Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2017

Palestina Hilang dari Peta Maps, PBNU Ancam Google Indonesia

Santriwati Pintar – Perusahaan mesin pencari Google telah menghilangkan peta negara Palestina dari Google Map, yakni pemetaan lokasi berbasis online yang biasa digunakan netizen untuk melakukan penelusuran alamat di dunia maya.

Palestina Hilang dari Peta Maps, PBNU Ancam Google Indonesia
Palestina Hilang dari Peta Maps, PBNU Ancam Google Indonesia


Atas sikap tersebut, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj melakukan protes keras. Jika tidak, PBNU akan melakukan perlawanan. "Kalau tidak dikembalikan, akan kami lawan," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Alumnus perguruan tinggi di Mekkah, Arab Saudi, itu juga mendesak agar peta negara Palestina segera dikembalikan karena sudah diakui oleh PBB. "Harus segera dikembalikan (peta) itu," tegasnya.

Sekjend PBNU Helmy Faisal juga menyayangkan penghapusan negara Palestina dari Google Maps. “Kita akan menyatakan nota protes itu kepada Google Indonesia,” Terang Helmy.

Sikap tersebut perlu dipertegas karena Palestina memiliki kedaulatan sebagaimana negara-negara lain di dunia. Kalau Palestina dihilangkan, Israil lebih pantas dihilangkan dari muka bumi.

Jangan sampai sejarah Palestina hilang hanya karena perusahaan Google melakukan hal yang tidak ia sukai, sebagaimana hilangnya beberapa peran tokoh NU dalam perjuangan kemerdekaan.

Menurut Kiai Said, sejarah NU di buku-buku akademik telah dihilangkan karena ada pengelabuan pihak-pihak tertentu, antara lain hilangnya nama Harun, orang yang yang meletakkan bom di mobil panglima Inggris Mallaby. Ia tewas pada November 1945. Harun, kata Kiai Said, adalah tokoh NU yang hilang dari peta sejarah. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/palestina-hilang-dari-peta-maps-pbnu-ancam-google-indonesia.html

Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?

Santriwati Pintar - Imam Besar Dr. Ahmad Thayyib Syeikh Al-Azhar menjawab beberapa pertanyaan dari anggora parlemen Jerman setelah memberikan pidato yang ditujukan kepada masyarakat internasional pada Selasa (15/3/2016) waktu Jerman, di kantor parlemen.

Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?
Mengapa Wanita Muslim Dilarang Menikahi Laki-Laki Beda Agama?


Wakil Al-Azhar di bidang kesejarahan Dr. Abbas Sauman sempat melontarkan pujian atas jawaban Grand Syeikh Al-Azhar itu yang sanggup membuat semua orang di gedung parlemen itu terdiam. Salah seorang anggota parlemen Jerman bertanya: "Tadi Syeikh Al-Azhar berbicara tentang seorang muslim laki-laki yang boleh menikahi wanita non-muslim, itu adalah hal yang bagus. Akan tetapi mengapa agama kalian (Islam) melarang seorang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim?

Al-Azhar: Cadar Bukan Ajaran Islam Kedudukan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Abu Aqila, Pemfitnah Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi Syeikh Al-Azhar menjawab: "Pernikahan di dalam Islam bukan sekedar ikatan sipil/perdata saja, sebagaimana yang terjadi di negara anda. Akan tetapi pernikahan adalah ikatan keagamaan yang berdiri di atas rasa cinta dan kasih sayang dari dua pihak. Dan seorang muslim boleh menikahi wanita non-muslimah, dari agama nasrani/kristen misalnya, karena dia (laki-laki muslim) beriman kepada Nabi Isa As. sebagai syarat sempurna keimanannya.

“Selain itu juga agama kami memerintahkan seorang lelaki muslim untuk membolehkan wanita non-muslimah (isterinya) untuk menunaikan syariat agamanya, dan dia tidak boleh melarang isterinya untuk pergi beribadah ke gereja. Dan melarang suami yang muslim menghina simbol-simbol suci dari agama isterinya (seperti para Nabi-Nabi dan orang-orang Shaleh Yahudi: red), karena dia juga beriman kepada mereka. Dan karena inilah rasa cinta dan kasih sayang tidak hilang dari seorang lelaki muslim kepada wanita non-muslimah.

"Sebaliknya, jika seorang wanita muslimah menikah dengan lelaki non-muslim, sedang dia (suaminya) tidak beriman kepada Rasul kami Muhammad, dan agamanya si suami tidak memerintahkan untuk mengizinkan isterinya yang muslimah itu -jika dia menikahinya- untuk menunaikan syariat Islam (berjilbab, mendidik anak ala Islam, shalat, haji, dan lain-lain: red), atau memuliakan simbol-simbol suci Islam. Juga karena Islam adalah bentuk penyempurnaan dari Nasrani/Kristen, maka dia (si suami) akan menghinanya dengan tidak menghormati simbol-simbol suci agama isterinya dan menentang Rasul yang disucikan

isterinya.

“Maka dari itu, hilanglah rasa cinta dan kasih sayang di dalam jiwa isteri muslimah kepada suaminya yang non-muslim. Maka dari itu Islam melarang wanita muslimah menikah dengan laki-laki non-muslim."

Kemudian di akhir jawabannya syeikh Al-Azhar menantang hadirin dengan halus dan sopan, "Apabila ada di sana yang tidak setuju dengan pendapat saya, maka saya akan sangat senang untuk mendengarnya." Tidak ada satupun yang hadir di situ menentang pendapat Syeikh Al-Azhar.

Barakallahu laka ya Syeikhana. Semoga Allah senantiasa menolongmu dalam menyebarkan Islam yang Rahmatan lil 'alamin. Semoga Allah memanjangkan umurnya dan selalu memberikan kesehatan kepadanya untuk bisa terus menyebarkan kedamaian Islam ke seluruh dunia. [Santriwati Pintar]

Keterangan: Tulisan ini diterjemahkan oleh Zulfahani Hasyim, dengan diedit seperlunya agar mudah dipahami. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/mengapa-wanita-muslim-dilarang-menikahi-laki-laki-beda-agama.html

Rabu, 02 November 2016

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal

Sragen, Santriwati Pintar. Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya berjalan melewati sebuah pemakaman. Tiba-tiba Nabi mendengar teriakan ahli kubur. Sontak ia memanggil para sahabat.

Kata Nab,i ada orang yang menangis, teriak minta tolong. Namun, sahabat tidak mendengarnya. Lalu dicarilah sumber suara tadi.

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal (Sumber Gambar : Nu Online)


Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal

Ini lho, ada ahli kubur, sedang teriak-teriak, kata Nabi sebagaimana dikisahkan KH Yusuf Chudlori di depan para jamaah pengajian Jamuro di Sragen, Jawa Tengah (23/4).

Kiai yang akrab disapa Gus Yusuf menambahkan, Nabi kemudian mengambil pelepah kurma dan berdoa. Ya Allah! selama pelepah kurma ini masih basah, semoga Engkau memberikan ahli kubur ini, bebas dari azab kubur.

Santriwati Pintar

Menurut Gus Yusuf, dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa para ahli kubur, masih membutuhkan doa dari para keluarga dan orang yang masih hidup.

Santriwati Pintar

Untung saat itu ada Nabi. Karena zaman sekarang sudah tidak ada Nabi, siapa lagi yang mau mendoakan? kata Gus Yusuf.

Untuk itulah, anak perlu dipersiapkan sedari dini, agar kelak para orang tua yang sudah meninggal, tidak perlu lagi teriak-teriak kebutuhannya dari alam kubur.

Anak perlu disiapkan, agar tidak menyesal di kemudian hari. Agar anak dapat mendoakan orang tua, lanjutnya.

Malam jumat seperti ini, lanjut Gus Yusuf, anak diajarkan untuk membaca doa tahlilan dan sebagainya. Anak yang mendoakan orang tuanya, inilah yang disebut sebagai anak solih dan solihah, tutur Pengasuh Pesantren API Tegalrejo Magelang itu.

Namun, untuk menjadikan anak agar dapat berbakti kepada orang tua juga mesti memenuhi dua syarat. Pertama. Kalau orang tua ingin dicintai anak, syaratnya orang tua juga mesti mencintai anak. Anak keluyuran, orang tua jangan diam saja, ujarnya.

Mencintai anak, bukan berarti menuruti semua kemauannya. Tetapi mengarahkan dan menjaga agar anak terhindar dari neraka. Kedua. Berikan pendidikan yang baik, disekolahkan di Maarif , Pesantren, dan sekolah Islam, imbuh dia.

Setidaknya dua syarat tersebut mesti dipenuhi, agar anak menjadi solih dan solihah serta berbakti kepada kedua orang tua. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59178/anak-perlu-disiapkan-agar-orang-tua-tak-menyesal

Santriwati Pintar

Senin, 07 Maret 2016

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Jakarta, Santriwati Pintar. Sejumlah menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menghadiri seminar internasional yang diselenggarakan oleh KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al-Hikam II Beji, Depok, Kamis (30/10).

Mereka adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Mantan menteri luar neger Hasan Wirajuda yang semenjak awal mendukung pelaksanaan acara International Conference of Islamic Scholar (ICIS) bersama KH Hasyim Muzadi juga terlihat hadir dan menyampaikan materi.

Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok (Sumber Gambar : Nu Online)


Sejumah Menteri Hadiri Kegiatan KH Hasyim Muzadi di Depok

Seminar internasional kali ini membahas tema konflik dan transisi demokrasi di Timur Tengah. Secara khusus pembahasan lebih mengarah kepada persoalan ISIS atau kelompok negara Islam d Irak dan Suriah.

Santriwati Pintar

Seminar dihadiri sekitar 400 orang yang terdiri dari ulama dan cendekiawan muslim lintas ormas, termasuk para kiai dan pengurus NU dari berbagai daerah yang akan mengikuti Munas dan Konbes di PBNU 1-2 November mendatang.

KH Hasyim Muzadi mengatakan, selama ini informasi mengenai ISIS tidak utuh dan sepotong-potong. Dengan menghadirkan para pakar nasional serta cendekiawan Muslim dari Mesir, Irak dan Suriah diharapkan para kiai khususnya dan umat Islam dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai ISIS.

Santriwati Pintar

Karena pendirian yang semacam ISIS ini ada di Indonesia. Harus ada pengertian yang utuh mengenai ISIS. Kalau sudah ngerti maka akan waspada. Lebih dari itu diharapkan kita dapat menjelaskan ISIS kepada masyarakat sembari mengembangkan ajaran Islam yang moderat, katanya kepada wartawan usai pembukaan seminar.

Seminar internasional dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan mantan menteri luar negeri Hasan Wirajuda menyampaikan kata pengantar.

Seminar internasional didukung juga oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Sejumlah pejabat penting dijadwalkan akan berbicara antara lain Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kapolri Jenderal Sutarman, dan mantan Kepala BNPT Ansyad Mbai. Sementara itu juga terlihat hadir dalam dalam acara pembukaan Ketua DPP PPP Romahurmuzi yang sempat berbincang dengan KH Hasyim Muzadi di kediamannya. (Dwi Niar/ Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/55412/sejumah-menteri-hadiri-kegiatan-kh-hasyim-muzadi-di-depok

Santriwati Pintar

Rabu, 01 April 2015

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Jakarta, Santriwati Pintar. Sudah seharusnya seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Indonesia mempunyai Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBINU). Banyaknya jaringan LPBINU di daerah akan mempermudah pengurus pusat dalam melakukan koordinasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Tanggap Darurat Pengurus Pusat LPBINU Yayah Ruchyati di kantornya, gedung PBNU Lantai 7, Jl Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (4/2). Menurut dia, hal ini cukup mendesak mengingat Indonesia dikenal sebagai kawasan rawan bencana, seperti letusan gunung merapi, gempa, puting beliung, longsor dan banjir.

Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)


Tiap PCNU Wajib Miliki Lembaga Penanggulangan Bencana

Ia menjelaskan, saat ini LPBINU hanya menginventarisasi 23 cabang LPBINU. Sementara di tingkat wilayah, jumlah LPBINU tak lebih dari 10. Itu pun di beberapa wilayah yang pernah mengalami bencana, seperti Jawa Timur, Sumatera Barat, Jogja, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, paparnya.

LPBI mengimbau, untuk PCNU yang belum memiliki lembaga pelaksana kebijakan dan program NU di bidang perubahan iklim, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan itu untuk segera membentuk.

Santriwati Pintar

Yayah menambahkan, di tengah kondisi Tanah Air yang rentan bencana, pihaknya berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Di samping, penggalangan bantuan untuk warga lain yang tertimpa musibah juga perlu digalakkan. Bantuan bisa dikirimkan kepada PCNU di daerah masing-masing untuk disalurkan kepada korban, imbuhnya.

Santriwati Pintar

LPBINU kini sedang melakukan pendampingan pembuatan rencana penanggulangan bencana (RPB) dan rencana aksi daerah (RAD) di 8 kabupaten di Jawa Timur. Antara lain, Bojonegoro, Malang, Lamongan,Tulungagung, Pasuruan, Mojokerto, Lumajang, dan Trenggalek.

Lembaga yang dulu bernama CBDRM-NU (Community Based Disaster Risk Management) ini juga telah menyalurkan sejumlah bantuan ke beberapa daerah yang belakangan dilanda bencana banjir, seperti Jakarta dan Manado. (Mahbib Khoiron)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49950/tiap-pcnu-wajib-miliki-lembaga-penanggulangan-bencana

Minggu, 25 Mei 2014

Menyemai Kader Penggerak Bangsa Melalui Makesta

Solo, Santriwati Pintar. Akhir pekan lalu, IPNU-IPPNU Solo mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Puluhan calon anggota mengikuti kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari (29-30 Juni 2013) tersebut, di kantor PCNU Solo.

Ketua Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Solo, Ahmad Khabhibi, saat ditemui Santriwati Pintar menjelaskan Makesta ini merupakan yang pertama kali pada masa kepemimpinannya.

Menyemai Kader Penggerak Bangsa Melalui Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyemai Kader Penggerak Bangsa Melalui Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)


Menyemai Kader Penggerak Bangsa Melalui Makesta

Adanya Makesta ini sebagai embrio kader penggerak bangsa, tegasnya, Senin (1/7).

Pelajar merupakan investasi peradaban bangsa. Mereka diharapkan menjadi salah satu kader penggerak bangsa. Maka di tangan mereka pula, kemajuan bangsa ini ditentukan. Begitu juga dengan para pelajar di tubuh NU, baik IPNU atau IPPNU, keduanya adalah harapan bangsa.

Santriwati Pintar

Kami ingin menciptakan investasi peradaban, untuk NU dan bangsa, imbuhnya.

Santriwati Pintar

Khabhibi menjelaskan para peserta ini nantinya akan mendapatkan follow-up. Harapannya mereka akan menjadi kader yang lebih serius dan kritis.

Saat ditanya tentang program yang akan dijalankan pada masa kepengurusannya, Khabhibi menyebutkan beberapa program seperti pembangunan jaringan ekonomi, pemerintah dan media.

Kami ingin membangun image IPNU di Solo. Yang akan kami lakukan sekarang, mungkin ikut bekerjasama dengan beberapa lembaga dalam hal kampanye antinarkoba, kesehatan reproduksi, kepemimpinan dan lain sebagainya, pungkasnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45540/menyemai-kader-penggerak-bangsa-melalui-makesta

Santriwati Pintar

Jumat, 24 September 2010

Doa Untuk Penyakit Stroke

Santriwati Pintar - Agar terhindar dari penyakit stroke, ada doa yang perlu diamalkan setiap pagi dan sore. Mewabahnya penyakit stroke sudah pernah diramalkan Nabi sebagai bagian dari tanda akhir zaman. Dalam sebuah hadist, Nabi bersabda:

من اقتراب الساعة اذا كثر الفالج وموت الفجأة

Doa Untuk Penyakit Stroke - Santriwati Pintar
Doa Untuk Penyakit Stroke - Santriwati Pintar


Doa Untuk Penyakit Stroke

Artinya: "Diantara tanda dekatnya kiamat adalah apabila banyak penyakit stroke dan mati mendadak" (HR Ibnu Abd Razzaq)

Santriwati Pintar

Apa terjemahan Falij ini? Beberapa syarah hadis menyebutkan:

اﺳﺘﺮﺧﺎء ﻷﺣﺪ ﺷﻘﻲ اﻟﺒﺪﻥ ﻻﻧﺼﺒﺎﺏ ﺧﻠﻂ ﺑﻠﻐﻤﻲ ﺗﻨﺴﺪ ﻣﻨﻪ ﻣﺴﺎﻟﻚ اﻟﺮﻭﺡ

Santriwati Pintar

Artinya: "Yaitu kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh karena mengalirnya campuran lemak yang dapat menutup saluran ruh" (Tuhfatul Ahwadzi).

Boleh jadi temuan definisi ini berbeda dengan ilmu medis modern saat ini. Namun intinya terjadi kelumpuhan pada separuh tubuh. Doa agar terhindar dari penyakit tersebut adalah:

ﻋﻦ ﺃﺑﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻔﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: " ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺻﺒﺎﺡ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ، ﻭﻣﺴﺎء ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ: ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻀﺮ ﻣﻊ اﺳﻤﻪ ﺷﻲء ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭﻻ ﻓﻲ اﻟﺴﻤﺎء، ﻭﻫﻮ اﻟﺴﻤﻴﻊ اﻟﻌﻠﻴﻢ، ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻓﻴﻀﺮﻩ ﺷﻲء " ﻗﺎﻝ: ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺑﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﻃﺮﻑ ﻣﻦ اﻟﻔﺎﻟﺞ، ﻓﺠﻌﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺃﺑﺎﻥ: «ﻣﺎ ﺗﻨﻈﺮ ﺇﻟﻲ؟ ﺃﻣﺎ ﺇﻥ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﻤﺎ ﻗﺪ ﺣﺪﺛﺘﻚ، ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻗﻠﻪ ﻳﻮﻣﺌﺬ، ﻟﻴﻤﻀﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲ ﻗﺪﺭﻩ»

Artinya: Aban bin Utsman berkata bahwa Utsman bin Affan mendengar Nabi bersabda: "Tidak ada seorang hamba yang membaca tiap pagi dan sore hari sebanyak 3x "Bismillah alladzi laa yadlurru ma'a ismihi syaiun fil ardli wa laa fis samaa' wa huwa as-samii'u al-aliim" maka tidak ada yang membahayakan padanya.

Aban ini sakit stroke, lalu orang lain melihatnya dan Aban berkata: "Apa yang kamu lihat? Hadist ini adalah seperti yang aku sampaikan padamu. Namun aku tidak membacanya agar takdir Allah terjadi padaku" (HR Tirmidz)

Dalam riwayat Abu Dawud berbunyi:

من قالها ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء، ﺣﺘﻰ ﻳﺼﺒﺢ، ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺣﻴﻦ ﻳﺼﺒﺢ ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﻼء ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ

"Barang siapa membacanya 3x, maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga pagi. Dan barang siapa membacanya ketika pagi 3x maka ia terhindar dari musibah mendadak hingga sore"

اللهم نعوذ بك من الستروك (الفالج)

Ma'ruf Khozin, pengasuh kajian fikih bersama KMNU Fak. Kedokteran Unair Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/doa-untuk-penyakit-stroke.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock