Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2017

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi

Santriwati Pintar - Orang-orang yang katanya paling beriman dan paling mengikuti sunnah, memang tidak bisa menjaga lidah dari ucapan mengkafirkan orang sembarangan tanpa pilih kasih, bahkan mudah saja mengatakan ayah ibu Rasulullah adalah kafir/musyrik dg dasar Hadits riwayat Muslim:

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi
Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi


حدثنا يحيى بن أيوب ومحمد بن عبادواللفظ ليحيى قالا حدثنامروان بنمعاوية عن يزيد يعني بن كيسان عن أبي حازم عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم استأذنت ربي أن أستغفر لأمي فلم يأذن لي واستأذنته أن أزور قبرها فأذنلي

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun untuk ibuku maka Dia tak mengizinkanku, kemudian aku minta izin untuk menziarahi kuburnya maka Dia mengizinkan aku. (HR. Muslim 976).

Mendengar hadits ini, maka kita jangan tergesa-gesa megatakan bahwa ibu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah kafir. Wal ‘iyadzubillah.

Harus kita teliti dulu pendapat para ulama tentang pemahaman hadits itu sebenarnya bagaimana.

Mari kita dengar apa kata Imam Suyuthi, penutup amirul mukminin fil hadits:

"Adapun hadits tersebut maka tidak mesti diambil daripadanya hukum kafir berdasarkan dalil bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga ketika di awal-awal Islam dilarang untuk menyolatkan dan mengistighfarkan orang mukmin yang ada hutangnya tapi belum dilunaskan karena istighfar Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan dijawab Allah dengan segera, maka siapa yang di istighfarkan Rasul di belakang doanya akan sampailah kepada derajat yang mulia di surga, sementara orang yang berhutang itu tertahan pada maqomnya sampai dilunaskan hutangnya sebagaimana yang ada dalam hadits (jiwa setiap mukmin terkatung dengan hutangnya sampai hutangnya itu dilunaskan).

Maka seperti itu pulalah ibu Nabi alaiha salam bersamaan dengan posisinya sebagi seorang wanita yang tak pernah menyembah berhala, maka beliau pun tertahan dari surga di dalam barzakh karena ada sesuatu yang lain diluar kufur." (Lihat At-Ta’zhim wal Minnah Suyuthi, hlm. 29).

Tidak-kah mereka pertimbangkan ayat Allah: “sesungguhnya orang2 musyrik adalah najis” (QS. At-Taubah: 28).

Kata 'kafir' itu tentu sangat menyakiti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bagaimana mungkin seorang Rasulullah yang suci dilahirkan dari pada orang-orang yang beraqidahkan najis atau dilahirkan dari daging dan darah yang najis. La haulun wa la quwwatun illa billah.

Lihatlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

;إن الله اصطفاني من ولد إبراهيم إسماعيل واصطفى من ولد إسماعيل كنانة واصطفى من كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

Artinya: Sesungguhnya Allah mensucikan daripada anak-anak Ibrahim: Ismail, mensucikan daripada anak-anak Ismail: Kinanah, mensucikan daripada Kinanah Quraisy, dan mensucikan daripada Quraisy: Bani Hasyim, dan Allah mensucikan aku daripada BaniHasyim. (Hadits riwayat Muslim)

Cobalah pikir pakai otak, jangan pakai dengkul, apakah mungkin Allah mensucikan mereka, dari generasi ke generasi, sementara mereka adalah orang-orang kafir? Dan kemudian apakah kalian lupa dengan firman Allah:

إِنَّمَا يريدُ اللَّه لِيُذْهِب عَنْكُم الرِّجْس أَهْلَ الْبَيْت وَيطَهِّرَكُم تَطْهِيراً

Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya ingin menghilangkan najis dari ahlul baitmu dan mensucikan mu dengan sesuci-sucinya."

Inilah kesalahan para pembenci keturunan Rasulullah. Mereka tidak pernah melihat dalil-dalil lain yang lebih kuat dan lebih qoth’i. Cara mereka sangat tekstual dalam memahami nash ditambah pula tak mau melihat dan menggabungkan dalil-dalil lain yang ada.

Maka hancurlah istimbath mereka dalam segala bidang, baik fiqih, tauhid maupun tasawuf. Inilah yang menjadi sebab kenapa mereka mengharamkan isbal, pembangunan kubur, pemahaman tentang makna bid’ah dan banyak lagi.

Dalam sebuah kisah Imam Al-Qodhi Abu Bakar ibnu Al-Arabi salah seorang ulama muhaqqiqin besar Malikiyah, pernah ditanya tentang adanya orang yang mengatakan orang tua Nabi shallallahu alaihi wa sallam di neraka.

Apa jawab Ibnu Al-Arobi? Beliau mengatakan: "TerlaknatLah orangyang mengatakan orang tua Nabi di neraka karena Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُاللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْعَذَابًا مُهِينًا .

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat dan Allah menyiapkan kepada mereka adzab yang hina". (QS. Al-Ahzab 57).

Yang kedua, mereka yang menyatakan orang tua Nabi masuk neraka berdalil dari hadits riwayat Imam Muslim dari Hammad:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Artinya: Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah "Ya, Rasulullah, di mana keberadaan ayahku?" Rasulullah menjawab: "dia di neraka". Maka, ketika orang tersebut hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya seraya berkata, "sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka".

Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad perowi hadits di atas diragukan oleh para ahli hadits dan hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Padahal, banyak riwayat lain yang lebih kuat darinya seperti riwayat Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh:

“اِنَّ اَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ الله اَيْنَ اَبِي قَالَ فِي النَّارِ قَالَ فَأَيْنَ اَبُوْكَ قَالَ حَيْثُمَا مَرَرْتَ بِقَبْرِ كَافِرٍ فَبَشِّّرْهُ بِالنَّارِ”

Artinya: Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW "dimana ayahku? Rasulullah SAW menjawab: "dia di neraka", si A’robi pun bertanya kembali "di mana Ayahmu?", Rasulullah pun menjawab, "sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka".

Riwayat di atas tanpa menyebutkan ayah Nabi di neraka. Ma’mar dan Baihaqi disepakati oleh ahli hadits lebih kuat dari Hammad, sehingga riwayat Ma’mar dan Baihaqi harus didahulukan dari riwayat Hammad.

Dalil mereka yang lain adalah hadits yang berbunyi:

لَيْتَ شِعْرِي مَا فَعَلَ أَبَوَايَ

Artinya: Demi Allah, bagaimana keadaan orang tuaku?

Kemudian turun ayat yang berbunyi:

{ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيْراً وَنَذِيْراً وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيْم }

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

Jika mau meneliti, ayat itu tidak tepat untuk kedua orang tua Nabi karena ayat sebelum dan sesudahnya berkaitan dengan ahlul kitab, yaitu:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Artinya: Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk) (Q.S. al-Baqarah: 40), sampai ayat 129:

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Semua ayat-ayat itu menceritakan ahli kitab (Yahudi). Bantahan di atas juga diperkuat dengan firman Allah SWT:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya: “Dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Kedua orang tua Nabi wafat pada masa fatroh (kekosongan dari seorang Nabi/Rosul). Berarti keduanya dinyatakan selamat.

Imam Fakhrurrozi menyatakan bahwa semua orang tua para Nabi muslim. Dengan dasar Al-Qur’an surat As-Syu’ara’ ayat 218-219, yang berbunyi:

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

Artinya: Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

Sebagian ulama menafsiri ayat di atas bahwa cahaya Nabi berpindah dari orang yang ahli sujud (muslim) ke orang yang ahli sujud lainnya.

Adapun Azar yang secara jelas mati kafir, sebagian ulama menyatakan bukanlah bapak Nabi Ibrahim yang sebenarnya tetapi dia adalah bapak asuhnya yang juga pamannya.

Hadits Nabi SAW bersabda:

قال رسول الله (( لم ازل انقل من اصلاب الطاهرين الى ارحام الطاهرات ))

Artinya: Aku (Muhammad SAW) selalu berpindah dari sulbi-sulbi laki-laki yang suci menuju rahim-rahim perempuan yang suci pula.

Jelas sekali Rasulullah SAW menyatakan bahwa kakek dan nenek moyang beliau adalah orang-orang yang suci bukan orang-orang musyrik karena mereka dinyatakan najis dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. (QS. At-Taubah: 28).

Nama ayah Nabi Abdullah, cukup membuktikan bahwa beliau beriman kepada Allah bukan penyembah berhala. Jika anda ingin mengetahui lebih banyak, maka bacalah kitab ‘Masaliku al-Hunafa fi Waalidai al-Musthafa” karangan Imam Suyuthi.

Syubhat yang ditujukan kaum wahabi yang pelaknat orangtua Nabi kepada kaum Ahlussunnah adalah tentang apakah kedua orang tua Rasulullah muslim atau tidak adalah tiadanya dasar hadits yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk salah satunya adalah hadits ini:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: حَجَّ بِنَا رَسُوْلُ اللهِ حَجَّةَ الْوَدَاعِ فَمَرَّ بِي عَلَى عَقَبَةِ الْحَجُوْنِ وَهُوَ بَاكٍ حَزِيْنٌ مُغْتَمٌّ فَنَزَلَ فَمَكَثَ عَنِّي طَوِيْلاً ثُمَّ عَادَ إِلَيَّ وَهُوَ فَرِحٌ فَتَبَسَّمَ فَقُلْتُ لَهُ فَقَالَ: ذَهَبْتُ إِلَى قَبْرِ أُمِّي فَسَأَلْتًُ اللهَ أَنْ يُحْيِيْهَا فَآمَنَتْ بِي وَرَدَّهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: "Dari A’isyah rda. ia berkata: ‘Rasulullah bersama-sama kami melaksanakan haji wada’. Saat lewat di Aqabah Hajun bersamaku beliau menangis sedih dan susah, kemudian beliau turun dan tinggal beberapa lama, kemudian kembali kepadaku dalam keadaan gambira dan tersenyum, lalu aku katakan kepadanya dan beliau menjawab: ‘Aku pergi ke makam ibuku, lalu aku minta supaya Allah menghidupkannya kemudian ibuku beriman kepadaku dan Allah mengembalikannya lagi."

Hadits ini adalah dha‘if menurut Imam as-Suyuthi serta diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam an-Nasikh wa al-Mansukh, meskipun oleh Ibnul Jauzi dikatakan maudhu’.

Al-Ajhuri mengatakan bahwa yang benar, hadits masyhur tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Rasulallah itu adalah termasuk hadits dha‘if, dan bukan maudhu’ ataupun shahih, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Syahin, Ibnu Asakir, as-Suhaili dan Ibnu Nashir.

Al-Habib Abdullah Ba-Alawi dalam Is’ad ar-Rafiq syarah kitab Sullam at-Taufiq, mengatakan, "yang haq (pendapat yang benar untuk diikuti) sebagaimana yang di tahqiq-kan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Hafizh as-Suyuthi dan lain-lain bahwa ayahanda (atau ayah leluhur) Rasulullah tidak ada yang berstatus kafir. Hal itu adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap kedudukan nubuwwah. Begitu juga dengan ibunda (atau ibu leluhur) beliau, seperti halnya leluhur Rasulullah yang semuanya tidak ada yang kafir begitu juga leluhur para Nabi-Nabi lain. Adapun Azar yang di kenal sebagai ayahanda Nabi Ibrahim, sebenarnya adalah bukan ayah, tapi paman sebagaimana pendapat para ulama kita".

Menurut al-Bajuri dan Hasan al-Adawi hadits riwayat Aisyah di atas shahih menurut ahli hakikat, sebagaimana tertuang dalam syair-syair mereka:

أَيْقَنْتُ أَنَّ أَبَا النَّبِيِّ وَأُمَّهُ حَتَّى لَهُ شَهِدَا بِصِدْقِ رِسَالَةٍ هَذَا اْلحَدِيْثُ وَمَنْ يَقُوْلُ بِضُعْفِهِ أَحْيَاهُمَا الرَّبُّ الْكَرِيْمُ اْلبَارِي صِدْقٍ فَتِلْكَ كَرَامَةُ الْمُخْتَارِ فَهُوَ الضَّعِيْفُ عَنِ الْحَقِيْقَةِ عَارِي

Artinya: Aku meyakini bahwa ayah dan ibu Nabi dihidupkan kembali oleh Allah Yang Maha Pencipta dan Maha Mulia. Hingga mereka berdua bersyahadat akan kebenaran risalah yang benar. Maka itu adalah suatu kehormatan bagi Rasulullah. Hadits tentang ini dan yang mengatakan dha‘if adalah orang yang dha‘if sendiri dan tidak tahu hakikat sebenarnya.

Asy-Sya'rani mengatakan, bahwa Imam as-Suyuthi banyak menulis kitab yang berkenaan dengan status orang tua Nabi yang selamat dari siksa neraka, termasuk satu risalah yang ditulis dalam Al-Hawi lil Fatawi. Dan di antara yang menyutujui hadits tersebut (tidak menyebut maudhu’ seperti penilaian al-Hafizh Ibnul Jauzi) adalah al-Khathib al-Baghdadi, Ibnu ‘Asakir, Ibnu Syahin, as-Suhaili, al-Qurthubi, ath-Thabari, Ibnu Munayyir, Ibnu Nashiruddin, Ibnu Sayyid an-Nas dan ash-Shafadi.

Kemudian akhir dari kesimpulan pendapat-pendapat ulama dalam lingkungan Ahlussunah adalah, orang tua Nabi Muhammad termasuk orang-orang yang selamat dari neraka, dengan alasan, 1). Hadits di atas dapat diterima, karena meskipun dha‘if secara ilmu riwayat atau musthalah, tapi shahih secara kasyf. Adapun penilaian maudhu’ Ibnul Jauzi tidak dibenarkan ulama. 2). Orangtua Nabi termasuk ahli fatrah (hidup masa kekosongan utusan yang menyampaikan risalah).

Maka, jagalah lidah Anda jika tidak ingin disebut menyakiti Rasulullah. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/bantahan-kepada-yang-mengkafirkan-orang.html

Kamis, 09 Februari 2017

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali

Santriwati Pintar - Penataan, penyelamatan dan pemanfaatan aset Nahdlatul Ulama (NU) terus dilakukan di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj. Harapannya, aset milik NU di masa depan tidak lagi hilang atau samar-samar, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.

PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali
PBNU Upayakan Tanah NU Hadiah Bung Karno di Tomang Bisa Kembali


"Kita tak boleh putus asa menyelamatkan aset NU, setelah itu dimaksimalkan manfaatnya untuk masyarakat," kata Kiai Said Aqil saat memberi arahan pada rapat tim aset PBNU di Jakarta, Senin (30/01/2017) sore.

Menurut Kiai Said Aqil, di samping aset lama yang perlu diurus, aset baru juga perlu ditata, seperti tanah di Batam, universitas-universitas NU, dan gedung-gedung baru seperti di Matraman dan Parung.

"Periode lalu kita bangun gedung untuk kampus UNU Jakarta, periode ini kita lanjutkan pembangunannya empat lantai di sisi belakang gedung lama, ini harus dirawat," terang Kiai Said Aqil.

Untuk mewujudkan arahan Ketum Umum PBNU, Andi Najmi Fuaidi, Wakil Sekjend PBNU, akan fokus pada aset lama yang potensial bisa diselamatkan. "Kita terus upaya agar tanah NU di Tomang hadiah Presiden Soekarno bisa kembali ke NU," tegasnya.

Saat ini, kata Andi, tanah tersebut belum bisa dieksekusi meski NU telah menang sengketa di pengadilan. [Santriwati Pintar/ dan/ksf] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pbnu-upayakan-tanah-nu-hadiah-bung-karno-di-tomang-bisa-kembali.html

Selasa, 07 Februari 2017

Resep Mbah Arwani Kudus Kepada yang Malas Ngaji Al-Quran

Santriwati Pintar - Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang di turunkan oleh Allah s.w.t melalui Rasul Muhammad s.a.w. kepada umatnya. Kebenaran dan keotentikan Al-Qur’an sudah tidak bisa diragukan lagi, mulai dari sejak pertama kali ia diturunkan sampai detik ini Al-Qur’an tidak pernah mengalami perubahan apapun. Jelas ini membuktikan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab wahyu yang bersumber dari Allah s.w.t.

Resep Mbah Arwani Kudus Kepada yang Malas Ngaji Al-Quran
Resep Mbah Arwani Kudus Kepada yang Malas Ngaji Al-Quran


Turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah s.w.t. kepada umat Muhammad s.a.w. yang bertujuan menjadi penerang, sebagai petunjuk jalan supaya tidak tersesat arah dan tergelincir dalam kehidupan dunia, maka sudah selayaknya Al-Qur’an menghiasi setiap diri umat Islam sebagai acuan dan pedoman kehidupan sehari-hari.

Keistimewaan Al-Qur’an tidak hanya pada pesan dan ajaran yang kandungannya bahkan keutamaan Al-Qur’an meliputi setiap ayat-ayat dan setiap huruf-hurufnya. Membacanya mendapatkan kabaikan, membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan.

Membacanya akan mendatangkan cahaya dan dihindarkan dari kegelapan. Membacanya akan diliputi ketenangan, di curahkan rahmat, di hadiri para malaikat, dan di sanjung-sanjung oleh Allah s.w.t. di hadapan makhluk-makhluk yang lainnya. sebaliknya, rumah yang tidak ada bacaan Al-Qur’an di dalamnya, rumah tersebut laksana kuburan, seram dan menakutkan, sebab iblis dan syetan bersarang di dalamnya. Kelak pada hari kiamat para pecinta Al-Qur’an akan memperoleh derajat yang istimewa di sisi Allah s.w.t.

Tetapi sementara ini sangat disayangkan, ternyata masih banyak umat Islam yang belum lancar bahkan ada yang belepotan dan mirisnya lagi ada yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an. Bagaimana bisa dapat memahami dan mengamalkan Al-Qur’an sedangkan membacanya saja jarang-jarang, malas membaca, atau bahkan ada yang mengenal hurufnya saja tidak bisa. Na’udzubillah.

Ada beberapa alasan kenapa pada akhirnya di antara sebagain umat Islam malas dan enggan membaca Al-Qur’an. K.H. M. Arwani Amin Kudus atau yang biasa dikenal dengan Mbah Arwani Kudus, suatu ketika pernah berpesan kepada para santri-santrinya supaya tetap semangat belajar dan mengaji Al-Qur’an sepanjang hidup. Pertama adalah, jangan dilihat siapa pengajarnya. Kedua, tidak boleh malu karena umur. Ketiga, butuh waktu lama.

Bukan tanpa alasan beliau berpesan demikian kepada para santri, wejangan tersebut beliau sarikan dari teladan kehidupan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai pembawa Al-Qur’an kepada para umatnya.

Pertama jangan di lihat siapa pengajarnya, hal ini sangatlah urgen, yang perlu di perhatikan adalah bahwa pengajar tersebut memang benar-benar bagus sudah di kenal bacaan dan kefasihan Al-Qur’annya.

Sebab tidak jarang sebagain dari umat Islam ini enggan belajar Al-Qur’an karena ia memiliki pangkat dan kedudukan yang tinggi kemudian ia merasa gengsi untuk belajar Al-Qur’an sebab pengajarnya bukanlah siapa-siapa didalam status sosial.

Alasan di atas jelas lemah sekali. Kalau kita berkaca kepada sejarah Nabi Muhammad s.a.w. kita akan menemukan bagaimana Muhammad s.a.w. yang berkedudukan paling agung dan mulia diantara semua makhluk ciptaan Allah s.w.t. sudi dan tekun belajar Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril. Maka, dengan demikian tidak ada alasan lagi merendahkan status guru ngaji Al-Qur’an.

Kedua, merasa malu karena sudah merasa tua, alasan semaca ini juga tidak dapat dibenarkan. Kembali kita belajar dari tauladan sejarah Nabi Muhammad s.a.w. bahwa, di dalam sejarah beliau di sebutkan mulai belajar Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril, yaitu ketika (menerima wahyu) dari Allah melalui Malaikat Jibril. Umur beliau ketika itu sudah berumur 40 tahun. Maka, dengan demikian alasan sudah berumur sehingga enggan belajar Al-Qur’an adalah alasan yang naif dan mengada-ada.

Ketiga butuh waktu lama, terkadang banyak ditemukan bahwa malas belajar dan mengaji Al-Qur’an karena memakan waktu yang lama. Alasan semacam ini juga sangatlah lemah kalau kita benar-benar ingin di akui sebagai umat Nabi Muhammad s.a.w. perjalanan sejarah beliau menyebutkan bahwa beliau belajar (bertalaqqi) kepada Malaikat Jibril mulai umur 40 tahun sampai menjelang wafat beliau, yaitu umur 63 tahun. [Santriwati Pintar]

Moh Yusuf, Wakil Ketua LPT NU Magetan, Jatim

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/resep-mbah-arwani-kudus-kepada-yang-malas-ngaji-alquran.html

Kamis, 24 Desember 2015

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Jakarta, Santriwati Pintar. Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kader yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari pertanian menjadi seorang petani hingga di pemerintahan.

(Kader NU) ada yang sudah jadi presiden, jadi menteri, kata Tito saat memberikan sambutan dalam acara Pameran Tunggal Seni Rupa Nabila Dewi Gayatri di Grand Syahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (8/5).

Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni (Sumber Gambar : Nu Online)


Kapolri Apresiasi Kreativitas Kader NU di Bidang Seni

Tito juga mengatakan, kader NU memiliki kemampuan-kemampuan di luar bidang agama seperti pencak silat, karya seni, dan lain-lain. Bahkan, di dalam bidang karya seni lukis ia mengaku bahwa kader NU lebih unggul dari pada dirinya.

Hari ini kita menyaksikan bagaimana kader NU (Nabila Dewi Gayatri) ternyata memiliki kemampuan seni yang luar biasa. Kalau kita lihat dari kaca mata umum untuk menilai kalau saya diminta membuat lukisan seperti ini, pasti kader NU lebih hebat dari pada saya, katanya.

Santriwati Pintar

Lebih jauh, ia menjelaskan, yang tidak kalah penting juga bagaimana perjuangan para ulama tersebut dalam menjaga dan merawat NKRI bisa diteruskan dan diteladani oleh generasi muda sekarang.

Kader-kader muda kita paham. Inilah ulama-ulama yang harus ditiru. Yang dilukis Bu Nabila ini jelas ulama-ulama yang membangun NKRI, lanjutnya.

Santriwati Pintar

Ia berharap, NU dan pemerintah bisa terus bergendengan tangan dan saling mendukung untuk menjaga keutuhan negeri ini. Polri dan NU tidak boleh pecah. Selagi unsur ini solid, NKRI aman, tegasnya. (Muchlison Rochmat/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77773/kapolri-apresiasi-kreativitas-kader-nu-di-bidang-seni

Rabu, 25 Februari 2015

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil

Santriwati Pintar - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI rencananya akan melakukan aksi pengumpulan massa dengan dalih shalat subuh berjamaah di Masjid Al Falah Surabaya pada 28 Januari 2017 mendatang.

Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil
Dinilai Akan Memanipulasi Shalat Subuh, Bachtiar Natsir dan GNPF Ditolak Hadir Ansor Bangil


Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bangil menuding aksi tersebut memanipulasi kegiatan keagamaan untuk memecah belah keutuhan bangsa. Sebab, aksi tersebut membawa isu atas nama persatuan Islam namun tanpa memikirkan persatuan bangsa.

"Mereka tak henti-hentinya melakukan kegiatan manipulatif atas nama umat Islam, mendompleng acara ibadah yang sakral untuk menarik masyarakat muslim, padahal itu dilakukan tanpa memikirkan dampak bagi keutuhan sebuah bangsa," kata ketua PC GP Ansor Bangil, H. Saad Muafi, SH.

Gus Afi, sapaan akrab dia, meminta semua pihak khususnya PW GP Ansor Jawa Timur untuk mengambil langkah tegas membubarkan acara yang berpotensi menciderai kondusifitas Jatim. “Tidak ragu untuk menggalang aliansi menolak kedatangan Bachtiar Natsir dan GNPF di Jawa Timur,” tegasnya.

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan shalat subuh berjamaah di masjid masing-masing dan tidak tertipu dengan gerakan-gerakan yang menunggangi ibadah keagamaan untuk kepentingan kelompok anti Pancasila dan NKRI. [Santriwati Pintar/ rus/onk]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dinilai-akan-memanipulasi-shalat-subuh-bachtiar-natsir-dan-gnpf-ditolak-hadir-ansor-bangil.html

Sabtu, 17 Januari 2015

Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan

Probolinggo, Santriwati Pintar. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Kraksaan, Jawa Timur menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Ahad (19-20/11).

Dalam konfercab tersebut, Khoirul Imam terpilih secara aklamasi untuk memimpin PC IPNU Kota Kraksaan periode 2016-2019. Hal ini dikarenakan Khoirul Imam mampu meraih 37 suara. Sementara calon lain Khoirul Anam, Ibnu Arobi, Samsul Maarif dan Rifki Maulana masing-masing hanya satu suara. Sedangkan calon lain Umarul Faruq memperoleh 3 suara.

Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Aklamasi, Khoirul Imam Pimpin IPNU Kota Kraksaan

Konfercab yang dibuka oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Sujai Syafii ini dihadiri oleh PAC IPNU se-PCNU Kota Kraksaan. Tidak ketinggalan pula para pengurus PW IPNU Provinsi Jawa Timur.

Santriwati Pintar

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan serap program kebijakan pendidikan dari Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo H Fathur Rosi dan Kebijakan Pendidikan Madrasah oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufik.

Pada pembukaan sambutannya Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Sujai Syafii banyak bercerita sejarah dan perjuangan para ulama NU dari masa pra kemerdekaan sampai saat ini. Setidaknya perjuangan para ulama NU ini bisa menjadi motivasi bagi kader muda NU untuk terus berjuang demi membesar NU demi menegakkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), katanya.

Santriwati Pintar

Sementara Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khoirul Imam mengaku sudah menyiapkan program kerja 100 hari pertama. Salah satunya adalah melakukan pembentukan PAC se-IPNU Kota Kraksaan dan memasyarakatkan IPNU di kalangan pelajar.

Demi mewujudkan hal tersebut, kami akan menggandeng MWCNU dengan rekom dari jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah untuk mempersiapkan pemuda dan pelajar d itempat itu. Berawal dari anak MWC atau sanak famili dan tetangga. Serta membentuk tim khusus untuk memberikan pelatihan, katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73112/aklamasi-khoirul-imam-pimpin-ipnu-kota-kraksaan

Sabtu, 08 Maret 2014

Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub

Sumedang, Santriwati PintarDi tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dan dunia yang tidak mudah dipahami, NU hadir memberikan solusi, yaiut dengan pendekatan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu) Nahldatul Ulama KH Musthafa Aqil Siroj pada taushiyah pelantikan Pengurus Asbihu Jawa Barat masa khidmah 2016-2021 di SMK An-nur, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/12).

Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub (Sumber Gambar : Nu Online)
Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub (Sumber Gambar : Nu Online)


Obat Berbagai Persoalan Itu Bernama Taqarrub

Banyak ahli kedokteran, tetapi penyakit tetap saja ada. Banyak sarjana geologi yang dapat memprediksi bencana gempa misalnya, tetapi tidak bisa mencegah bencana tersebut. Para ahli saja tidak berhasil menangani, apalagi orang awam. Oleh karena itu, manusia harus mendekatkan diri kepada Allah, tuturnya.

Kiai Musthafa menyebutkan kaitannya dengan Asbihu, NU melalui Asbihu hadir untuk menjaga keyakinan jamaah yang beribadah ke tanah suci Mekkah agar tidak terkikis dari ajaran aswaja yang mereka anut.

Santriwati Pintar

Jamaah haji dan umrah yang berpaham aswaja, banyak dicekoki paham yang berlawanan dengan aswaja. Di bandara, di tempat ziarah, banyak tersedia buku antitahlil. Lalu banyak yang berpikir, kalau begini terus bagaimana akidah mereka sepulang haji? ulas Kiai Musthafa mengawali cerita alasan berdirinya Asbihu.

Santriwati Pintar

Kiai Musthafa meneruskan, dengan inisiatif Kiai Hafidz Taftanzani, didirikanlah Asbihu sebagai jawaban dari keprihatinan tersebut.

Asbihu ini luar biasa karena Asbihu awalnya murni ingin menjaga akidah aswaja NU, tegas Kiai Musthafa.

Di samping itu, kehadiran Asbihu juga menjadi solusi karena selama ini seakan-akan belum ada kesempatan berbuat oleh NU. Warga NU yang berangkat haji dan umrah melalui agen perjalanan umrah dan haji yang dikelola pihak lain, hanya memperkaya pihak lain.

Dengan demikian adalah kewajiban warga NU untuk membesarkan NU minimal ketika beribadah umrah melalui Asbihu.

Ditanya bagaimana kinerja Pengurus Wilayah Asbihu Jawa Barat yang baru dilantik, ia optimis dan yakin karena pengurus Asbihu Jawa Barat banyak yang masih muda.

Saya yakin sekali Asbihu di Jawa Barat akan besar, karena banyak pemuda yang masuk menjadi pengurus. Semangatnya masih tinggi, tegas Kiai Musthafa. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74211/obat-berbagai-persoalan-itu-bernama-taqarrub

Santriwati Pintar

Rabu, 30 Oktober 2013

PBNU Beserta Banomnya Kunjungi Said Aqil

Jakarta, Santriwati Pintar. Setelah ditahan selama beberapa hari ini, PBNU yang diwakili oleh Dr. Andi Jamaro Dulung dan Syaiful Bahri Anshori melakukan kunjungan ke Mabes Polri untuk melihat kondisi Mantan Menag Said Aqil al Munawwar. Beberapa pengurus badan otonom seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU juga menyertai kunjungan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung di kantor Wakil Ketua Badan Reserse dan Kriminal John Lalo, bukan diruang tahanan. Said Aqil menggunakan baju koko warna hijau saat menerima kunjungan dari PBNU.

Andi Jamaro dalam dialog dengan Said Aqil nyatakan bahwa PBNU akan membantu dengan mengajukan penangguhan penahanan. Selain itu juga ditawarkan adanya bantuan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH NU).

PBNU Beserta Banomnya Kunjungi Said Aqil (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Beserta Banomnya Kunjungi Said Aqil (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Beserta Banomnya Kunjungi Said Aqil

Selain itu Andi mengharapkan agar Said Aqil bersabar dan tetap tabah dalam menghadapi cobaan yang menimpanya kali ini sambil terus melakukan upaya hukum untuk melakukan pembelaan.

Kepada rombongan PBNU Said Aqil menjelaskan bahwa pengeluaran dana tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang ada dan sudah dijalankan oleh para menteri agama sebelumnya. Dikatakannya bahwa laporan keuangan pada masa kepemimpinannya juga sudah diaudit oleh BPK dan dinyatakan tak ada penyimpangan.

Said Aqil juga menjelaskan berbagai prosedur yang harus dilalui agar dana bisa dikeluarkan. Ia mengaku sama sekali tak terlibat dalam urusan keuangan karena hal tersebut merupakan urusan bawahannya yang menjalankan berbagai hal teknis. Rencananya mekanisme ini akan dijelaskan kepada publik oleh tim pengacaranya untuk memberi gambaran sekaligus untuk melawan penghakiman oleh media massa.

Santriwati Pintar

PBNU akan Bantu

Pak Said Aqil tidak boleh dibiarkan merasa sendiri karena bagaimanapun dia merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama. Beliau adalah salah satu pimpinan NU karena itu harus merasakan pembelaan dari NU, tandas Andi Jamaro seusai menjenguk.

Dikatakannya memang yang dituduhkan sebenarnya urusan pribadi dan sama sekali tak ada hubungannya dengan NU. Andi Jamaro menilai bahwa wajar saja jika NU melakukan pembelaan pada setiap pengurusnya yang mendapat masalah.

Bahwa nantinya beliau dinyatakan bersalah, itu urusan hukum, bukan wilayah kita. Wilayah NU adalah bagaimana menyambung silaturrahmi ketika ada pimpinannya yang terkena musibah, tegasnya.(mkf)

Santriwati Pintar

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3193/pbnu-beserta-banomnya-kunjungi-said-aqil

Santriwati Pintar

Minggu, 16 Juni 2013

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU

Jakarta, Santriwati Pintar. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur menggelar musyawarah prakongres, Selasa (9/5), di Kampus STAI Az-Ziyadah, Jalan Masjid Alhusna Kampung Tanah 80 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kegiatan yang disiapkan untuk menyambut forum Kongres XIX PMII di Palu, Sulawesi Tengah, 15-20 Mei 2017 ini dihadiri tujuh Pengurus Komisariat PMII di daerah setempat. Musyawarah kali ini menghasilkan menghasilkan tiga rumusan.

Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Kongres, Jaktim Berharap PMII Jadi Banom NU

Pertama, Korps PMII Putri (Kopri) tetap menjadi badan semiotonom. Namun PMII Jakarta Timur mengusulkan adanya perbaikan sistem dalam kaderisasi dan administrasi persyaratan ketua Kopri di semua tingkatan kepengurusan.

Santriwati Pintar

Kedua, mengenai kaderisasi perlu adanya lokakarya kaderisasi untuk menyamakan bentuk rekrutmen, kurikulum, dan pendampingan kader. Rekomendasi yang terakhir, PMII diharapkan masuk ke dalam badan otonom NU secara sah.

Santriwati Pintar

Kegiatan yang berlangsung selama lima jam ini dipandu oleh Ketua Pengurus Cabang PMII Jakarta Timur Saeful Anwar. Mantan Ketua Umum Universitas Ibnu Chaldun ini juga mengatakan sampai saat ini PMII Jakarta Timur masih dan akan tetap netral hingga kongres berlangsung nanti.

"Sudah banyak isu yang beredar kalau menjelang kongres banyak suara-suara titipan untuk mendukung salah satu calon ketua umum. Saya tegaskan, sampai saat ini saya mewakili sahabat PMII Jakarta Timur tidak ada satu pun suara atau calon yang kita usung. Kita akan berikan jawabannya di kongres nanti," ujar Saeful. (Robiatul Adawiyah/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77823/jelang-kongres-jaktim-berharap-pmii-jadi-banom-nu

Minggu, 30 September 2012

Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop!

Santriwati Pintar - Di Jepara, pada November 2016, atraksi penggila bus mania yang meminta bunyi klakson khas telolet-telolet di sepanjang jalan raya antara Ngabul hingga Pecangaan, Jepara, dilarang oleh Polres setempat.

Alasannya, permintaan ratusan (bahkan ribuan) anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu dan juga kakek nenek yang berkumpul menunggu hadirnya bus telolet lewat, dianggap mengganggu lalulintas. Para penggila telolet bahkan ada yang datang dari Demak, Kudus dan sekitarnya, hanya untuk menyaksikan ramainya anak-anak meminta ke awak bus dengan spanduk "Om Telolet Om".

Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop! - Santriwati Pintar
Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop! - Santriwati Pintar


Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop!

Bunyi klakson bus yang awalnya digunakan oleh pengendara mobil di Arab untuk mengusir unta yang acap menghadang lalulintas perjalanan pengendara itu, ternyata disebut sebagai penyalahgunaan oleh kepolisian jika dialihkan fungsinya sebagai hiburan di pinggir jalan.

Anehnya, ketika di Jepara sudah tidak diperkenankan sebagai hiburan petang di pinggir jalan, di Amerika sana telolet malah menjadi trending topic. Bahkan Santriwati Pintar mendapatkan kiriman video adanya 3 pemuda bule yang beraksi teriak-teriak ke truk sambil mengatakan dengan fasih, "Om Telolet Om".

Santriwati Pintar

Om, artinya paman. Panggilan kehormatan buat pria, "pak". Tapi di kubu sana, ada-ada saja cara untuk mengkritik sesuatu yang bukan substansi. Di antara mereka ada yang menyebar BC yang isinya, kata "Om" berasal dari bahasa Bali kuno yang berati Tuhan, "telolet Adalah bahasa Swahili yang berarti Yahweh," tulisnya.

Ada lagi yang membuat status tuduhan di Facebook kalau Om Telolet adalah akal-akalan tokoh Yahudi Nelson Mandela yang dipolulerkan pada abad 20 SM, yang berarti "Setan Adalah Segalanya". Hahaha

Santriwati Pintar

Om Telolet Setan Adalah Segalanya Jadi, menurut pembuat BC itu, menyebut Om Telolet sama dengan menyebut Yahweh tuhan Yahudi. Wkwkwk. "Kalian sedang di yahudinisasi!", sarkasnya tegas. Padahal, orang bule yang berbahasa Inggris saja bingung maknanya sampai harus membuat tweet yang akhirnya viral. Mereka bertanya, "What is Om Telolet Om?". Ini salah satu screen shoot pertanyaan mereka.

Telolet Om Om Telolet Om pun akhirnya dituduh sebagai pengalihan isu dan sekaligus pendangkalan akidah kepada akhi-akhi yang lemah iman karena sumbunya pendek, mudah digesek. Padahal itu hanya kalimat anak-anak yang bergembira meminta supir bus klakson telolet agar dibunyikan.

Wajah Indonesia yang harusnya damai dengan telolet menjadi sedikit muram dengan asumsi ngawur para sumbu pendek yang sedikit-sedikit langsung disebut pengalihan isu Ahok, Al Maidah 51 hingga pendangkalan akidah. Memang kok yah, paling bertauhid adalah mereka. Telolet sik Om, Telolet! [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sumbu-pendek-om-telolet-adalah-akal-akalan-yahudi.html

Sabtu, 19 Mei 2012

Syamsudin Uba: NKRI Adalah Negara Kafir Republik Indonesia

Santriwati Pintar - Ini adalah rilis yang dikirim kepada Santriwati Pintar dari seorang yang melaporkan tentang adanya acara yang mengatasnamakan Islam aswaja namun pemikirannya jauh dari moderat. Justru pernyataan-pernyataan narasumber banyak yang bernada makar, provokasi dan hasudan.

Syamsudin Uba: NKRI Adalah Negara Kafir Republik Indonesia
Syamsudin Uba: NKRI Adalah Negara Kafir Republik Indonesia


Ada yang kemudian justru mengajak para hadirin untuk berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Dia juga menyebut kalau NKRI adalah negara kafir yang tidak sesuai dengan ajaran Kanjeng Nabi. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Inilah fitnah akhir zaman itu. Ini rilis yang diterima redaksi.

===================

Pada 13 November 2016, pukul 09.00 WIB-12.30 WIB bertempat di masjid Ibnu Rusyd, Jl. Margitami, Bekasi, Jawa Barat, telah dilakukan pengajian bertema "Menghadapi Fitnah Akhir Zaman" yang diikuti oleh sekitar 80 jamaah dengan pembicara, yakni Ustad Abu Jauhar, Ustad Abu Jaffar, dan Ustad Syamsudin Uba, serta moderator ustad Abu Ulfa. Berikut masing-masing pernyataan narasumber:

1. Ustad Abu Jauhar:

- Pada saat ini kita berada pada masa dimana orang-orang menamakan dirinya ulama atau da'i namun tidak lagi berada pada jalan yang lurus sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabinya.

- Ada kaum yang menyebarkan ajaran yang dikatakan bahwa ajarannya sesuai dengan Al-Quran dan assunnah namun ajaran tersebut tidak benar, jamaah tidak boleh mengikuti ajaran itu.

2. Ustadz Abu Jaffar:

- Kaum kafir akan terus berupaya untuk menghancurkan umat muslim hingga hari kiamat.

- Aswaja memposisikan diri di tengah-tengah antara kaum yang disebut ektremis dan kaum Islam yang tidak berani memperjuangkan agamanya (lemah).

- Fenomena Al-Maidah ayat 51 muncul karena umat Islam terlalu lemah terhadap kaum kafir, akibatnya orang kafir berani menistakan agama Islam dan Al-Quran.

- Saat ini sebenarnya sudah ada pemimpin Islam yang benar-benar melaksanakan hukum dan aturan-aturan sesuai dengan ajaran Islam bukan aturan-aturan buatan manusia, namun dia selalu difitnah oleh kaum kafir.

3. Ustadz Syamsudin Uba:

- Indonesia adalah negara yang tidak berdasar dan tidak sesuai dengan khilafah yang diajarkan islam. NKRI adalah negara kafir Republik Indonesia.

- Saat ini sudah ada pemimpin dunia dari umat Islam, yaitu Abu Bakar Al Baghdadi yang berjuang untuk agama dan mendirikan negara khilafah.

- Sejak jaman Nabi, Islam sudah menghadapi fitnah dan diperjuangkan dengan pertumpahan darah, sehingga apa yang ditunjukkan oleh Al Baghdadi di Irak dan Suriah adalah hal yang benar dan harus dilakukan demi tegaknya Islam.

- Para jamaah harus berani menyatakan diri sebagai warga negara khilafah dan pemimpinnya adalah Abu Bakar Al Baghdadi.

- Orang-orang, ulama, dan para dai yang melaksanakan aturan buatan manusia seperti konstitusi, pancasila, demokrasi dan lain sebagainya serta tidak mendukung Al Baghdadi untuk memperjuangkan ajaran tauhid, maka tidak diterima shalat dan amal ibadahnya oleh Allah, termasuk diantaranya TNI, Polri sehingga orang yang shalat dibelakang TNI dan Polri tidak diterima oleh Allah.

- Berharap seluruh jamaah yang bergerak pada aksi 4 November untuk berbai'at pada Abu Bakar al Bahgdadi dan berjuang untuk mewujudkan negara khilafah.

================

Kian terang, bahwa demo 411 yang sempat rusuh kemarin tujuannya bukan Ahok, tapi makar dan konsolidosa kalangan Islam ekstrimis untuk menghasud massa agar mereka tidak lagi mencintai bangsanya, berperang atas nama Islam, lalu kocar-kacir. Begitulah. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/syamsudin-uba-nkri-adalah-negara-kafir-republik-indonesia.html

Rabu, 04 Januari 2012

Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris

Santriwati Pintar - Beberapa hari lalu, saya mendapat screenshoot berisi pesan KH. Maimoen Zubair, kiai kharismatik dari Sarangm Rembang, Jateng. Pesan tertulis itu dibacakan pada acara peringatan Maulid Nabi oleh Pengurus Pusat GP Anshor di hadapan Presiden Jokowi. Isinya ya tentang pandangan beliau terhadap kegaduhan yg terjadi akhir2 ini.

Setelah membaca pesan yang ditulis dalam bahasa Arab itu, saya mendapat beberapa kesan. Pertama, Mbah Moen itu ulama nasionalis, cinta bangsa dan negaranya. Beliau berharap agar bangsanya terus maju (irtiqa) dan jauh dari perpecahan.

Kedua, Mbah Moen adalah ulama yang alim, arif, dan senantiasa menghendaki yang terbaik untuk umat. Pesan beliau tulis dalam bahasa Arab, tidak ditulis menggunakan bahasa Indonesia, kemungkinan agar tidak gampang dipahami oleh orang awam, yang latah dan gampang percaya pada berita hoax, lalu memviralkannya sedemikian rupa. Hanya orang-orang tertentu saja yang paham.

Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris - Santriwati Pintar
Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris - Santriwati Pintar


Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris

Beliau menjelaskan tentang perkara-prinsipil dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan tujuan Islam. Hanya orang yang pernah belajar ilmu ushul fikih secara mendalam saja yang dapat mengerti falsafah syariah Islam ini.

Santriwati Pintar

Ketiga, beliau mengkontekstualisasikan falsafah syariah Islam (maqasid syariah) ke dalam kehidupan bernegara kita. Ini menunjukkan sifat kenegarawanan beliau. Beliau bukan saja kiai, tapi juga negarawan (statesman), seorang pemikir tradisional yang progresif.

Keempat, beliau mewanti-wanti agar waspada terhadap gerakan yang mengajak kepada pendirian negara khilafah dengan berupaya menciptakan kekacauan dan teror. Beliau menyebut mereka sebagai orang-orang yang tidak mengerti ideologi perjuangan para sahabat (ma'rifat tamassuk ma alaih al-awwalun minal muhajirin wal anshar wa man ittaba'uhum). Berikut ini beberapa point yang bisa dirangkum dr tulisan beliau

Santriwati Pintar

Menurut beliau, umat manusia selalu dipenuhi dinamika perubahan. Beliau percaya bahwa kehidupan selalu menuju arah yang lebih maju dan berperadaban. Ini ditunjukkan oleh perang dunia kedua, tragedi kemanusiaan global, yang berbuah kemerdekaan bangsa Indonesia yang tentunya patut disyukuri.

Bangsa Indonesia lalu membentuk negara yang tidak melupakan Tuhan (hablum minallah), seraya mengakui keragaman realitas sosial (hablum minan nas). Mempraktikkan prinsip hablum minallah tidak dapat dilepaskan dari praktik hablum minan nas. Bahkan menjadi ketentuan yang tak terpisahkan.

Salah satu bentuk implementasi hablum minan nas adalah mewujudkan keadilan. Mbah Moen menghubungkan keadilan dengan maqasid syariah atau lima unsur penting dalam kehidupan yang menjadi pertimbangan dalam semua (perumusan) hukum syariah, yaitu (1) keselamatan jiwa, (2) penghargaan terhadap akal pikiran, (3) penghargaan terhadap kehendak manusia untuk diakui dan bersosialisasi, (4) kebutuhan materil, dan (5) meneruskan keturunan.

Mbah Moen memuji Allah karena menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pertama yang berhasil memerdekakan diri dari penjajahan. Dan mendirikan negara di atas mabadi' khamsah dalam kehidupan bernegara.

Mabadi khamsah berarti lima prinsip atau lebih dikenal dengan Pancasila, yakni ketuhanan (al-uluhiyyah), kemanusiaan (al-insaniyyah), persatuan bangsa Indonesia (wahdah sha'b indunisi), demokrasi kebangsaan (al dimuqrathiyyah al-sha'biyyah), keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia (al-adalah al-ijtima'iyyah lil ummah al-indunsiah bi asriha).

Mbah Moen juga bersyukur kepada Allah karena bangsa Indonesia masih diberi konsistensi menegakkan prinsip-prinsip kebangsaan di atas, sampai hari ini. Namun beliau menyampaikan keprihatinan melihat kondisi sosial belakangan. Beliau menyebut kondisi saat ini sebagai al-huznus syadid (keprihatinan yang mendalam), yaitu munculnya perbedaan pendapat sesama anak bangsa.

Beliau menyesalkan ada sebagian orang yang sedang berupaya menciptakan kegaduhan (thawa'if tubashir bi ihdath al-fitan). Mereka adalah orang-orang yang mengaku membela Islam dan umat Islam. Lebih disesalkan lagi karena mereka berkolaborasi dengan kaum teroris-ekstrimis (al-irhabiyyun al-mutatharrif). Beliau mengakhiri keprihatinannya dgn membaca istirja', inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Dalam pengamatan Mbah Moen, ternyata mereka punya agenda yang lebih luas, yaitu mendirikan khilafah islamiyyah, padahal mereka adalah orang-orang yang tdk mengenal apa yang menjadi pegangan generasi muslim pertama, kaum muhajirin dan anshor.

Mbah Moen mengakhiri pesannya dengan memuji Allah Swt yang telah menunjukkan kebenaran, bahwa yang benar adalah yang sesuai dengan tuntunan bapak para nabi, Nabi Ibrahim as., seperti disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw:

على العاقل ان يكون عارفا بزمانه مستقبلا في شأنه عارفا بربه

Artinya: orang pintar harus paham kondisi zaman. Melakukan yang terbaik untuknya, seraya mengingat Tuhan. (Al-Hadits)

Lalu, Mbah Moen menutup pesannya dengan mendokan bangsa Indonesia. Semoga beliau senantiasa dijaga Allah, dipanjangkan umurnya, dan memberi kita suluh untuk mnjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. [Santriwati Pintar] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/mbah-moen-mereka-mengaku-membela-islam-tapi-kolaborasi-dengan-teroris.html

Minggu, 14 Agustus 2011

Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris

Santriwati Pintar - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan, upaya penanggulangan terorisme tidak akan berhasil jika hanya dilakukan melalui ranah penegakan hukum.

Menurut Tito, saat ini diperlukan adanya ideologi tandingan yang bersifat moderat untuk meredam maraknya penyebaran pemahaman radikalisme di masyarakat.

Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris - Santriwati Pintar
Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris - Santriwati Pintar


Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris

"Terorisme tidak bisa ditangkal hanya dengan menangkap dan menembak pelaku. Counter ideologi dilakukan dengan memoderasi narasi radikal mereka," ujar Tito dalam acara diskusi 'Simposium Deradikalisasi' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

Tito menuturkan, peran para ahli agama sangat diperlukan untuk membantu pemerintah memberantas terorisme. Pasalnya, penyebaran paham radilkal kerap dilakukan oleh kelompok teroris melalui narasi ideologi dengan mengutip ayat-ayat kitab suci yang multitafsir.

Santriwati Pintar

Dia mencontohkan konsep Islam Nusantara di kalangan Nahdlatul Ulama merupakan salah satu contoh ideologi tandingan. Jika dilakukan secara intensif, kata Tito, maka konsep Islam Nusantara mencegah upaya radikalisasi kelompok teroris.

"Bisa juga dengan penyebaran ideologi tandingan contoh Islam Nusantara. Ini yang harus intens karena Islam Nusantara itu kan moderat dan berlandaskan kearifan lokal," tutur Tito.

Namun, Tito menyayangkan penyebaran ideologi tandingan tersebut terkendala dengan adanya fenomena silent majority. Meski kelompok moderat jumlahnya banyak, tetapi mereka cenderung diam ketika menemukan paham radikalisme menyebar di masyarakat.

Santriwati Pintar

Pada kesempatan yang sama, pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, program deradikalisasi yang penting dilakukan adalah kontra wacana. Cara tersebut pernah dilakukan oleh pemerintah Spanyol untuk meredam kelompok radikal yang menggunakan ayat-ayat kitab suci.

"Ini sama seperti di Indonesia. Wacana yang diturunkan membutuhkan interpretasi dan monolitik. Tapi di sini tidak ada yang melawan. Maka NU dan Muhammdiyah yang paling berpotensi karena umatnya banyak," ujar dia. [Santriwati Pintar]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kapolri-tito-karnavian-islam-nusantara-bisa-mencegah-radikalisasi-kelompok-teroris.html

Kamis, 30 Desember 2010

Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja

Probolinggo, Santriwati Pintar. Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri melakukan jalan santai bersama seribu perempuan Kota Probolinggo, Senin (27/7). Kegiatan dalam rangka pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Probolinggo itu dimulai dari Pesantren Raudlatul Mutaallimin di Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih.

Jalan santai dilepas Menteri M. Hanif Dhakiri didampingi istrinya Hj. Marifah Hanif Dhakiri sekitar pukul 06.00 WIB. Rencana awal, menempuh rute sekitar 2 kilometer dari Ponpes Raudlatul Mutaallimin menuju GOR Mastrip dan finish kembali di pesantren yang sama, berubah haluan. Mereka memilih rute dengan start dari Ponpes Raudlatul Mutaallimin ke utara menuju Pasar Sapi Jrebeng Kidul dan belok kanan menuju Jalan Ir. Sutami dan belok kanan di Pasar Wonoasih serta finish di tempat asal.

Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)


Bersama Fatayat, Menaker Sosialisasikan Penempatan Tenaga Kerja

Bapak Menteri menginginkan rute jalan santai bisa bertatap langsung dengan masyarakat sekaligus bisa blusukan, ujar Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo Nur Hudana.

Dalam acara itu, Menteri Hanif Dhakiri bersama istrinya yang didampingi Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo Nur Hudana dan Sekretaris PP Fatayat NU Anggi Maharani terlihat antusias mengikuti jalan santai. Usai jalan santai, Menteri Hanif melakukan dialog dan sosialiasi penempatan tenaga kerja dalam negeri atau luar negeri kepada peserta jalan santai.

Santriwati Pintar

Hanif menegaskan, pihaknya menyetop dan melarang pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Timur Tengah. Sebab, perlindungan dan gaji jadi TKI di Timur Tengah, sangat minim.

Santriwati Pintar

Berbeda di Asia Pasifik, perlindungan dan gajinya cukup baik, ujarnya didampingi Dirjen Binapentasker Hery Sudarmanto, Direktur PTKDN Wisnu Pramono, Direktur PTKLN Guntur Wicaksono dan Direktur PTKS Erna Novianti.

Meski begitu kata Hanif, tak semua TKI yang di Timur Tengah dilarang. Larangan ini khusus pembantu rumah tangga. Sedangkan, bila bekerja di mal atau rumah sakit, masih boleh. Katanya, ke depan pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan TKI. TKI harus dipersiapkan keterampilan dan skill-nya. Sehingga, performa kerjanya lebih baik, ujarnya.

Sedangkan untuk tenaga kerja dalam negeri, Hanif mengaku pihaknya mempunyai program Three in One. Yakni, pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Masyarakat yang belum bekerja bisa dilatih, setelah itu diberi sertifikat dan ditempatkan. Salah satu upayanya adalah melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Di samping itu, Menteri juga menghapus persyaratan minimal harus berijasah SMA bila hendak masuk BLK. Menurutnya, siapa pun yang ingin belajar bisa langsung ke BLK. Tak peduli yang lulus SD atau SMA. Semua harus diberi kesempatan. Langkah ini agar masyarakat yang tak punya ijazah, punya kesempatan untuk belajar. Sehingga, punya kompetensi.

Sementara kami juga mendorong para pelaku IKM (Industri Kecil dan Menengah) untuk menempatkan syarat lowongan bukan pada ijazah. Tapi, berdasar kompetensi yang dimiliki. Misalnya, pabrik garmen. Yang dicari, ya orang yang bisa menjahit, tidak berdasar lulusan SMA, tegasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61159/bersama-fatayat-menaker-sosialisasikan-penempatan-tenaga-kerja

Selasa, 25 Mei 2010

Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim

Santriwati Pintar - Era perkembangan teknologi dan diplomasi politik kawasan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi komunitas pesantren. Terlebih, pemerintah Indonesia bersama pemerintah negara-negara ASEAN bekerjasama dalam politik, ekonomi dan kebudayaan, lewat mekanisme Asean Free Trade Area (AFTA).

Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim - Santriwati Pintar
Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim - Santriwati Pintar


Kaum Pesantren Merespon Kelas Menengah Muslim

Hal ini, menjadi isu penting yang dibahas oleh Dr. Mohammad Murtadlo, Kepala Bidang Litbang Pendidikan Non-Formal Informal Kementrian Agama, dalam workshop Pemikiran Keagamaan di The Alana Hotel, Solo, Jumat (09/09/2016). Agenda ini dihadiri para pengasuh pesantren yang tergabung dalam Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI-NU).

Murtadlo mengungkapkan bahwa saat ini pesantren harus siap menjadi alternatif pendidikan di kawasan Asean. "Perlu ada pesantren yang menjadi percontohan di tingkat Asia Tenggara. Di sisi lain, pesantren juga harus memiliki kekhasan, serta memaksimalkan modal sosialnya," terang Murtadlo.

Dalam penjelasannya, Murtadlo menegaskan bahwa tantangan pesantren saat ini semakin beragam. Untuk itu, komunitas pesantren perlu memaksimalkan potensi dan kekuatannya. Dalam hal ini, pesantren harus menemukan kekhasannya, agar bisa menjadi rujukan bagi banyak orang.

"Kami sedang monitoring beberapa model pesantren, misal pesantren yang menjadi rujukan di level ASEAN, pesantren maritim, atau bahkan pesantren yang menjadi benteng Islam dan NKRI di kawasan perbatasan Indonesia," terang Murtadlo, doktor antropologi lulusan Universitas Indonesia.

Murtadlo menegaskan tentang proyeksi dari timnya untuk fokus pada pemetaan modelling pesantren, sekaligus juga pendampingan. Pihaknya, juga berusaha untuk membentuk komunitas santri yang sadar media. "Kami juga ingin ada jurnalis santri dari 34 provinsi, yang siap mengawal informasi dan kreatifitas dari komunitas pesantren, hingga dapat diterima publik," ungkap Murtadlo.

Di sisi lain, tumbuhnya kelas menengah muslim juga menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi komunitas pesantren. Ketua PP Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (PP RMI-NU), KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed (Gus Rozien) mengingatkan tentang kelas menengah muslim yang perlu direspon kaum santri.

"Tumbuhnya kelas menengah muslim, perlu menjadi perhatian santri. Bagaimana tidak, sekarang ini kelas menengah muslim yang semakin meningkat jumlahnya, harus menjadi pemikiran tersendiri. Mereka yang ekspektasi lebih dalam proses pendidikan anak-anaknya," ungkap Gus Rozien.

Untuk merespon kelas menengah, Gus Rozien bersama tim RMI dan para kiai muda, mengkampanyekan Gerakan Ayo Mondok, serta membangun aplikasi #AyoMondok berbasis android, dengan platform media digital. [Santriwati Pintar/ munawir].

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/kaum-pesantren-merespon-kelas-menengah-muslim.html

Kamis, 26 November 2009

Dalil Tahlilan dan Sedekah Kepada Mayit

Hukum Tahlilan - Dalil tahlilan Jumlah Hari 3, 7, 25, 40, 100, 360 (setahun) & 1000 hari dari kitab Ahlusunnah (bukan kitab dari Agama Hindu). Silakan baca lebih lanjut.

قال النبي صلى الله عليه وسلم الدعاء والصدقة هدية إلى الموتى وقال عمر : الصدقة بعد الدفنى ثوابها إلى ثلاثة أيام والصدقة فى ثلاثة أيام يبقى ثوابها إلى سبعة أيام والصدقة يوم السابع يبقى ثوابها إلى خمس وعشرين يوما ومن الخمس وعشرين إلى أربعين يوما ومن الأربعين إلى مائة ومن المائة إلى سنة ومن السنة إلى ألف عام

Dalil Tahlilan dan Sedekah Kepada Mayit - Santriwati Pintar
Dalil Tahlilan dan Sedekah Kepada Mayit - Santriwati Pintar


Dalil Tahlilan dan Sedekah Kepada Mayit

Rasulullah saw bersabda: "Doa dan shodaqoh yang dihadiahkan kepada mayyit." Umar berkata: "Shodaqoh setelah kematian maka pahalanya sampai tiga hari dan shodaqoh dalam tiga hari akan tetap kekal pahalanya sampai tujuh hari, dan shodaqoh tujuh hari akan kekal pahalanya sampai 25 hari dan dari pahala 25 sampai 40 harinya akan kekal hingga 100 hari dan dari 100 hari akan sampai kepada satu tahun dan dari satu tahun sampailah kekalnya pahala itu hingga 1000 hari."

Jumlah-jumlah harinya (3, 7, 25, 40, 100, setahun & 1000 hari) jelas ada dalilnya, sejak kapan agama Hindu ada Tahlilan? (Baca Santriwati Pintar: Hukum Urutan Bacaan Tahlil dalam Islam)

Berkumpul mengirim doa adalah bentuk shodaqoh buat mayyit.

فلما احتضرعمر أمر صهيبا أن يصلي بالناس ثلاثة أيام ، وأمر أن يجعل للناس طعام ، فيطعموا حتى يستخلفوا إنسانا ، فلما رجعوا من الجنازة جئ بالطعام ووضعت الموائد ! فأمسك الناس عنها للحزن الذي هم فيه ، فقال العباس بن عبد المطلب : أيها الناس إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قد مات فأكلنا بعده وشربنا ومات أبو بكر فأكلنا بعده وشربنا وإنه لابد من الاجل فكلوا من هذا الطعام ، ثم مد العباس يده فأكل ومد الناس أيديهم فأكلوا

Ketika Umar akan wafat, ia memerintahkan pada Shuhaib untuk memimpin shalat, dan memberi makan para tamu selama tiga hari hingga mereka memilih seseorang, maka ketika hidangan – hidangan disuguhkan, orang-orang tak mau makan karena sedih. Lalu Abbas bin Abdulmuttalib mengucap ini:

"Wahai hadirin.. sungguh telah wafat Rasulullah saw dan kita makan dan minum setelahnya, lalu wafat Abubakar dan kita makan dan minum sesudahnya, dan ajal itu adalah hal yang pasti, maka makanlah makanan ini..!”, lalu beliau mengulurkan tangannya dan makan, maka orang – orang pun mengulurkan tangannya masing - masing dan makan."

[Al Fawaidussyahiir Li Abi Bakar Assyafii juz 1 hal 288, Kanzul Ummaal fi Sunanil Aqwaal wal Af’al Juz 13 hlm 309, Thabaqat Al Kubra Li Ibn Sa’d Juz 4 hal 29, Tarikh Dimasyq juz 26 hal 373, Al Makrifah wat Taarikh Juz 1 hal 110]

Kemudian dalam kitab Imam As Suyuthi, Al-Hawi li al-Fatawi:

قال طاووس : ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الايام

Imam Thawus berkata: "Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kuburan mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabat) gemar menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut."

عن عبيد بن عمير قال : يفتن رجلان مؤمن ومنافق, فاما المؤمن فيفتن سبعا واماالمنافق فيفتن اربعين صباحا

Dari Ubaid bin Umair ia berkata: "Dua orang yakni seorang mukmin dan seorang munafiq memperoleh fitnah kubur. Adapun seorang mukmin maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafiq disiksa selama empat puluh hari."

Dalam tafsir Ibn Katsir (Abul Fida Ibn Katsir al Dimasyqi Al Syafi’i) 774 H beliau mengomentari ayat 39 Surat aN-Najm (IV/236: Dar el Quthb). Ia mengatakan Imam Syafi'i berkata bahwa tidak sampai pahala itu, tapi di akhir-akhir beliau berkomentar lagi:

فأما الدعاء والصدقة فذاك مجمع على وصولهما ومنصوص من الشارع عليهما

Bacaan Al-Quran yang dihadiahkan kepada mayit itu sampai. Menurut Imam Syafi'i pada waktu beliau masih di Madinah dan di Baghdad, qaul beliau sama dengan Imam Malik dan Imam Hanafi, bahwa bcaan al-Quran tidak sampai ke mayit.

Setelah beliau pindah ke mesir, beliau ralat perkataan itu dengan mengatakan bacaan Al-Quran yang dihadiahkan ke mayit itu sampai dengan ditambah berdoa "Allahumma awshil....dst.". Lalu murid beliau, Imam Ahmad dan kumpulan murid-murid Imam Syafi'i yang lain berfatwa bahwa bacaan Al-Quran sampai. (Baca Santriwati Pintar: Kontroversi Tahlilan Menurut Islam)

Pandangan Hanabilah

Syaikhul Islam Taqiyuddin Muhammad ibnu Ahmad ibn Abdul Halim (yang lebih populer dengan julukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dari madzhab Hambali) menjelaskan:

اَمَّا الصَّدَقَةُ عَنِ الْمَيِّتِ فَـِانَّهُ يَنْـتَـفِعُ بِهَا بِاتِّـفَاقِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَقَدْ وَرَدَتْ بِذٰلِكَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَحَا دِيْثُ صَحِيْحَةٌ مِثْلُ قَوْلِ سَعْدٍ ( يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنَّ اُمِّيْ اُفْتـُلِتـَتْ نَفْسُهَا وَاَرَاهَا لَوْ تَـكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ فَهَلْ يَنْـفَـعُهَا اَنْ اَتَـصَدَّقَ عَنْهَا ؟ فَقَالَ: نَـعَمْ , وَكَذٰلِكَ يَـنْـفَـعُهُ الْحَجُّ عَنْهُ وَاْلاُ ضْحِيَةُ عَنْهُ وَالْعِتْقُ عَنْهُ وَالدُّعَاءُ وَاْلاِسْتِـْغفَارُ لَهُ بِلاَ نِزاَعٍ بَيْنَ اْلأَئِمَّةِ .

“Adapun sedekah untuk mayit, maka ia bisa mengambil manfaat berdasarkan kesepakatan umat Islam, semua itu terkandung dalam beberapa hadits shahih dari Nabi Saw. seperti perkataan sahabat Sa’ad “Ya Rasulallah sesungguhnya ibuku telah wafat, dan aku berpendapat jika ibuku masih hidup pasti ia bersedekah, apakah bermanfaat jika aku bersedekah sebagai gantinya?” maka Beliau menjawab “Ya”, begitu juga bermanfaat bagi mayit: haji, qurban, memerdekakan budak, do’a dan istighfar kepadanya, yang ini tanpa perselisihan di antara para imam”. (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/314-315)

Ibnu Taimiyah juga menjelaskan perihal diperbolehkannya menyampaikan hadiah pahala shalat, puasa dan bacaan Al-Qur’an kepada mayit:

فَاِذَا اُهْدِيَ لِمَيِّتٍ ثَوَابُ صِياَمٍ اَوْ صَلاَةٍ اَوْ قِرَئَةٍ جَازَ ذَلِكَ

Artinya: “Jika saja dihadiahkan kepada mayit pahala puasa, pahala shalat atau pahala bacaan (Al-Qur’an/kalimah thayyibah), maka hukumnya diperbolehkan”. (Majmu’ al-Fatawa: XXIV/322).

Al-Imam Abu Zakariya Muhyiddin Ibn al-Syarof, dari madzhab Syafi’i yang terkenal dengan panggilan Imam Nawawi menegaskan;

يُسْـتَـحَبُّ اَنْ يَـمْكُثَ عَلىَ اْلقَبْرِ بَعْدَ الدُّفْنِ سَاعَـةً يَدْعُوْ لِلْمَيِّتِ وَيَسْتَغْفِرُلَهُ. نَـصَّ عَلَيْهِ الشَّافِعِىُّ وَاتَّفَقَ عَلَيْهِ اْلاَصْحَابُ قَالوُا: يُسْـتَـحَبُّ اَنْ يَـقْرَأَ عِنْدَهُ شَيْئٌ مِنَ اْلقُرْأَنِ وَاِنْ خَتَمُوْا اْلقُرْأَنَ كَانَ اَفْضَلُ . (المجموع جز ٥ ص ٢٥٨)

“Disunnahkan untuk diam sesaat di samping kubur setelah menguburkan mayit untuk mendo’akan dan memohonkan ampunan kepadanya”. Pendapat ini disetujui oleh Imam Syafi’i dan pengikut-pengikutnya, dan bahkan pengikut Imam Syafi’i mengatakan “sunnah dibacakan beberapa ayat Al-Qur’an di samping kubur si mayit, dan lebih utama jika sampai mengkhatamkan Al-Qur’an”.

Selain paparannya di atas Imam Nawawi juga memberikan penjelasan yang lain seperti tertera di bawah ini;

وَيُـسْـتَحَبُّ لِلزَّائِرِ اَنْ يُسَلِّمَ عَلىَ اْلمَقَابِرِ وَيَدْعُوْ لِمَنْ يَزُوْرُهُ وَلِجَمِيْعِ اَهْلِ اْلمَقْبَرَةِ. وَاْلاَفْضَلُ اَنْ يَكُوْنَ السَّلاَمُ وَالدُّعَاءُ بِمَا ثَبـَتَ مِنَ اْلحَدِيْثِ وَيُسْـتَـحَبُّ اَنْ يَقْرَأَ مِنَ اْلقُرْأٰنِ مَا تَيَسَّرَ وَيَدْعُوْ لَهُمْ عَقِبَهَا وَنَصَّ عَلَيْهِ الشَّاِفعِىُّ وَاتَّفَقَ عَلَيْهِ اْلاَصْحَابُ. (المجموع جز 5 ص 258)

“Dan disunnahkan bagi peziarah kubur untuk memberikan salam atas (penghuni) kubur dan mendo’akan kepada mayit yang diziarahi dan kepada semua penghuni kubur. Salam dan do’a itu akan lebih sempurna dan lebih utama jika menggunakan apa yang sudah dituntunkan atau diajarkan dari Nabi Muhammad Saw. dan disunnahkan pula membaca al-Qur’an semampunya dan diakhiri dengan berdo’a untuknya, keterangan ini dinash oleh Imam Syafi’i (dalam kitab al-Um) dan telah disepakati oleh pengikut-pengikutnya”. (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, V/258)

Al-‘Allamah al-Imam Muwaffiquddin ibn Qudamah dari madzhab Hambali mengemukakan pendapatnya dan pendapat Imam Ahmad bin Hanbal:

قَالَ: وَلاَ بَأْسَ بِالْقِراَءَةِ عِنْدَ اْلقَبْرِ . وَقَدْ رُوِيَ عَنْ اَحْمَدَ اَنَّـهُ قَالَ: اِذاَ دَخَلْتمُ الْمَقَابِرَ اِقْرَئُوْا اَيـَةَ اْلكُـْرسِىِّ ثَلاَثَ مِرَارٍ وَقُلْ هُوَ الله ُاَحَدٌ ثُمَّ قُلْ اَللَّهُمَّ اِنَّ فَضْلَهُ ِلأَهْلِ الْمَقَابِرِ .

Artinya: “al-Imam Ibnu Qudamah berkata: tidak mengapa membaca (ayat-ayat Al-Qur’an atau kalimah tayyibah) di samping kubur, hal ini telah diriwayatkan dari Imam Ahmad ibn Hambal bahwasanya beliau berkata: Jika hendak masuk kuburan atau makam, bacalah Ayat Kursi dan Qul Huwa Allahu Akhad sebanyak tiga kali kemudian iringilah dengan do’a: Ya Allah keutamaan bacaan tadi aku peruntukkan bagi ahli kubur." (al-Mughny II/566). Baca Santriwati Pintar: Tahlilan Itu Bertauhid, Bukan Bid'ah)

Dalam al-Adzkar dijelaskan lebih spesifik lagi seperti di bawah ini:

وَذَهَبَ اَحْمَدُ ْبنُ حَنْبَلٍ وَجَمَاعَةٌ مِنَ اْلعُلَمَاءِ وَجَمَاعَةٌ مِنْ اَصْحَابِ الشَّاِفـِعى اِلىَ اَنـَّهُ يَـصِلُ . فَاْلاِ خْتِـيَارُ اَنْ يَـقُوْلَ الْقَارِئُ بَعْدَ فِرَاغِهِ: اَللََّهُمَّ اَوْصِلْ ثَـوَابَ مَا قَـرأْ تـُهُ اِلَى فُلاَنٍ . وَالله ُاَعْلَمُ

Artinya: Imam Ahmad bin Hambal dan golongan ulama’ dan sebagian dari sahabat Syafi’i menyatakan bahwa pahala do’a adalah sampai kepada mayit. Dan menurut pendapat yang terpilih: “Hendaknya orang yang membaca al-Qur’an setelah selesai untuk mengiringi bacaannya dengan do’a:

اَللََّهُمَّ اَوْصِلْ ثَـوَابَ مَا قَـرأْ تـُهُ اِلَى فُلاَنٍ

Ya Allah, sampaikanlah pahala bacaan al-Qur’an yang telah aku baca kepada si fulan (mayit)”. (al-Adzkar al-Nawawi hlm. 150) [Santriwati Pintar/ed]

Wallahul muwaffiq.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/dalil-tahlilan-dan-sedekah-kepada-mayit.html

Senin, 08 Desember 2008

Muslimat NU seeks solutions to Indonesian womens problems

Jakarta, Santriwati Pintar. Chairwoman of the Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa said, in coming 2025-2035 "Indonesia is expected to experience problems with the increasing number of human population because productive-age people are higher than their own age".

According to Khofifah, this fact is encouraging because it will increase the productivity of our nation, but on the other hand it will also face a lot of homeworks. For example, sexual crimes against children ranging from incest and pedophilia (sexual crimes against children) and trafficking.

Muslimat NU seeks solutions to Indonesian womens problems (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU seeks solutions to Indonesian womens problems (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU seeks solutions to Indonesian womens problems

"The assumption is that if children were 5 years old today, then in 2025 , they were 24 years old," she said at the National Working Meeting at Multipurpose Building of Hajj dormitory Pondok Gede, Jakarta, on Wednesday (28/5).

She said with the assumption they would have completed bachelors degree, even masters one. At that time Indonesia should have gained various achievements and competitive advantages.

Santriwati Pintar

Muslimat NU,Khofifah said, called on all parties to reflectively question, how many children are psychologically disturbed till their future adulthood?

"God willing Muslimat NU is ready to help find solutions along with other elements of the nation," she said.

Santriwati Pintar

Similarly with the other nations homeworks. Khofifah mentioned, there had now been some 40 percent of children under age 19 getting pregnant out of wedlock, including the issue of increasing abortions.

"As reported by the media, having an abortion in one district in Sumenep, its price is Rp 15 to 20 thousand," she explained.

"Once again, Muslimat NU is ready with other elements of the nations to find solutions (to the problems)," she said, adding that "Mulsimat NU have currently conducted reproductive health trainings for adolescents in pesantren in Java and outside Java."

The Muslimat NUs national meeting was opened by Vice President Boediono. Present on the occasion were the Governor of Jakarta, Joko Widodo, Deputy Minister of Religious Affairs Nasaruddin Umar, Chairman of NU KH Said Aqil Siroj, Vice Chairman of NU KH Asad Said Ali, Chairman of Ansor Youth Movement Nusron Wahid, and Chairwoman of Fatayat NU Ida Fauziyah.

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52317/muslimat-nu-seeks-solutions-to-indonesian-women039s-problems

Santriwati Pintar

Senin, 11 September 2006

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar

Jakarta, Santriwati Pintar. Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan akan membentuk kepengurusan transisi Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) jika batasan usia 27 tahun sesuai dengan AD/ART NU dilanggar.

Kalau ada anggota yang melanggar, ada klausul pelanggaran. Kita akan ambil alih dengan membentuk kepengurusan transisi, tegasnya di gedung PBNU, Senin (7/12).

PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Akan Bentuk Kepengurusan Transisi Jika Batasan Umur Dilanggar

Ia menyatakan keberadaan seluruh banom di di lingkungan NU tidak terlepas dari induknya. Hal-hal yang sudah diatur di AD/ART tidak dapat dinegasikan di dalam peraturan yang lebih rendah.

Kalau mereka menganggap soal usia bisa diveto, mereka juga bisa mengganti nama Ikatan Pelajar Nusantara. Itu sudah menjadi organisasi sendiri, paparnya.

Santriwati Pintar

Santriwati Pintar

Ia menyatakan PBNU sudah mengeluarkan edaran. Kepentingan PBNU adalah agar tidak ada overlapping antara banom yang berbasis usia antara IPNU, PMII, dan Ansor. Selama ini interseksi antara badan otonom tersebut terlalu banyak.

Kita sudah banyak kehilangan anak SMP dan SMA yang mengalami disorientasi. Jadi ada urgensi PBNU memandang perlu instrumen banom yang masuk fokus ke pelajar atau sekolah, katanya.

Bagi kader IPNU yang usianya sudah melebihi batasan maksimal, ia menyarankan untuk bergabung dengan PMII mengingat PMII sudah masuk kembali menjadi banom NU sesuai dengan AD/ART hasil muktamar Jombang.

Sebenarnya, batasan soal usia sudah dijelaskana sebelumnya kepada para pengurus IPNU saat mereka melakukan konsultasi dengan PBNU yang ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya surat edaran. PBNU dalam hal ini hanya menjalankan amanat AD/ART.

Pasal 18 Anggaran Rumah Tangga NU dalam ayat e secara jelas menyatakan : Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama disingkat IPNU untuk pelajar dan santri laki-laki Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun sedangkan dalam ayat f menyatakan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama disingkat IPPNU untuk pelajar dan santri perempuan Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 (dua puluh tujuh) tahun.(Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64135/pbnu-akan-bentuk-kepengurusan-transisi-jika-batasan-umur-dilanggar

Santriwati Pintar

Selasa, 08 November 2005

Praktik NPWP Terjadi Sejak Zaman Rasulullah

Pringsewu, Santriwati Pintar. Suatu hari Rasulullah SAW didatangi utusan kafir quraisy untuk merayu Nabi agar tidak menyebarkan ajaran ketauhidan Allah berupa agama Islam di jazirah Makkah. Utusan tersebut merayu dan menawari Nabi dengan berbagai cara.

"Jika engkau tidak punya harta wahai Muhammad, kami berikan harta yang melimpah. Jika kau sakit jiwa, kami siap mengobatimu dan jika kamu ingin wanita kami akan mencarikan dan menikahkanmu," ujar H. Sujadi mengisahkan saat Nabi dirayu dengan berbagai tawaran yang menggiurkan tersebut.

Praktik NPWP Terjadi Sejak Zaman Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Praktik NPWP Terjadi Sejak Zaman Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)


Praktik NPWP Terjadi Sejak Zaman Rasulullah

Namun tawaran tersebut tidak diperdulikan oleh Nabi dan malah sebaliknya menambah keteguhannya dalam menyampaikan Keesaan Allah SWT ditengah kaum yang menyembah berhala dizaman itu.

"Jadi praktek NPWP atau Nomor Piro Wani Piro ini sudah ada sejak zaman Nabi dulu. Dan Nabi memberikan contoh keteguhan untuk tidak terpengaruh dengan praktek yang dilarang agama itu," tegas Mustasyar PCNU Pringsewu ini saat memberikan Kajian Tafsir pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (9/10).

Santriwati Pintar

Kisah yang disampaikan dengan rujukan Kitab Tafsir Jalalain ini merupakan kisah asal mula diturunkannya surat Al-Ikhlas yang didalamnya termuat perintah untuk mengesakan Allah sekaligus tidak boleh menyekutukannya dengan apapun.

Santriwati Pintar

Lebih lanjut Abah Jadi, begitu Ia biasa disapa, mengatakan bahwa dasar diturunkannya surat Al Ikhlas adalah untuk mengingatkan dan meneguhkan keyakinan bahwa Allah itu satu. Surat yang diturunkan setelah Surat An Nas ini juga berfungsi untuk mengikis habis pemahaman bahwa tuhan itu tidak ada serta pemahaman bahwa tuhan itu lebih dari satu.

"Sebenarnya Allah itu tidak rugi jika seluruh manusia tidak menyembahNya. Allah juga tidak akan menjadi lebih besar jika semua manusia menyembahNya. Allah tidak butuh waktu, tempat dan keadaan seperti kita manusia ini. Jika terbersit didalam hati bahwa tuhan seperti apa yang diangankan diperkirakan dan dirasakan maka itu bukan tuhan," tegasnya.

Selain menjelaskan tentang asbabun nuzul atau sebab diturunkannya Surat Al Ikhlas, Abah Sujadi juga menjelaskan tentang beberapa hal terkait surat Al Ikhlas seperti fadhilah-fadhilahnya dan juga nama-nama lain dari surat yang hanya terdiri dari 4 ayat ini.

"Fadhilah surat Al Ikhlas ini diantaranya jika membacanya 3 kali maka baginya pahala seperti membaca sepertiga Al Quran. Dan siapa yang membaca kalimat tauhid diiringi dengan membaca surat Al Ikhlas 11 kali maka baginya 40 juta kebaikan," jelasnya.

Terkait nama, Bupati Pringsewu ini juga menjelaskan dengan detail bahwa Surat Al Ikhlas atau Surat Ikhlasut Tauhid memiliki sekitar 20 nama lain selain Al Ikhlas itu sendiri. "Sebenarnya surat Al Ikhlas itu ada dua didalam Al Quran yaitu Surat Ikhlasut Tauhid atau Surat Qulhu dan Ikhlasul Ibadah atau Surat Al Kafirun," katanya.

Diakhir Kajian Tafsir tersebut, Abah Sujadi mengajak kepada jamaah untuk meningkatkan keimanan akan keesaan Allah yang termaktub dalam surat tersebut. "Mudah-mudahan tauhid kita akan selalu dijaga oleh Allah SWT sampai dengan kita menghadapNya kembali," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71855/praktik-npwp-terjadi-sejak-zaman-rasulullah

Santriwati Pintar

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Santriwati Pintar sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Santriwati Pintar. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Santriwati Pintar dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock