola yang dibangun dan didirikan warga NU pun tak lepas dari incaran kelompok Islam yang kerap tak menghargai keberagaman budaya dan etnis setempat itu. (sbh)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/9127/warga-nu-dihasut-untuk-ubah-pancasila-dan-nkri

Santriwati Pintar

Selasa, 01 April 2014

22 PW IPNU Deklarasikan IMNU

Surabaya, Santriwati Pintar. Tepat pukul 18.00 WIB, di Asrama Haji Surabaya, senin (23/6/2003) sejumlah Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Putra Nahdlatul (IPNU) se-Indonesia secara bersama-sama mendeklarasikan lahirnya organisasi baru di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) yang bernama Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMNU).

Dalamsiaran persnya yang diterima reporter Santriwati Pintar menyebutkan, deklarator IMNU itu terdiri-dari 22 PW IPNU se-Indonesia yang mengatasnamakan PW IPNU. Para deklarator itu menandatangi kesepakatanpada dua lembar kertas, di bawah isi (butir-butir) pernyataan

22 PW IPNU Deklarasikan IMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
22 PW IPNU Deklarasikan IMNU (Sumber Gambar : Nu Online)


22 PW IPNU Deklarasikan IMNU

deklarasi..

Ke-22 Pengurus Wilayah (PW)IPNU itu yakni Rahimin (PW IPNU Kalteng), Suniady Buamona (Maluku Utara), Romlan Ardie (Kep. Bangka Belitung), Syahrudin (Kalsel), Fauzi Ansyar (Bengkulu), Asep Endang (Jabar), Ali Masdar (Sumut), Zulfan Effendi (IPNU NAD), Sadariah Siddias dan M Al-Amien Nur Wahab (NTB), Muhammad Effendi (Jambi), Moh Abdul Jabar (Banten), Muchlis SH (Gorontalo). Selain itu, Yansen Zainudin (Lampung), Agung (Sulsel), Udin R (Maluku), Suhut Usmana (Kalbar), Jonsi Hamka (Sumsel), Sriyono (Riau), Idham Zakaria (SUlut), Tasrif Repadjori (Sulteng) dan Hilman Nawawi (DKI Jakarta).

Santriwati Pintar

Dalam muatan deklarasinya, tampaknya lahirnya IMNU ini merupakan tindak lanjut dari "Deklarasi Makassar" 2000 lalu yang ingin mengkritisi kondisi internal IPNU, agar program kerja IPNU tidak lagi berwujud teka-teki, mengambang atau melangit.

Di lain sisi, sejak kongres Makassar 2000, segmen mahasiswa semakin tidak bisa ditangani secara serius. "Deklarasi Makassar" itu telah memberikan ruang sempit IPNU untuk melakukan proses kaderisasi di tingkat perguruan tinggi, akibat dari sikap mengambang tersebut.

"Memahami secara mendalam dan cermat atas kondisi internal NU di tengah-tengah kehidupan yang semakin global, kami segenap mahasiswa yang tergabung di dalam IPNU mendeklarasikan IMNU," demikian petikan deklarasi itu.

Santriwati Pintar

Ditemui di lokasi, Ketua Umum IPNU periode 2000-2003 Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwakeinginan NU agar membentuk organisasi yang khusus mewadahi mahasiswa/mahasiswi sebenarnya sejak dulu

sudah muncul, hanya "buntu" (tidak kesampaian) di tingkat PB NU.Hal itu, lanjut dia, karena PB NU masih menganggap kiprah mahasiswa bisa ditampung di IPNU/IPPNU, karena batasan IPNU/IPPNU sampai di usia 27 tahun atau masih dalam status belajar di perguruan tinggi.

"Jikapun ada mahasiswa di IPNU/IPPNU yang ingin keorganisasi kemahasiswaan, PB NU menyarankan bergabung di PMII, bukan membentuk organisasi baru," imbuhnya. (Mkf//Cih)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/248/22-pw-ipnu-deklarasikan-imnu

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock